Breaking News

REGIONAL Bupati Flotim: Swasembada Pangan adalah Martabat Petani Lamaholot 08 Jan 2026 10:09

Article image
Bupati Flotim, Anton Doni Dihen, memberi sambutan dalam Acara Syukuran Swasembada Pangan Nasional oleh BPP se-pulau Adonara, Flotim. (Foto: RN)
"Bagi orang Lamaholot, pangan adalah soal harga diri. Ketika petani bisa makan dari tanahnya sendiri, di situlah kedaulatan dimulai,” ungkap Bupati Anton Doni.

LARANTUKA, IndonesiaSatu.co-– Bupati Flores Timur (Flotim), Antonius Doni Dihen, menyebut swasembada pangan sebagai bukti lompatan produktivitas petani Lamaholot. Menurutnya, berbicara swasembada pangan sesungguhnya bukan hanya soal hasil panen, melainkan martabat. 

Bupati Anton Doni menegaskan, pangan adalah bahasa paling jujur dari relasi manusia dengan tanahnya.

“Bagi orang Lamaholot, pangan adalah soal harga diri. Ketika petani bisa makan dari tanahnya sendiri, di situlah kedaulatan dimulai,” ungkap Bupati Anton Doni dalam Acara Syukuran Swasembada Pangan Nasional oleh BPP se-pulau Adonara, Rabu (7/1/2026) melansir radarntt.net

Bupati Anton Doni menyadari bahwa capaian swasembada pangan merupakan sebuah proses, bukan peristiwa.

Kesadaran itu tampak ketika kebijakan daerah mulai memberi ruang pada praktik bertani lokal.

“Pemerintah tidak boleh datang sebagai guru yang merasa paling tahu. Kita harus belajar dari petani, dari kebiasaan tanam mereka, dari cara mereka menjaga tanah dan air,” ujarnya.

Bupati menyinggung, tradisi bertani masyarakat Lamaholot mencerminkan apa yang oleh Elinor Ostrom disebut sebagai tata kelola sumber daya bersama; di mana tanah dan air dirawat sebagai milik kolektif. "Ketika negara hadir untuk memperkuat, bukan menggantikan, praktik ini, produktivitas tumbuh tanpa memutus akar budaya. Namun, pemerintah hadir mendampingi petani dalam meraih keberhasilan yang mengandung panggilan moral," katanya.

“Swasembada bukan akhir perjalanan. Tantangan iklim dan masa depan petani muda harus dijawab dengan kebijakan jangka panjang,” imbuhnya. 

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, dalam beberapa tahun terakhir Flores Timur mengalami peningkatan produksi jagung dan padi (sekitar 20 persen). 

Acara syukuran Swasembada Pangan Nasional berlangsung di Markas Orang Indonesia (OI) Adonara, "Ormas Iwan Fals" yang ada di Desa Waiburak, Kecamatan Adonara Timur, Flotim. 

Hadir dalam acara ini Bupati, Kadis pertanian, Camat Adonara Timur, Plt. Camat Wotan Ulumado, Camat Ile Boleng, unsur TNI (Koramil Adonara 1624/02 Adonara), BPP se-pulau Adonara, Kepala Desa se-Adonara, para penyuluh pertanian dan para petani milenial.

Ketua OI Adonara, Yami Dosinaen, mengapresiasi kegiatan syukuran swasembada pangan yang berlangsung di komunitas yang dinahkodainya.

Dosinaen berkesan kegiatan tersebut menarik karena banyak pihak terlibat seperti petani milenial, Poktan, Gapoktan, Camat se Adonara, Koramil Adonara, Lurah dan akades, Kadis Pertanian dan Bupati Flores Timur.

“Semoga dengan syukuran ini semangat petani, bertani dan mencintai Tani Tanah dan Alam,” ucap Koordinator BPP Duablolong itu.

"Diharapkan, sektor pertanian semakin bertumbuh seiring waktu, terutama di kalangan kaum muda sebagai pemegang estafet pembangunan pertanian pasca generasi tua," harap Dosinaen.

--- Guche Montero

Komentar