Breaking News

BERITA Beri Dukungan, Para Mantan Dankorbrimob Temui Kapolri Suyudi 08 Nov 2026 01:06

Article image
Para mantan Dankorbrimob menemui Kapolri Suyudi, bersilaturahmi dan memberikan dukungan. (Foto: Dok. Divisi Humas Polri)
"Ini tidak mudah, bagaimana bisa melakukan upaya penegakan hukum tapi pelakunya adalah di internal Polri,” kata Imam.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co-- Sejumlah mantan Komandan Korps Brigade Mobil (Dankorbrimob) yang tergabung dalam Paguyuban Keluarga Besar Brimob (PKBB) menemui Kapolri Jenderal Pol Suyudi Ario Seto di Gedung Utama Mabes Polri, Jakarta, Jumat (6/11/2026).

“Kami mendapatkan kunjungan kehormatan dari senior-senior kami, para Dankorbrimob pada masanya,” kata Kapolri Suyudi, dalam keterangan video Divisi Humas Polri, Sabtu (7/11/2026).

Kapolri Suyudi mengatakan, pertemuan itu menjadi kesempatan bagi para mantan Dankorbrimob untuk memberikan dukungan, bimbingan, dan masukan kepada jajaran Polri. 

Dalam pertemuan tersebut, mereka juga memberikan wejangan kepada jajaran Polri agar tetap solid di tengah dinamika keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta penanganan berbagai perkara.

“Sampai hari ini, Polri dalam keadaan yang sangat baik, sangat solid, justru kami yakin semakin solid. Ini tentunya tidak lepas dari dukungan, perhatian dari senior-senior dan juga seluruh elemen masyarakat,” ujar Suyudi. 

Dia juga berterima kasih atas dukungan TNI, tokoh masyarakat, dan tokoh agama yang dinilai turut menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif. 

Suyudi berharap, hubungan baik antara Polri, TNI, dan masyarakat terus terjaga untuk bersama-sama menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dukung Gebrakan Kapolri Suyudi

Ketua Umum PKBB sekaligus Dankorbrimob Polri periode 2009-2010, Komjen (Purn) Imam Sudjarwo mengatakan, kehadirannya dan PKBB tidak sekadar silaturahmi. Namun, PKBB turut memberikan dukungan atas kebijakan Suyudi. 

Imam pun menyoroti sejumlah gebrakan Suyudi di awal menjabat kapolri menggantikan Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo.  

“Yang pertama, kita kaget juga karena baru dilantik beliau sudah melakukan mutasi yang begitu banyak,” ucap Imam. 

Menurut Imam, mutasi tersebut diperlukan untuk membentuk organisasi Polri yang sehat dengan menempatkan orang-orang yang tepat pada jabatan masing-masing.

“Organisasi yang sehat mesti harus diisi orang-orang yang tepat. Ini luar biasa, baru berapa… satu hari, dua hari (menjabat kapolri) bisa melakukan itu,” ucap Imam. 

Selain mutasi, Imam menyoroti penindakan kasus narkoba dalam skala besar di sejumlah daerah. 

Selain itu, Imam juga mengapresiasi Polri terkait penangkapan para jenderal Polri atas kasus dugaan penyadapan ilegal terhadap nomor ponsel Presiden Prabowo Subianto.

“Ini luar biasa yang mengagetkan kita semua, ternyata juga pelakunya adalah dari internal Polri sendiri. Ini adalah keberanian beliau,” ujar dia.

"Kalau di Brimob dulu sekali tampil harus berhasil, sekali melangkah pantang menyerah. Ini adalah motto beliau, sehingga beliau dengan cepat melakukan itu. Ini tidak mudah, bagaimana bisa melakukan upaya penegakan hukum tapi pelakunya adalah di internal Polri,” lanjut dia. 

Langkah-langkah ini, kata Imam, berdampak pada tingkat kepercayaan publik terhadap Polri yang diklaim mencapai 80 persen.

“Ini luar biasa, ini kebanggaan kita semua dan tentu perlu dukungan tidak hanya dari jajaran kepolisian, Korps Brimob Polri, tetapi juga dari seluruh masyarakat Indonesia,” pungkas Imam.

--- Guche Montero

Komentar