Breaking News

REGIONAL Semarakkan HUT RI ke-81, Pemprov NTT Gelar Pawai Pembangunan dan Karnaval Budaya 13 Aug 2026 22:50

Article image
Gubernur NTT, Melki Laka Lena membuka pawai Pembangunan dalam rangka HUT RI ke-81 tahun 2026. (Foto: Dok. Ist)
Gubernur Melki berharap kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi hiburan, tetapi juga memperkuat kebersamaan, semangat nasionalisme dan kecintaan masyarakat terhadap budaya daerah.

KUPANG, IndonesiaSatu.co-- Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (Pemprov NTT) menggelar Pawai Pembangunan dan Karnaval Budaya dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) RI ke-81 tahun.

Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (13/8/2026) siang itu dibuka dan dilepas secara resmi oleh Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena di Jalan El Tari, tepatnya di depan Rumah Jabatan Gubernur NTT.

Peserta berasal dari berbagai unsur, di antaranya Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pelajar, perguruan tinggi, paguyuban etnis, komunitas, instansi vertikal, TNI, Polri, Kejaksaan, perbankan, BUMN, serta berbagai elemen masyarakat.

Pawai tersebut menampilkan beragam kreativitas, busana adat, budaya dan hasil pembangunan daerah, sekaligus menjadi ruang bagi masyarakat untuk merayakan kemerdekaan dalam semangat kebersamaan dan keberagaman.

Ruang Keberagaman dan Kreativitas

Dalam sambutannya, Gubernur Melki mengapresiasi panitia dan seluruh peserta yang telah berpartisipasi menyukseskan kegiatan tersebut.

Gubernur Melki menyebut, Pawai Pembangunan dan Karnaval Budaya merupakan agenda tahunan yang selalu dinantikan masyarakat karena menjadi ruang untuk memperlihatkan kekuatan NTT dalam keberagaman adat, budaya, kreativitas, serta berbagai hasil pembangunan.

“Ini adalah acara yang selalu kita tunggu setiap tahun karena menampilkan seluruh kekuatan yang ada di NTT, baik dari berbagai instansi maupun adat, budaya, pakaian dan macam-macam yang lain,” ujar Gubernur Melki.

Gubernur Melki berharap kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi hiburan, tetapi juga memperkuat kebersamaan, semangat nasionalisme dan kecintaan masyarakat terhadap budaya daerah.

Gubernur juga mendorong agar momentum peringatan kemerdekaan dimanfaatkan untuk memperkuat berbagai program pembangunan daerah, termasuk pengembangan produk unggulan melalui pendekatan One Village One Product (OVOP), One Community One Product (OCOP), dan One School One Product (OSOP).

Menurutnya, pengembangan produk unggulan tersebut dapat melibatkan berbagai kelompok masyarakat, paguyuban, instansi vertikal, BUMN, BUMD, OPD hingga komunitas.

“Semoga kita terus membuat NTT ini melahirkan banyak produk andalan melalui program OVOP, OCOP, OSOP yang bisa dilahirkan dari berbagai institusi, berbagai kelompok, kelompok kerukunan, paguyuban, instansi vertikal, BUMN, BUMD, OPD, dan semuanya,” ajak Gubernur.

Gubernur Melki juga mengajak masyarakat mendukung penerapan program Jam Belajar Masyarakat pada pukul 18.00 hingga 19.30 WITA. Program tersebut diharapkan menciptakan suasana yang kondusif bagi anak-anak untuk belajar sekaligus memperkuat kebersamaan dalam keluarga.

Dari Keberagaman Menuju Persatuan

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi NTT selaku Ketua Panitia, Beni Nahak, mengatakan bahwa Pawai Pembangunan dan Karnaval Budaya bukan sekadar ajang mempertontonkan kemeriahan budaya, busana maupun kreativitas masyarakat.

Menurut Beni, kegiatan tersebut harus dimaknai sebagai ruang refleksi mengenai identitas masyarakat NTT, asal-usul, serta arah perjalanan bersama sebagai bagian utuh dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Pawai pembangunan dan karnaval budaya 2026 hendaknya kita maknai sebagai perjalanan simbolik dari keberagaman menuju persatuan, dari identitas menuju kebersamaan, dari kebersamaan menuju kemajuan,” ungkapnya.

Beni menekankan bahwa keberagaman suku, etnis, budaya dan agama yang hidup berdampingan di NTT merupakan kekuatan penting dalam membangun daerah.

"Karena itu, setiap peserta yang tampil dalam iring-iringan pawai membawa pesan tentang pentingnya persatuan serta pembangunan yang tetap berakar pada manusia dan kebudayaan," ujarnya.

Beni juga mengapresiasi antusiasme masyarakat yang memadati sepanjang rute pawai.

Menurutnya, hal tersebut menunjukkan bahwa Pawai Pembangunan dan Karnaval Budaya telah menjadi salah satu agenda yang dinantikan masyarakat setiap tahun.

Selain menghadirkan hiburan yang sehat dan edukatif, kegiatan tersebut juga memberikan dampak terhadap pergerakan ekonomi masyarakat.

Berbagai pelaku UMKM dan sektor jasa turut memperoleh manfaat, mulai dari penyewaan pakaian adat, tata rias, dekorasi, transportasi, fotografi, kerajinan hingga kuliner.

“Pembangunan tidak pernah merupakan pekerjaan satu pihak. Pembangunan adalah kerja sama, kebudayaan adalah milik bersama, dan masa depan Nusa Tenggara Timur adalah tanggung jawab bersama,” kata Beni.

Adapun kegiatan Pawai Pembangunan dan Karnaval Budaya tingkat Provinsi NTT tahun 2026 dilaksanakan melalui kolaborasi lintas perangkat daerah, paguyuban, instansi, komunitas dan berbagai elemen masyarakat.

Selain menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, kegiatan ini bertujuan memperkenalkan hasil pembangunan, melestarikan sekaligus mempromosikan kebudayaan NTT, mempererat silaturahmi antarpaguyuban etnis, serta menghadirkan hiburan yang sehat dan edukatif bagi masyarakat.

--- Guche Montero

Komentar