Breaking News

NASIONAL "Youth Speak Forum" di Menara Syariah: Jembatan Masa Kini dan Masa Depan 31 Jan 2026 19:11

Article image
Deputi Bidang Pelayanan Kepemudaan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Dr. Drs. Yohan, M.Si (Kedua dari kanan) bersama Komisaris Menara Syariah, H. Solichin (kedua dari kiri), Ketua AIESEC Indonesia Anju Fritzwinata (paling kanan) dan Head of Bra
Hadir juga sekitar 500-an pemuda dari berbagai latar belakang pendidikan, budaya, suku dan agama. Mereka tampak antusias mengikuti acara tersebut.

BANTEN, IndonesiaSatu.co  - Menara Syariah bersama AIESEC, sebuah organisasi pemuda non-profit internasional yang dijalankan oleh mahasiswa dan lulusan muda, menggelar kegiatan ”Youth Speak Forum”, di Menara Syariah, PIK 2, Banten, Sabtu (31/1/2026).

Acara yang mengambil tema "Future by Youth: Empowering Change Through Global Leadership and Sustainable" ini dihadiri oleh Deputi Bidang Pelayanan Kepemudaan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Dr. Drs. Yohan, M.Si, yang memberikan keynote speech sekaligus membuka acara. Acara juga dihadiri oleh Komisaris Menara Syariah, H. Solichin, Ketua AIESEC Indonesia Anju Fritzwinata dan Head of Brand and Corporate Communications PT Sompo Insurance Indonesia, Ruthania Martinelly yang juga merupakan sponsor acara.

Hadir juga sekitar 500-an pemuda dari berbagai latar belakang pendidikan, budaya, suku dan agama. Mereka tampak antusias mengikuti acara tersebut.

Deputi Kemenpora Dr. Drs. Yohan mengatakan acara ini merupakan ajang kolaborasi sekaligus kesempatan memperkenalkan kepada para pemuda bahwa ada organisasi kepemudaan di dunia yang bernama AIESEC.

Karena itu, Dr Yohan mendorong para pemuda untuk menggali informasi sebanyak mungkin tentang AIESEC sambil juga berani berbicara di dalam forum tersebut. Mereka juga diminta untuk memperjuangkan kepentingan  yang lebih luas demi masa depan bangsa dan negara yang lebih baik.

”Melalui forum ini, pemerintah mendorong para pemuda untuk bicara dan memperjuangkan sesuatu yang lebih baik ke depan. Karena itu, pemerintah senantiasa siap berkolaborasi dengan berbagai pihak demi masa depan para pemuda kita. Kita berharap, melalui forum ini ke-500 pemuda ini siap mengguncang dunia,” ujarnya.

Pemerintah, kata Dr. Yohan, sangat memperhatikan kepentingan pemuda. Hanya saja, mereka sering kali tidak tahu informasi penting yang harus mereka miliki. Karena itu, dia meminta para pemuda agar rajin berselancar mencari informasi penting termasuk informasi melalui website di Kemenpora.

”Kami memberi kesempatan yang seluas-luasnya kepada para pemuda kita agar mereka memiliki semangat untuk maju,” ujarnya.

Dr. Yohan menambahkan bahwa acara tersebut memiliki arti penting yaitu sebagai bridging atau jembatan, yang menghubungkan masa kini dengan masa depan yang lebih cemerlang.  

Dia mengharapakan para pemuda tersebut bisa menjadi pemimpin di masa depan. ”Kita akan senang jika 10-20 tahun ke depan para pemuda ini bisa menjadi pemimpin Indonesia bahkan dunia. Karena itu, pemerintah juga berkomitmen untuk terus berkolaborasi. Kalau kita abaikan para pemuda ini maka nanti Indonesia bisa hancur dan kita baru menyesal. Karena itu, kita persiapkan mereka secara lebih baik,” ujarnya.

 

Fokus pada Kepemimpinan, Keberlanjutan dan Teknologi

Sementara itu, Anju Fritzwinata mengatakan, forum yang diselenggarakan hari ini akan mengangkat tiga fokus utama, yaitu Pemuda dalam Kepemimpinan Global; Eksistensi Artificial Intelligence di antara Dunia Pendidikan dan Lingkungan; Keberlanjutan Waste Management.

Dia mengatakan, isu yang muncul saat ini berlangsung begitu cepat, dan sangat beragam. Karena itu, para pemuda ingin berpartisipasi atau mau mengambil bagian dari isu yang berkembang tersebut sehingga memberi dampak jangka panjang.

”Karena itu, yang jadi fokus kita pada hari ini adalah pada leadership, sustainability, dan technology,” jelasnya.

Acara yang berlangsung hari ini, kata Anju, bersifat terbuka untuk umum. Dia mengatakan para pemuda sangat antusias dan optimistis terharap kerja-kerja yang dilakukan hari ini.

AIESEC yang dulunya bernama Association of International Students in Economic and Commercial Sciences, pertama kali secara global di bentuk pada tahun 1948. Di Indonesia, dibentuk pertama di Universitas Indonesia pada tahun 1984. AIESEC berfokus pada perdamaian dunia melalui pertukaran mahasiswa.

AIESEC katanya, ada di 4 subregion yaitu Asia Pasifik yang meliputi Filipina, Malaysia, dan Indonesia. Juga ada di Turki, Azerbaijan, Kenya dan Yordan.

Sementara itu, Ruthania Martinelly mengatakan pihaknya ingin terlibat dalam acara ini sekaligus ingin memberi penyadaran kepada para pemuda akan pentingya menjaga aset.

”Kami ingin mengajak anak muda agar mereka terus berkarya menggapai masa depan. Namun, kami juga ingin membantu mereka dalam menghadapi tantangan masa depan. Karena risiko itu tidak mengenal usia, dan waktu, karena itu harus dimitigasi melalui asuransi. Di forum ini kami mengingatkan kepada anak muda pentingnya melindungi aset,” ujarnya.

PT Sompo Insurance Indonesia berdisi sejak tahun 1975. Itu berarti tahun ini perusahaan asuransi yang bergerak di asuransi umum dan asset seperti mobil, rumah, perjalanan dan kesehatan karyawan itu genap berusia 51 tahun. *

--- F. Hardiman

Komentar