MODE Gaya Karpet Merah aespa di ‘2025 MMA’ Tuai Kritik: Dinilai Tidak Sinkron dan “Beda Grup” 20 Dec 2025 19:17
Meskipun visual Karina, Winter, dan Giselle dipuji setinggi langit, para penggemar dan netizen menyayangkan kurangnya koordinasi gaya
JAKARTA IndonesiaSatu.co – aespa saat ini tengah menerima reaksi beragam terkait busana karpet merah mereka di ajang '2025 Melon Music Awards (MMA)'.
Pada 20 Desember, aespa menghadiri perhelatan '2025 MMA'. Karina, Winter, dan Giselle tampil bersama di karpet merah, sementara Ningning terpaksa absen karena mengalami gejala flu.
Meskipun ketiga anggota tersebut menerima pujian atas kecantikan mereka yang "legendaris", netizen mulai mengkritik pakaian grup yang dinilai "mismatch" atau tidak serasi. Beberapa unggahan populer di komunitas daring menyoroti busana aespa yang dianggap tidak terkoordinasi, bahkan menyebut ketiganya tampak seperti berasal dari grup yang berbeda.
Kritik Netizen: Kurangnya Kesatuan dan Masalah Cuaca
Kritik tajam muncul karena netizen menganggap busana aespa tidak memiliki kesatuan tema secara keseluruhan. Selain itu, secara individu, pakaian tersebut dianggap kurang modis dan tidak sesuai dengan cuaca musim dingin yang ekstrem.
Beberapa komentar netizen yang menjadi sorotan antara lain:
- Masalah Koordinasi: “Mereka bertiga terlihat seperti berasal dari grup yang berbeda,” dan “Biasanya grup memakai busana dengan tema serupa, mengapa mereka sangat berantakan?”
- Kualitas Busana: “Mengesampingkan kurangnya persatuan, pakaiannya terlihat murah,” dan “Gaya berpakaiannya sangat kuno, hanya wajah mereka yang menyelamatkan.”
- Ketidaknyamanan Cuaca: “Pakaian mereka tidak cocok dengan cuaca. Mereka pasti kedinginan.”
- Kontras Visual: “Riasan wajah dan rambut mereka luar biasa, tapi penata busananya benar-benar harus bekerja lebih baik.”
Meskipun ada nada kekecewaan, sebagian besar netizen tetap mengakui bahwa secara personal, masing-masing anggota terlihat menakjubkan dan pakaian tersebut sebenarnya cocok jika dikenakan secara individu. Namun, sebagai sebuah grup, ketiadaan "sense of unity" menjadi poin utama yang disesali.
--- Stella Josephine
Komentar