Breaking News

REFLEKSI Jaga Kesehatan: Anda adalah Apa yang Anda Makan 03 Nov 2026 09:04

Article image
Valens Daki-Soo, pengusaha, Pendiri & CEO VDS Group (Foto: Ist)
Kesehatan adalah modal untuk menjalani kehidupan yang produktif, bermakna, dan bahagia. Jangan sampai kita baru menyadari betapa kesehatan itu berharga setelah kehilangannya.

Oleh: Valens Daki-Soo*

 

Kesehatan adalah salah satu harta paling berharga dalam hidup. 

Tanpa tubuh yang sehat, kita sulit menjalankan aktivitas, mengejar cita-cita, membangun usaha, dan menikmati hasil kerja keras. Oleh karena itu, menjaga kesehatan bukan sekadar kebutuhan, melainkan bentuk tanggung jawab terhadap diri sendiri dan masa depan.

Salah satu cara paling mendasar untuk menjaga kesehatan adalah memperhatikan apa yang kita makan setiap hari.

Ungkapan “You are what you eat” atau “Anda adalah apa yang Anda makan” mengandung pesan sederhana, tetapi sangat penting. Yaitu makanan yang kita konsumsi turut menentukan kondisi tubuh, energi, dan kualitas hidup kita.

Makanan bukan sekadar pengisi perut atau pemuas selera. Makanan adalah sumber energi dan zat gizi yang dibutuhkan tubuh untuk tumbuh, memperbaiki sel, menjaga daya tahan, serta mendukung fungsi otak. Karena itu, pola makan yang baik merupakan investasi kesehatan jangka panjang.

Jangan Korbankan Kesehatan demi Kenikmatan Sesaat

Di tengah kehidupan modern yang serba cepat, kita sering tergoda untuk memilih makanan berdasarkan rasa, harga, dan kemudahan mendapatkannya. Makanan cepat saji, minuman manis, serta berbagai camilan tinggi gula, garam, dan lemak menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari.

Sesekali menikmati makanan kesukaan tentu boleh saja Namun, ketika makanan yang kurang sehat menjadi kebiasaan, kita perlu mulai mengevaluasi pilihan tersebut.

Saya mendapat informasi berharga dari seorang psikiater, dr. I Kadek Rollandika, SpKJ yang giat memberikan literasi kesehatan fisik-mental. Menurutnya, kualitas makanan yang kita konsumsi berpengaruh terhadap kesehatan tubuh, baik fisik maupun mental-psikis.

Pola makan yang tidak seimbang, terlebih jika disertai kurangnya aktivitas fisik, dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit tidak menular, seperti diabetes tipe 2, penyakit jantung, dan tekanan darah tinggi.

Kita tidak perlu menunggu sakit untuk mulai memperhatikan makanan. Justru ketika tubuh masih sehat, kita memiliki kesempatan terbaik untuk membangun kebiasaan yang baik.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia memperkenalkan panduan "Isi Piringku" sebagai salah satu cara sederhana untuk menerapkan gizi seimbang. Dalam panduan tersebut, setengah piring diisi sayur dan buah, sedangkan setengah lainnya diisi makanan pokok dan lauk-pauk.

Prinsip ini mengingatkan kita bahwa tubuh membutuhkan beragam zat gizi. Karbohidrat menjadi sumber energi, protein membantu membangun dan memperbaiki jaringan tubuh, sementara sayur dan buah menyediakan serat, vitamin, serta mineral.

Kita tidak harus selalu mengonsumsi makanan mahal atau mengikuti tren diet tertentu. Nasi, jagung, singkong, ubi, ikan, telur, tahu, tempe, sayur, dan buah-buahan lokal dapat menjadi pilihan makanan bergizi yang mudah dijangkau masyarakat Indonesia.

Yang terpenting adalah keberagaman, keseimbangan, dan kecukupan sesuai kebutuhan tubuh. Kita juga perlu membatasi makanan yang terlalu manis, asin, dan berlemak, serta membiasakan diri minum air putih yang cukup.

Dengan kata lain, makan sehat bukan tentang mengikuti gaya hidup orang lain, melainkan memahami kebutuhan tubuh sendiri.

Kesehatan Fisik dan Mental Saling Berkaitan

Pola makan sehat juga memiliki kaitan dengan kesehatan mental. Apa yang kita makan dapat memengaruhi energi, suasana hati, dan kemampuan kita menjalankan aktivitas sehari-hari.

Psikiater dan peneliti kesehatan mental, Dr. Drew Ramsey, melalui pendekatan "nutritional psychiatry", menekankan pentingnya makanan bergizi bagi kesehatan otak dan kesejahteraan mental. Pola makan yang kaya akan makanan utuh, sayuran, buah, serta sumber protein yang baik merupakan bagian dari gaya hidup yang mendukung kesehatan tubuh dan pikiran.

Namun, kita perlu memahami bahwa kesehatan mental tidak ditentukan oleh makanan saja. Tidur yang cukup, olahraga, hubungan sosial yang sehat, serta kemampuan mengelola stres juga memiliki peran penting.

Oleh karena itu, ketika kita berbicara tentang pola hidup sehat, kita sesungguhnya sedang berbicara tentang keseimbangan antara tubuh dan pikiran.

Generasi Muda, Mulailah dari Sekarang

Khusus bagi generasi muda, menjaga pola makan merupakan langkah penting untuk mempersiapkan masa depan. Masa muda adalah waktu yang tepat untuk membangun kebiasaan baik sebelum berbagai kesibukan dan tanggung jawab kehidupan semakin bertambah.

Jangan sampai kita terlalu sibuk mengejar kesuksesan, tetapi mengabaikan kesehatan yang justru menjadi modal untuk meraihnya.

Kita dapat memulainya dari langkah-langkah sederhana: tidak melewatkan sarapan, memperbanyak konsumsi sayur dan buah, memilih makanan yang lebih bergizi, membatasi minuman manis, rutin berolahraga, serta tidur yang cukup.

Psikolog dan peneliti kebiasaan, Dr. Wendy Wood, menjelaskan bahwa kebiasaan sehari-hari memiliki pengaruh besar terhadap perilaku manusia. Karena itu, perubahan pola hidup tidak harus dimulai dengan langkah besar. Kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten dapat membantu membentuk perilaku yang lebih sehat.

Kita juga perlu mengubah cara pandang tentang kesehatan. Makan sehat bukanlah hukuman, olahraga bukanlah beban, dan tidur cukup bukanlah kemalasan. Semuanya merupakan bagian dari upaya menghargai tubuh yang telah dipercayakan kepada kita.

Kesehatan bukan hanya soal apa yang kita makan hari ini, tetapi juga tentang kebiasaan yang kita bangun setiap hari. Kita mungkin tidak dapat mengendalikan seluruh keadaan yang memengaruhi kesehatan. Namun, kita dapat mengambil keputusan yang lebih baik tentang makanan, aktivitas fisik, istirahat, dan cara merawat diri.

Mari menjadikan pola hidup sehat sebagai bagian dari budaya keluarga, lingkungan kerja, sekolah, kampus, dan masyarakat. 

Kita tidak perlu menunggu hari esok untuk memulai perubahan. Mulailah dari piring makan hari ini, dari pilihan minuman berikutnya, dan dari keputusan sederhana untuk lebih peduli terhadap tubuh sendiri.

Kesehatan adalah modal untuk menjalani kehidupan yang produktif, bermakna, dan bahagia. Jangan sampai kita baru menyadari betapa kesehatan itu berharga setelah kehilangannya.

Mari jaga kesehatan. Pilih makanan bergizi. Bangun kebiasaan sehat. Karena apa yang kita makan hari ini ikut menentukan kualitas hidup kita esok hari.

 

*) Penulis adalah entrepreneur, peminat filsafat dan psikologi, Pendiri & CEO VDS Group (PT Veritas Dharma Satya, PT Veritas Media Bangsa, Firma Hukum "Veritas Dignitas Salus"/VDS Law Firm)

Komentar