POLITIK Gelar Reses, Mahmud Bento: Banyak Aspirasi Rakyat Terpaksa "Mengendap" Karena Efisiensi 13 Jun 2026 10:32
Moment Reses seperti ini selalu melahirkan inspirasi dan motivasi yang terus menguatkan saya bahwa apa yang tampak terlihat di kota (Ende) tidak dirasakan oleh masyarakat di desa dan kampung," kata Bento.
ENDE, IndonesiaSatu.co--Â Anggota DPRD Kabupaten Ende dari Partai Demokrat, Mahmud Bento Djegha, menggelar Reses III masa sidang III tahun anggaran 2026/2027 di Kecamatan Wolowaru.
Pada titik pertama Reses di Kelurahan Bokasakpe, Kamis (11/6/2026), Bento menerangkan situasi dan dinamika politik di daerah Kabupaten Ende, termasuk dampak kebijakan efisiensi anggaran yang ikut dirasakan oleh lembaga DPRD Ende dalam menjalankan tupoksi.
"Sebagaimana biasanya, agenda Reses selalu mengikuti masa sidang. Tujuan Reses yakni mengunjungi konstituen di daerah pemilihan (Dapil) guna menyerap aspirasi, keluhan, dan usulan masyarakat," ungkap Politisi Demokrat Dapil IV Ende itu.
Bento menyebut, akibat efisiensi anggaran, jatah Reses setiap Anggota DPRD Kabupaten yang sebelumnya 5 titik, kini menjadi 2 titik.
Selain itu, porsi anggaran melalui pokok pikiran (pokir) DPR tidak lagi diakomodir sehingga banyak aspirasi dan usulan masyarakat terpaksa "mengendap".
Lurah Bokasakpe, Balyion Ahmad, yang mendampingi Bento pada kesempatan itu, selain menyampaikan terima kasih, juga turut menyampaikan aspirasi dan harapan masyarakat Kelurahan Bokasape agar situasi politik dan ekonomi di Kabupaten Ende segera pulih sehingga baik lembaga DPRD maupun pemerintah bisa bersama-sama bekerja untuk kepentingan rakyat.
Dalam sesi dialog, beberapa aspirasi dan usulan yang disampaikan yakni pembenahan tugu, pengadaan lampu jalan sesuai Visi Ende Terang, usulan perubahan hari pasar Woloworu kembali ke hari Jumat (sekarang berlaku hari Sabtu), permintaan bantuan bibit ikan nila dan ikan mas oleh kelompok usaha, serta bantuan kendaraan roda tiga pengangkut sampah.
Sementara pada titik kedua Reses di Dusun CWC, Desa Nakambara, Kecamatan Wolowaru, Jumat (12/6/2026), masyarakat begitu antusias mengikuti Reses.
Kepala Desa Nakambara, Subroto Nitu Mesu, dalam arahan singkatnya menyampaikan terima kasih kepada Anggota Dewan dan partisipasi masyarakat.
"Kita patut bersyukur bahwa meski dalam situasi daerah yang tengah kesulitan karena dampak efisiensi anggaran, kita masih tetap berharap kepada wakil rakyat kita yang hari ini hadir bersama kita," ungkap Kades Broto.
Kades muda ini meminta masyarakat untuk tetap menaruh kepercayaan dan rasa optimis kepada para wakil rakyat sebagai penyambung aspirasi.
"Jangan mudah terprovokasi oleh isu dan narasi yang beredar. Kita harus tetap optimis dan percaya bahwa para wakil rakyat adalah lidah penyambung aspirasi kita," kata Kades Broto.
Sementara dalam sapaannya, Bento mengatakan bahwa reses sebagai wahana dialog yang baik antara rakyat dan wakilnya untuk berkomunikasi langsung, bertemu, melihat dan mendengarkan langsung keluhan dan aspirasi rakyat.
"Pada prinsipnya, ruang Reses ini tidak hanya sebagai agenda atau rutinitas tahunan, melainkan terutama apa yang bisa diperjuangkan oleh kami di DPRD agar oleh pemerintah bisa menjawab sesuai prioritas kebutuhan dan postur anggaran daerah. Namun situasi daerah kita sedang 'tidak baik-baik saja'," sentilnya.
Di hadapan masyarakat yang hadir, Bento yang dikenal sangat vokal memperjuangkan kepentingan rakyat termasuk nasib guru honor ini, berjanji jika pada tahun anggaran 2027 mendatang kebijakan pemerintah masih minim berpihak bagi kepentingan masyarakat di kampung-kampung, maka akan ada alarm 'perlawanan'.
"Mohon dukungan dan doa dari bapa-mama sekalian agar kondisi daerah kita segera pulih dari kesulitan akibat efisiensi. Sebagai mitra, kami tetap berkomunikasi baik, namun jujur kami belum bisa menjanjikan bahkan berkontribusi apa-apa untuk masyarakat. Atas nama wakil rakyat, saya meminta maaf," ungkap Bento dengan nada tersendat sembari menahan perasaan.
Bento meminta agar masyarakat tetap optimis dan tidak mudah terprovokasi oleh narasi negatif.
"Kita berharap yang terbaik untuk daerah ini. Namun jika kebutuhan masyarakat di kampung-kampung tidak pernah disentuh oleh kebijakan pemerintah, secara moral saya merasa berdosa sebagai wakil rakyat dan merasa bertanggung jawab atas kepercayaan karena telah memilih saya," ungkap Bento.
"Moment Reses seperti ini selalu melahirkan inspirasi dan motivasi yang terus menguatkan saya bahwa apa yang tampak terlihat di kota (Ende) tidak dirasakan oleh masyarakat di desa dan kampung," pungkasnya.
Hadir dalam Reses ini Kepala Desa Nakambara, para tokoh masyarakat, kaum perempuan, kaum muda dan masyarakat Dusun CWC.
--- Guche Montero
Komentar