Breaking News

NASIONAL AI Kian Masif, Menaker Sebut Vokasi Lebih Berkontribusi Signifikan di Dunia Kerja 04 Jul 2025 21:30

Article image
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menyebut kuliah 4 tahun di Indonesia bakal tidak tidak relevan lagi. (Foto: ANTARA).
"Relevansi perguruan tinggi semakin berkurang sebenarnya ketika kondisi masa depan itu semakin unpredictable. Kemudian, teknologi, IT, AI itu berkembang pesat," ujar Yassierli.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co-- Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli menyebut kuliah 4 tahun alias meraih gelar Sarjana (strata 1) di Indonesia bakal tidak relevan lagi.

Yassierli menegaskan, justru vokasi yang punya kontribusi signifikan di dunia kerja. Yassierli mengklaim data tersebut dikantongi dari berbagai perusahaan. 

Terlebih, ia menyoroti bagaimana kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) muncul secara masif.

"Relevansi perguruan tinggi semakin berkurang sebenarnya ketika kondisi masa depan itu semakin unpredictable. Kemudian, teknologi, IT, AI itu berkembang pesat," ujar Yassierli dalam Kajian Tengah Tahun (KTT) INDEF 2025, Rabu (2/7/2025).

"Malah pendidikan yang terlalu lama, 4 tahun kuliah, itu kemudian sepertinya akan kehilangan relevansinya untuk massive skill. Saya tidak bicara terkait selected atau sebagian kecil yang sifatnya adalah high skill," terang Yassierli.

Oleh karena itu, Kemnaker saat ini fokus untuk menyiapkan Balai Latihan Kerja (BLK). Yassierli menegaskan, balai-balai tersebut berfungsi melatih keahlian yang dibutuhkan di masa depan.

Ia menyebut ada 41 BLK yang dikelola langsung Kemnaker. 

Di lain sisi, ada 303 BLK milik pemerintah dan 2.421 Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) swasta.

"Kami sedang menyiapkan project based learning. Sifatnya juga baru pilot project tahun ini dengan tema-tema selain dari yang ada saat ini. Kalau saat ini kita punya balai ada yang elektronika industri, Programmable Logic Controller (PLC), permesinan, bengkel, barista, hospitality, dan lain-lain," beber Menaker.

"Yang baru sekarang sedang kita siapkan instruktur-instruktur, juga bisa melakukan pelatihan dengan tema smart operation, smart creative IT skills, agroforestry, dan green jobs," ungkapnya. 

Anak buah Presiden Prabowo Subianto itu menerangkan bahwa 4 pelatihan tersebut menjadi yang paling dicari di masa depan.

Yassierli mencontohkan bagaimana green jobs diperlukan dalam pengoperasian panel surya.

Bahkan, kemampuan-kemampuan itu diklaim tidak akan terpengaruh gejolak industri.

Menaker Yassierli menilai, keempat pelatihan itu menjadi jawaban bagi generasi muda yang ingin mendapatkan pekerjaan anti-mainstream.

"Belum lagi kita bicara smart farming, smart manufacturing, smart tourism. Jadi, tidak tergantung kepada yang ada pada eksisting dan seterusnya. Belum lagi kita bicara content creator, simple AI bagaimana untuk memanfaatkan," tutur Yassierli.

"Ini skill-skill yang bisa kita berikan dalam short term training dan menurut kami mungkin bisa menjadi suatu kurikulum baru untuk BLK yang sekarang sudah dikembangkan," tandasnya.

--- Guche Montero

Komentar