Breaking News

OLAHRAGA Serie A Italia Diguncang Skandal Prostitusi, Seret Pemain dan Perusahaan 23 Apr 2026 12:11

Article image
Serie A Italia tengah diguncang skandal prostitusi yang menyeret sejumlah pemain dan perusahaan. (Foto: Dok. Sport)
Kemunculan skandal ini bersinggungan dengan sebuah perusahaan penyelenggara acara di Milan yang diduga juga bertindak sebagai kedok untuk jaringan prostitusi.

ROMA, IndonesiaSatu.co-- Serie A Italia tengah diterpa isu skandal prostitusi yang menyeret sejumlah pemain. Kabarnya, 70 pemain terlibat, termasuk dari Inter dan AC Milan.

Kemunculan skandal ini bersinggungan dengan sebuah perusahaan penyelenggara acara di Milan yang diduga juga bertindak sebagai kedok untuk jaringan prostitusi. Sejumlah pemain Inter Milan yang tidak disebutkan identitasnya, dilaporkan terseret skandal jaringan prostitusi. Setidaknya 70 atlet dari klub-klub besar termasuk AC Milan dan Juventus, dilaporkan menjadi salah satu kliennya. 

Laporan dari ANSA yang dilansir FCInterNews menyebutkan, polisi setempat menangkap empat orang awal pekan ini sebagai bagian dari penyelidikan yang sedang berlangsung.

Menurut hukum Italia, prostitusi sebenarnya bukanlah kejahatan. Pelanggaran hukum terletak pada pengorganisasian, perantaraan, dan eksploitasi pekerjaan orang lain. 

Meski demikian, belum ada satu pun dari pemain yang terlibat dalam skandal ini sedang dalam penyelidikan ataupun masuk dakwaan.

"Gas Tertawa"

Selain prostitusi, dugaan penyalahgunaan narkoba juga masuk daftar penyelidikan. Para atlet tersebut diduga menggunakan apa yang disebut "gas tertawa", yang bertindak sebagai obat penenang ringan yang menyebabkan euforia.

Kandungan dalam gas tertawa disebut tidak meninggalkan jejak di dalam tubuh, yang mencegahnya terdeteksi dalam tes anti-doping. 

Aksi tersebut disinyalir secara rutin terjadi selama masa lockdown Covid meskipun ada pembatasan ketat yang diberlakukan pada saat itu. 

Sementara itu, penyelenggara acara memasarkan paket-paket tersebut sebagai "paket lengkap" termasuk hiburan malam di kota, hotel mewah, dan layanan khusus. 

Untuk saat ini, polisi telah menyita lebih dari 1,2 juta Euro (sekitar Rp 24,1 miliar) yang diduga sebagai keuntungan, tetapi penyelidikan baru saja dimulai. 

Dikutip dari Yahoo Sports, Kejaksaan Milan telah membuka penyelidikan terhadap sebuah agensi yang diduga menyelenggarakan pesta mewah yang melibatkan prostitusi dan penggunaan "gas tertawa." 

Agensi dijalankan oleh pasangan Emanuele Buttini dan Deborah Ronchi di provinsi Cinisello Balsamo. Hasil investigasi mengungkap bahwa lebih dari 100 perempuan dari beragam negara telah menjadi korban praktik agensi tersebut.

Para korban diwajibkan menetap di kantor pusat perusahaan, menanggung biaya tempat tinggal sendiri, serta menyerahkan separuh dari pendapatan mereka kepada pihak penyelenggara. 

Dalam rekaman hasil penyadapan yang dirilis oleh aparat, turut terekam proses negosiasi yang melibatkan seorang perempuan asal Brasil. Pasangan Buttini dan Ronchi, beserta dua orang rekan mereka, kini telah dikenai tahanan rumah. Mereka akan didakwa atas tuduhan mengatur layanan seksual serta melakukan pencucian uang.

Keterlibatan sejumlah atlet terungkap setelah pihak kepolisian menelusuri akun Instagram milik agensi tersebut, yang ternyata diikuti oleh beberapa pemain. 

Di samping itu, ditemukan pula aliran dana berupa transfer bank antara para tersangka dengan sejumlah figur ternama, termasuk pengusaha besar hingga pebalap Formula 1.

--- Guche Montero

Komentar