PERTAHANAN Valens Daki-Soo: Destroyer Asagiri Bisa Menjadi Pengganda Kekuatan Armada RI 13 Jun 2026 15:50
Valens mengatakan, sejauh yang diketahui, keunggulan terbesar Asagiri bukan hanya pada persenjataannya, melainkan pada kemampuannya mengisi kekosongan kekuatan secara cepat.
JAKARTA, IndonesiaSatu.co-- Pengamat militer Valens Daki-Soo mengatakan, kapal kelas perusak (destroyer) Asagiri dari Jepang akan menjadi pengganda kekuatan armada TNI AL jika ikut jadi diambilalih Indonesia. Hal itu dikatakan Valens kepada media, Sabtu (13/6/2026).
Di tengah kebutuhan modernisasi armada laut nasional, kemungkinan transfer kapal perusak kelas Asagiri dari Jepang menjadi perhatian banyak kalangan khususnya para pengamat pertahanan.
"Meski bukan kapal baru, Asagiri menawarkan kemampuan yang masih relevan untuk menghadapi tantangan maritim di kawasan Indo-Pasifik," ujar Valens, mantan staf khusus Wakil KSAD Letjen TNI Kiki Syahnakri.
Menurut Valens, yang juga mantan staf khusus Kepala BIN Letjen TNI Arie J Kumaat, kapal destroyer Asagiri dirancang dengan fokus pada peperangan anti-kapal selam (ASW), salah satu kemampuan yang sangat penting bagi negara kepulauan seperti Indonesia.
"Dilengkapi sonar, helikopter anti-kapal selam, serta sistem persenjataan yang memadai, Asagiri mampu memperluas jangkauan pengawasan dan perlindungan wilayah laut Indonesia," lanjut Valens.
Valens mengatakan, sejauh yang diketahui, keunggulan terbesar Asagiri bukan hanya pada persenjataannya, melainkan pada kemampuannya mengisi kekosongan kekuatan secara cepat. Dibanding membangun kapal baru yang membutuhkan waktu bertahun-tahun, transfer kapal yang sudah siap operasi dapat memberikan peningkatan kemampuan dalam waktu relatif singkat.
Selain itu, lanjutnya, kerja sama pertahanan dengan Jepang juga berpotensi membuka akses terhadap pelatihan, dukungan teknis, dan pengalaman operasional dari salah satu angkatan laut paling modern di Asia.
Meski demikian, usia kapal yang sudah tidak muda tetap menjadi tantangan. Modernisasi sistem elektronik, radar, dan persenjataan kemungkinan diperlukan agar kapal dapat beroperasi secara optimal dalam beberapa dekade ke depan.
"Karena itu, Asagiri sebaiknya dipandang bukan sebagai solusi permanen, melainkan sebagai aset strategis yang mampu memperkuat TNI AL sembari menunggu hadirnya kapal perang generasi baru. Dalam konteks tersebut, transfer kelas Asagiri bukan sekadar penambahan jumlah kapal, tetapi juga langkah yang dapat meningkatkan daya gentar dan kemampuan operasional Indonesia di lautan," pungkas Valens.
--- Guche Montero
Komentar