Breaking News

PERTAHANAN Pengamat Militer Valens Daki-Soo: Fregat Merah-Putih Tingkatkan Daya Gentar (Deterrent Power) TNI AL 17 Jun 2026 18:11

Article image
Kapal Fregat Merah Putih KRI Balaputradewa-322. (Foto: Dok. PT PAL)
Menurut Valens, kehadiran dua kapal perang canggih buatan Fincantieri Italia, KRI Brawjiaya-320 dan KRI Prabu Siliwangi-322, dan sekarang menanti aktifnya dua fregat Merah Putih yang sedang dibangun PT PAL, akan meningkatkan daya gentar (deterrent power)

JAKARTA, IndonesiaSatu.co-- Pengamat pertahanan dan keamanan Valens Daki-Soo menilai, pembangunan kapal perang jenis Fregat Merah Putih (FMP) oleh PT PAL Surabaya menunjukkan bahwa dari segi teknologi dan varian Alutsista, Indonesia makin kuat dan mandiri. Selain itu, akan meningkatkan daya gentar atau "deterrent power" dari TNI AL di kawasan Asia Tenggara.

Hal itu dikatakan Valens kepada media, Rabu (17/6/2026).

"FMP memang dibangun berdasarkan desain kapal Arrowhead 140 buatan galangan Babcock Inggris, namun PT PAL telah dan sedang membangun 2 kapal perang FMP secara mandiri. Salah satunya sudah diluncurkan dan diberi nama KRI Balaputradewa-322. Jika telah dilengkapi sistem sensor dan persenjataan, juga Combat Management System (CMS), kapal fregat ini akan menjadi paling canggih di kawasan Asia Tenggara," ujar Valens, yang pernah menjadi Manajer Marketing PT Hasuda Graha, perusahaan yang bergerak di bidang "military equipment". 

Menurut Valens, kehadiran dua kapal perang canggih buatan Fincantieri Italia, KRI Brawjiaya-320 dan KRI Prabu Siliwangi-321, dan sekarang menanti aktifnya dua fregat Merah Putih yang sedang dibangun PT PAL, akan meningkatkan daya gentar (deterrent power) armada TNI AL.

"Batch" Kedua Akan Lebih Canggih

Valens menambahkan, ia mendapat berita dari media Inggris, pembangunan kapal perang FMP untuk gelombang kedua yang terdiri dari dua kapal akan dilengkapi Vertical Launching System (VLS) dengan dimensi lebih besar.

"Saya baca di media defense Inggris, fokus utama pada batch kedua FMP adalah peningkatan signifikan pada sektor sistem peluncuran senjata, khususnya kompartemen VLS atau sistem peluncuram rudal secara vertikal," ujar Valens, mantan staf khusus Wakil KSAD Letjen TNI Kiki Syahnakri.

Valens menuturkan, menurut sumber yang diterimanya, Arrowhead 140 (desain dasar Fregat Merah Putih) pada Batch 2 akan dimodifikasi untuk mengakomodasi dimensi sel VLS yang lebih besar dan dalam (strike length) dengan jumlah peluncur sama, yakni 64 cell.

Lalu, mengapa kapasitas FMP batch kedua diperbesar?

Rudal Jelajah Jarak Jauh

Valens menjelaskan, sel VLS yang lebih besar memungkinkan kapal perang FMP membawa rudal permukaan-ke-permukaan atau rudal jelajah dengan jangkauan yang jauh lebih masif, seperti BrahMos atau sekelasnya.

Selain itu, lanjut Valens, kapal perang FMP akan mampu mengintegrasikan rudal pertahanan udara (Surface to Air Missile) jarak jauh yang membutuhkan ruang peluncuran lebih besar demi memayungi armada laut dari ancaman udara.

"Faktor Fleksibilitas Strategis (Multi Mission) juga berpengaruh. Dengan kompartemen yang luas, TNI AL memiliki fleksibilitas tinggi untuk berganti jenis persenjataan tergantung pada doktrin dan jenis misi yang dihadapi di masa depan," kata Valens.

Peningkatan ukuran VLS ini otomatis akan memengaruhi tata letak internal kapal, namun akan mendongkrak daya deteren Indonesia secara signifikan di kawasan regional.

"Dengan hadirnya FMP batch 2 yang dipersenjatai VLS berdimensi besar, Fregat Merah Putih tidak hanya sekadar menjadi kapal pengawal kedaulatan, melainkan bertransformasi menjadi heavy hitter utama yang siap melakukan proyeksi kekuatan di laut lepas," jelas Valens.

--- Guche Montero

Komentar