REGIONAL Baksos Kementerian ESDM di Nagekeo: Menyembuhkan Trauma, Merawat Harapan 01 Oct 2026 20:36
Negara harus hadir dan tetap hadir di saat masyarakat kehilangan segala yang mereka punya. Ketika harapan masyarakat masih ada, niscaya babak kehidupan akan kembali dimulai.
MBAY-NAGEKEO, IndonesiaSatu.co-- Tanggal awal di bulan Oktober 2026, cuaca tampak cerah di bumi Mbay, Ibukota Nagekeo.
Alam tampak begitu ramah di bumi Flores yang sempat diguncang bencana gempa tektonik 7,7 Skala Richter. Tak ada lagi getaran bumi yang menimbulkan trauma dan rasa panik bagi ribuan jiwa yang selalu setia menanti uluran kasih dari mereka yang berempati.
Dari istana, pesan sukacita kembali datang. Tergerak hati untuk hadir berbagi, mereka datang dengan sepenuh jiwa; menjamah mereka yang rentan lewat layanan kesehatan gratis, berbagi ceria bersama anak-anak lewat "trauma healing", menyalurkan bantuan untuk mereka sungguh terhimpit situasi sulit. Tidak ada kata terlambat untuk misi mulia atas nama kemanusiaan.
Dari pusat Ibukota Negara, Kementerian ESDM hadir dengan spirit yang sama: datang atas nama solidaritas untuk kemanusiaan. Kabupaten Nagekeo menjadi titik simpul yang dituju. Bukan tanpa alasan. Nagekeo menjadi pusat gempa pada 15 Agustus lalu, meski kabupaten-kabupaten lain di Pulau Flores ikut terdampak bencana serupa.
Dari setiap moment kunjungan dalam agenda bakti sosial ini, tertangkap moment penuh makna saat Ketua Tim ESDM Siaga Bencana Kementerian ESDM Komjen Pol (Purn) Drs Rudy Sufahriadi ada bersama anak-anak Taman Kanak-kanak (TK) dan para siswa-siswi Sekolah Dasar Katolik Yohanes Paulus II, Kelurahan Danga, Kecamatan Aesesa, Nagekeo.
Dalam sesi "trauma healing", Rudy Sufahriadi tampak begitu ceria bersama anak-anak; memeluk, menggendong, bernyanyi, mewarnai gambar, berfoto bersama.
"Mereka masih polos, punya masa depan yang masih sangat panjang, anak-anak bangsa yang penuh energik. Jangan sampai perasaan mereka terluka, belum saatnya mereka harus trauma, mari bersama rawat masa depan mereka," demikian pesan tersirat dari moment penuh makna itu.
Bersama Merawat Harapan
Dalam situasi pemulihan bencana, mewakili Menteri ESDM Bahlil Lahadalia yang berhalangan hadir, Rudy Sufahriadi mengaku sangat prihatin dengan kondisi yang terjadi pascabencana gempa.
"Ya, setelah melihat, berkeliling, bertemu dan berinteraksi dengan masyarakat, saya sepakat dengan keinginan Bupati. Masyarakat harus tetap kuat dan cepat bangkit," kata Staf Ahli Menteri ESDM itu kepada awak media.
Kepada Bupati Nagekeo, Simplisius Donatus, Rudy mengingatkan bahwa langkah antisipasi dan mitigasi tentu sangat diperlukan, apalagi Nagekeo menjadi salah satu daerah rawan bencana.
"Kita perlu antisipasi karena daerah ini termasuk rawan bencana. Juga bentuk bangunan perlu disiasati agar tahan bencana," kata mantan Kapolda Jawa Barat dan Sulawesi Tengah itu.
Mengurai dampak dan berbagai upaya pemulihan pascabencana tentu butuh kolaborasi lintas kementerian/lembaga dan berbagai pihak agar masyarakat Nagekeo, Flores, NTT, tidak merasa sendiri. Negara harus hadir dan tetap hadir di saat masyarakat kehilangan segala yang mereka punya. Ketika harapan masyarakat masih ada, niscaya babak kehidupan akan kembali dimulai.
"Meski situasi sedang sulit, kami percaya semua ini akan pulih karena banyak tangan dan hati yang mau membantu kami. Ketika anak kami di rumah bisa tidur nyenyak, bangun pagi tetap semangat mau ke sekolah, dan kebutuhan di rumah bisa terpenuhi, itu sudah cukup membuat kami bahagia," ungkap Evangeline dengan nada haru setelah mendapat bantuan paket sembako.
Selain kehadiran langsung bersama masyarakat, melayani kebutuhan kesehatan, memberikan "trauma healing", hingga bantuan paket sembako, masih banyak aspirasi yang tentu menjadi atensi bersama.
Aspirasi yang menjadi atensi selama tiga hari baksos Kementerian ESDM di Nagekeo di antaranya: kondisi tiang SUTR dan penambahan daya listrik (gardu) di RSUD Aeramo, menambah quota BBM guna mengatasi antrean dan kelangkaan, permintaan bantuan knockdown kantor Bupati Nagekeo, juga pemetaan relokasi daerah-daerah rawan bencana.
Dalam visi "Indonesia Terang", satu aspirasi muncul mewakili harapan dan kerinduan masyarakat 15 Desa di Nagekeo yang hingga kini belum teraliri listrik, " Nagekeo Jangan Gelap!"
Fokus pada urusan penanganan dan pemulihan bencana, sebuah pertanyaan kembali dialamatkan kepada Rudy Sufahriadi meski bukan kapasitasnya untuk menjawab.
"Soal Flores menjadi pulau geothermal sejak ditetapkan ESDM tahun 2017. Apakah geothermal di Flores masih tetap dilanjutkan?" tanya seorang wartawan.
"Nanti silahkan itu yang berkepentingan (Menteri ESDM, red) yang menyampaikan, jangan saya. Saya menyampaikan kepentingan soal bencana saja," jawab Rudy singkat.
Atas nama masyarakat Nagekeo yang merasa sangat terbantu dalam baksos ini, Bupati Simplisius menyampaikan terima kasih dan permohonan maaf.
"Atas nama pemerintah dan masyarakat Nagekeo, saya menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto, Menteri ESDM, serta seluruh jajaran kementerian dan berbagai pihak yang terlibat langsung dalam baksos ini. Semua ini menguatkan kami untuk cepat pulih dan cepat bangkit. Mohon maaf untuk segala kekurangan dalam pelayanan kami," ungkap Bupati Simplisius.
--- Guche Montero
Komentar