REFLEKSI Pancarkan Energi Positif Lewat Kata dan Perbuatan 01 Oct 2026 10:37
Mari jadikan media sosial sebagai ruang untuk menyebarkan inspirasi, motivasi, apresiasi, kritik korektif, pengetahuan dan optimisme.
Oleh: Valens Daki-Soo*
Sejak aktif di Facebook pada akhir tahun 2010, saya suka berbagi spirit dan motivasi di sana. Tanpa disadari, apa yang saya lakukan ternyata punya dasar ilmiah tentang manfaat dari "sharing" energi positif.
Setiap hari kita berinteraksi dengan banyak orang. Ada yang hanya kita temui sebentar, ada pula yang menjadi bagian penting dalam perjalanan hidup kita.
Tanpa disadari, melalui kata-kata, sikap dan perbuatan, kita sebenarnya selalu memancarkan sesuatu kepada orang lain: energi positif atau energi negatif.
Senyum yang tulus, sapaan yang hangat, kata-kata yang menguatkan, kesediaan mendengarkan, atau pertolongan kecil yang kita berikan mungkin terlihat sederhana.
Namun, bagi seseorang yang sedang menghadapi persoalan, hal-hal kecil itu bisa memiliki arti yang sangat besar.
Sebaliknya, satu kata yang kasar, hinaan, ejekan atau sikap merendahkan dapat meninggalkan luka yang jauh lebih lama daripada yang kita bayangkan.
Oleh karenanya, penting bagi kita untuk belajar menjadi pribadi yang menghadirkan ketenangan, harapan dan kebaikan di mana pun berada.
Para filsuf Stoik sejak zaman dahulu telah mengajarkan pentingnya mengendalikan respons diri. Epictetus, salah satu tokoh utama Stoisisme, menekankan bahwa manusia tidak selalu dapat mengendalikan apa yang terjadi di luar dirinya, tetapi dapat berusaha mengendalikan bagaimana dia meresponsnya.
Prinsip ini sangat relevan dalam kehidupan sehari-hari. Kita tidak dapat mengatur semua perilaku orang lain. Kita tidak bisa menentukan apakah orang lain akan menghargai, memuji atau bahkan menyakiti kita. Tetapi kita memiliki ruang untuk memilih kata-kata dan tindakan kita sendiri.
Ketika seseorang berbicara kasar kepada kita, misalnya, kita tidak harus membalas dengan kekasaran. Ketika orang lain merendahkan kita, kita tidak perlu ikut merendahkan diri dengan membalasnya secara emosional.
Kekuatan sejati justru terlihat ketika kita mampu tetap tenang dan memilih respons yang lebih baik.
Terkait dengan Kesejahteraan Psikologis
Dalam psikologi modern, perilaku menolong dan kebaikan kepada orang lain dikenal sebagai "prosocial behavior".
Penelitian yang dirangkum American Psychological Association (APA) menunjukkan bahwa tindakan kebaikan dan membantu orang lain berkaitan dengan kesejahteraan psikologis.
Bahkan, penelitian yang melibatkan ratusan studi menemukan hubungan positif -- meskipun besarnya efek bervariasi -- antara perilaku prososial dan "well-being".
Dengan kata lain, berbuat baik bukan hanya bermanfaat bagi orang yang menerima kebaikan. Orang yang melakukan kebaikan pun dapat memperoleh manfaat psikologis.
Penelitian yang lebih baru juga menunjukkan bahwa tindakan kebaikan dapat memperkuat rasa keterhubungan dengan orang lain. Rasa terhubung tersebut merupakan salah satu unsur penting bagi kesehatan psikologis.
Itu sebabnya, jangan pernah meremehkan kekuatan sebuah kata yang baik dan sebuah perbuatan kecil yang tulus.
Mungkin kita tidak mampu menyelesaikan seluruh persoalan seseorang. Tetapi kita bisa membuatnya merasa tidak sendirian.
Mungkin kita tidak bisa mengubah dunia dalam sehari. Tetapi kita bisa mengubah suasana di sekitar kita melalui sikap yang positif.
Di era media sosial, tantangan ini semakin besar. Kita hidup dalam ruang komunikasi yang memungkinkan kata-kata disebarkan dalam hitungan detik.
Oleh karena itu, sebelum menulis komentar, mengunggah sesuatu atau membagikan informasi, ada baiknya kita bertanya kepada diri sendiri: apakah yang saya sampaikan akan membawa manfaat atau justru menambah kebencian?
Jangan sampai jari-jari kita menjadi alat untuk menyebarkan kemarahan, penghinaan dan kebencian.
Sebaliknya, jadikan media sosial sebagai ruang untuk menyebarkan inspirasi, penghargaan, pengetahuan dan optimisme.
Hidup ini sudah cukup berat bagi banyak orang. Janganlah kehadiran kita justru membuat beban orang lain semakin berat.
Jadilah pribadi yang ketika hadir membawa ketenangan. Ketika berbicara membawa pencerahan. Ketika bertindak membawa manfaat. Dan ketika pergi, meninggalkan kesan yang baik.
Energi positif tidak selalu harus berupa kata-kata besar. Sering dia hadir dalam bentuk senyum, ucapan terima kasih, permintaan maaf, kesediaan mendengarkan, memberi kesempatan kepada orang lain, atau membantu seseorang tanpa banyak bicara.
Pada akhirnya, kualitas hidup kita juga tercermin dari jejak yang kita tinggalkan dalam kehidupan orang lain.
Kita mungkin tidak bisa membuat semua orang menyukai kita. Kita juga tidak perlu menghabiskan hidup untuk mencari validasi dan pengakuan dari semua orang.
Namun, kita selalu bisa memilih untuk menjadi manusia yang baik dan berarti bagi sesama.
Pancarkan energi positif lewat kata dan perbuatan.
Mengapa?
Karena kita tidak pernah tahu, mungkin satu kata baik yang kita ucapkan hari ini menjadi alasan seseorang kembali memiliki harapan untuk menjalani hari esok.
*) Penulis adalah entrepreneur, peminat psikologi, Pendiri & CEO VDS Group (PT Veritas Dharma Satya, PT Veritas Media Bangsa, Firma Hukum "Veritas Dignitas Salus")
Komentar