Breaking News

INTERNASIONAL Presiden Trump: AS akan Kirim 5000 Tentara Tambahan ke Polandia 22 May 2026 15:34

Article image
Pasukan Amerika Serikat. (Foto: Getty images)
Juru bicara Pentagon, Sean Parnell, menegaskan bahwa keputusan tersebut diambil sebagai hasil dari "proses komprehensif dan berlapis-lapis" dengan fokus pada posisi AS di Eropa.

WASHINGTON DC, IndonesiaSatu.co -- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan rencananya untuk mengirim sedikitnya 5.000 tentara tambahan ke Polandia karena hubungan baiknya dengan Presiden Karol Nawrocki.

Dilansir BBC, Jumat (22/5/2026), rencana tersebut berkaitan dengan keputusan Kementerian Pertahanan atau Pentagon mengurangi pasukan ke sejumlah negara Eropa seperti Jerman dan Spanyol.

"Berdasarkan keberhasilan pemilihan Presiden Polandia saat ini, Karol Nawrocki, yang dengan bangga saya dukung, dan hubungan dekat saya dengannya, dengan senang hati saya mengumumkan bahwa Amerika Serikat akan mengirimkan tambahan 5.000 pasukan ke Polandia," ungkap Trump melalui paltform Truth Social seperti dikutip dari BBC, Jumat (22/5/2026).

Sebelumnya, Pentagon mengumumkan bahwa jumlah pasukan Brigade Combat Team (BCT) di negara-negara Eropa akan dikurangi dari empat menjadi tiga.

Juru bicara Pentagon Sean Parnell menegaskan, keputusan tersebut diambil sebagai hasil dari "proses komprehensif dan berlapis-lapis" dengan fokus pada posisi AS di Eropa.

Menurut Parnell, pengurangan tersebut akan membawa jumlah tentara AS kembali ke kondisi 2021. Meski demikian, Pentagon tidak menyebut berapa rincian jumlah pasukan yang akan terdampak.

Sementara itu, seorang pejabat Polandia sekaligus seorang perwakilan NATO menyatakan pihaknya terkejut dengan keputusan Trump tersebut karena tidak ada pembicaraan apapun sebelumnya terkait penambahan pasukan.

Seperti diberitakan, beberapa pekan lalu AS mengumumkan rencana menarik 5.000 prajurit dari pangkalan militer AS di Jerman menyusul kekecewaan Trump terhadap Kanselir Jerman Friedrich Merz yang menyebut Iran "mempermalukan" AS dalam perang di Timur Tengah.

--- Aprilio G.