REGIONAL Pemkab Ende Batalkan Rangkaian Acara HUT RI Ke-81, Imbas Gempa M7,7 NTT 16 Aug 2026 20:32
"Berdasarkan koordinasi kita dengan seluruh jajaran, maka kita putuskan pelaksanaan acara HUT RI ke-81 dan semua rangkaian acaranya ditiadakan, karena ini mempertimbangkan kondisi darurat bencana," ujar Bupati Yosef.
ENDE, IndonesiaSatu.co-- Pemerintah Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT) memutuskan untuk meniadakan seluruh rangkaian acara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia ke-81 tahun 2026.
Keputusan tersebut diambil akibat bencana gempa Magnitudo 7,7 yang mengguncang beberapa wilayah di Flores, NTT,l pada Sabtu (15/8/2026) pagi WITA.
Bupati Ende, Yosef Benediktus Badeoda, menyatakan keputusan ini diambil setelah berkoordinasi dengan seluruh jajaran pemerintah dan instansi terkait. "Berdasarkan koordinasi kita dengan seluruh jajaran, maka kita putuskan pelaksanaan acara HUT RI ke-81 dan semua rangkaian acaranya ditiadakan, karena ini mempertimbangkan kondisi darurat bencana," ujar Bupati Yosef di Ende, Minggu (16/8/2026).
Fokus Penanganan Korban Terdampak
Bupati Yosef mengatakan bahwa prioritas utama saat ini yakni penanganan korban dan pemulihan pasca bencana.
Ia berharap agar kondisi darurat ini segera teratasi sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali normal.
Bupati Yosef juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat atas keputusan tersebut.
"Karena itu, kami juga menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat di Kabupaten Ende atas keputusan ini. Kita berharap bencana ini segera pulih agar warga bisa kembali beraktivitas seperti biasa," ungkap Bupati.
Diberitakan sebelumnya, gempa tektonik dengan magnitudo 7,7 mengguncang sejumlah wilayah di NTT, Sabtu pagi.
Gempa berpusat di Kabupaten Nagekeo, dengan titik gempa 30 km arah Timur Laut di kedalaman 15 km.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ende mencatat, setidaknya satu orang tewas, dan 14 orang lainya mengalami luka-luka akibat peristiwa tersebut.
Selain itu, sejumlah fasilitas dan rumah warga rusak hingga akses transportasi terganggu.
Sebelumnya, Pemda Ende dan BPDD telah membuka Posko Tanggap Darurat sebagai respon cepat terhadap kebutuhan warga terdampak di sejumlah Desa dan Kecamatan di Kabupaten Ende.
--- Guche Montero
Komentar