INTERNASIONAL FIFA Pertimbangkan Cabut Penghargaan Perdamaian Donald Trump 17 Oct 2026 21:01
Dewan FIFA mempertimbangkan untuk mencabut FIFA Peace Prize yang diraih Donald Trump. Alasannya jelas, tidak ada persetujuan dari dewan akan penghargaan itu.
ZURICH, IndonesiaSatu.co-- Federasi Sepakbola dunia, FIFA mempertimbangkan untuk mencabut penghargaan FIFA Peace Prize atau penghargaan Perdamaian yang diberikan kepada Donald Trump yang sejak awal menuai kontroversi.
Seperti diketahui, Presiden AS Donald Trump menerima FIFA Peace Prize dari Presiden FIFA Gianni Infantino pada Desember 2025 lalu di Gedung Putih, New York, Amerika Serikat di sela-sela persiapan Piala Dunia 2026 dengan AS jadi salah satu tuan rumah.
Penghargaan Perdamaian itu mendapat kecaman publik. Donald Trump disebut menjadi salah satu tokoh pemimpin yang diduga memanaskan geopolitik dunia termasuk gejolak di Timur Tengah saat ini. Belum lagi, pihak FIFA sendiri tidak tahu menahu akan penghargaan itu.
Disinyalir, penghargaan itu merupakan ide dari Gianni Infantino yang belum diajukan terlebih dulu ke Dewan FIFA.
Penghargaan Perdamaian tersebut berupa medali emas, sertifikat, dan sebuah trofi emas berbentuk bola yang sedang digotong tangan, mirip trofi Piala Dunia.
"Dia (Trump) berperan penting dalam menyelesaikan konflik dan menyelamatkan ribuan nyawa," ujar Infantino di awal tahun 2026 kepada Sky News terkait penghargaan tersebut yang mengundang kontroversi.
Dewan FIFA baru adakan pertemuan tertutup di Zurich, Swiss pada Kamis (15/10/2026) dan Gianni Infantino sendiri tidak hadir dalam pertemuan tersebut.
Dewan FIFA mempertimbangkan untuk mencabut FIFA Peace Prize yang diraih Donald Trump. Alasannya jelas, tidak ada persetujuan dari dewan akan penghargaan itu.
Desember nanti menjadi momen penentuan, apakah FIFA Peace Prize yang diraih Donald Trump benar-benar dicabut atau tidak? Yang pasti, situasi ini membuat Gianni Infantino semakin banyak mendapat batu sandungan untuk maju lagi jadi Presiden FIFA pada pemilihan di 2027 mendatang.
--- Guche Montero
Komentar