REGIONAL Kembali Berkantor di Flores, Gubernur Melki Temui Korban Gempa di Palu'e 09 Sep 2026 20:10
"Jangan sampai ada warga yang terlewat. Kepada masyarakat Palu'e, saya ingin menyampaikan satu hal: orang Palu'e adalah manusia-manusia petarung," kata Gubernur Melki.
MAUMERE, IndonesiaSatu.co-- Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, kembali turun langsung menemui masyarakat terdampak gempa bumi.
Pada Selasa (8/9/2026), Gubernur Melki menemui warga di Kecamatan Palu'e, Kabupaten Sikka, untuk memastikan penanganan darurat berjalan cepat, tepat sasaran, dan menjangkau seluruh masyarakat yang membutuhkan.
Gubernur Melki bersama rombongan bertolak menuju Palu'e menggunakan helikopter BNPB. Dalam kunjungan tersebut, ia didampingi Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi NTT, Benny Nahak.
Kehadiran Gubernur di Palu'e merupakan bagian dari rangkaian kerja lapangan selama masa tanggap darurat gempa Flores.
Gubernur memilih berkantor di wilayah Flores untuk mempercepat koordinasi sekaligus memastikan berbagai kebutuhan masyarakat terdampak dapat ditangani secara langsung.
Salah satu agenda penting dalam kunjungan tersebut yakni penyerahan santunan kepada warga yang mengalami luka akibat gempa. Sebanyak 34 warga menerima bantuan dari Kementerian Sosial RI sebesar Rp 5 juta untuk masing-masing korban luka.
Di hadapan masyarakat dan jajaran pemerintah daerah, Gubernur Melki menekankan pentingnya kesamaan serta keakuratan data dalam penanganan bencana.
Menurutnya, data korban dan masyarakat terdampak harus terintegrasi dan terus diperbarui. Hal itu penting agar tidak ada warga yang terlewatkan, baik dalam proses penanganan maupun penyaluran bantuan.
“Data yang sama dan akurat menjadi dasar agar pemerintah bisa memastikan setiap korban mendapatkan hak dan perhatian yang semestinya,” kata Gubernur Melki.
Gubernur Melki menyebut Palu'e bukan sekadar pulau yang harus didatangi, tetapi terutama rumah yang harus dipastikan tidak berjalan sendiri.
"Hari ini saya ingin melihat sendiri kondisi masyarakat, mendengar apa yang masih kurang, dan memastikan penanganan gempa berjalan sampai ke warga yang membutuhkan," ungkapnya.
Gubernur mengataka, kebutuhan warga Palu'e tidak semata bantuan santunan, tetapi juga akses jalan, air bersih, tambatan perahu, dan transportasi laut yang masih menjadi pekerjaan yang harus dituntaskan bersama.
"Karena itu, kami terus memperjuangkan tambahan armada feri untuk menghubungkan Palu'e dan Maumere. Dalam rapat bersama Presiden Prabowo, Senin (7/9/26), kebutuhan ini sudah saya sampaikan. Presiden mengarahkan agar potensi armada laut dioptimalkan melalui koordinasi dengan TNI AL," beber Gubernur Melki.
Ia menambahkan, Kementerian Perhubungan juga menyiapkan satu kapal feri ASDP untuk mendukung penyeberangan dan distribusi bantuan menuju Palu'e.
"Ini bukan hanya soal kapal. Ini soal bagaimana bantuan bisa lebih cepat sampai, masyarakat bisa lebih mudah bergerak, dan aktivitas ekonomi bisa kembali berjalan," ujarnya.
Gubernur kembali menegaskan kepada jajaran pemerintah agar data korban dan masyarakat terdampak harus sama, akurat, dan terus diperbarui.
"Jangan sampai ada warga yang terlewat. Kepada masyarakat Palu'e, saya ingin menyampaikan satu hal: orang Palu'e adalah manusia-manusia petarung," katanya memotivasi.
Gubernur Melki mengaku percaya dengan kekuatan masyarakat dan kerja bersama pemerintah pusat, provinsi, kabupaten, BNPB, TNI/Polri, serta seluruh pihak, Palu'e akan bangkit.
"Terima kasih Camat Palu'e Rudolfus Riba dan seluruh masyarakat yang telah menerima kami dengan hangat. Kita tidak datang hanya untuk melihat. Kita datang untuk mendengar, bekerja, dan memastikan ada tindak lanjut. Palu'e, kita bangkit bersama," pungkasnya.
Sementara itu, Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago menyampaikan apresiasi atas kehadiran langsung Gubernur NTT di tengah masyarakat Palu'e.
Bupati Juventus juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi NTT, serta seluruh pihak yang terus memberikan perhatian dan dukungan bagi masyarakat terdampak gempa.
Selain menyerahkan bantuan dan berdialog dengan warga, Gubernur Melki dan rombongan juga meninjau langsung sejumlah lokasi dan fasilitas yang terdampak, termasuk tambatan perahu di Palu'e.
Peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat langsung kondisi infrastruktur serta kebutuhan masyarakat, sehingga langkah pemulihan nantinya dapat disusun berdasarkan kondisi riil di lapangan.
“Atas nama masyarakat Kabupaten Sikka, khususnya Pulau Palu'e, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi tulus untuk langkah strategis Bapak Gubernur yang memperjuangkan penambahan armada Feri untuk menghubungkan Pulau Palu'e dan Maumere,” ujar Bupati Juventus.
Kehadiran pemerintah di Palue menegaskan bahwa masyarakat terdampak gempa tidak berjalan sendiri menghadapi masa sulit. Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi NTT, Pemerintah Kabupaten Sikka, BNPB, TNI/Polri, serta berbagai pihak terus memperkuat sinergi untuk memastikan penanganan darurat, distribusi bantuan, hingga proses pemulihan masyarakat berjalan optimal.
--- Guche Montero
Komentar