Breaking News

INTERNASIONAL Sekjen PBB Bertemu Presiden Iran di New York, Bahas Konflik Timur Tengah dan Selat Hormuz 26 Sep 2026 17:36

Article image
Presiden Iran Masoud Pezeshkian (kiri) dan Sekjen PBB Antonio Guterres di New York. (Foto: DPA)
Secara khusus Guterres menyoroti masalah pelayaran internasional di Selat Hormuz yang terganggu sekian lama akibat diblokade Iran.

NEW YORK, IndonesiaSatu.co -- Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengadakan pertemuan dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian di New York, Jumat (25/9/2026).

Disitir dari DPA, Sabtu (26/9/2026), dalam pertemuan tersebut Guterres dan Pezeshkian membahas sejumlah hal mengenai penyelesaian konflik di Timur Tengah hingga situasi Selat Hormuz.

Kedua tokoh tersebut menekankan pentingnya dialog dan negosiasi untuk mencapai penyelesaian konflik di Kawasan tersebut.

Secara khusus Guterres menyoroti masalah pelayaran internasional di Selat Hormuz yang terganggu sekian lama akibat diblokade Iran.

"Sekretaris Jenderal Guterres menegaskan urgensi penyelesaian konflik di Timur Tengah lewat dialog dan negosiasi, dengan tetap menghormati hukum internasional secara penuh, termasuk hak dan kebebasan navigasi internasional di selat Hormuz," demikian pernyataan resmi PBB seperti dikutip dari DPA, Sabtu (26/9).

Disebutkan, Guterres juga menegaskan kembali komitmen PBB untuk mendukung seluruh upaya diplomasi yang selama ini berjalan.

Pertemuan tersebut berlangsung di tengah langkah Iran yang mengajukan usulan rencana tujuh hari untuk menghentikan konflik sekaligus membuka kembali jalur perairan strategis di Selat Hormuz.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyampaikan bahwa usulan tersebut telah diteruskan ke pihak Washington melalui Qatar.

Ia menambahkan, jika semua syarat yang diajukan terpenuhi, Selat Hormuz dapat kembali dibuka dalam waktu tujuh hari.

Akan tetapi, pihak Amerika Serikat (AS) belum memberikan tanggapan resmi secara terbuka terkait usulan tersebut. Bahkan, Presiden AS Donald Trump dikabarkan menolak proposal perdamaian terbaru yang diajukan Iran.

Seperti diktahui, AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari lalu, yang diklaim pihak Teheran telah menewaskan ribuan orang.

Sebaliknya, Iran melakukan serangan rudal dan pesawat nirawak (drone) sejumlah target dan menutup akses Selat Hormuz yang menjadi salah satu jalur sangat penting bagi pasokan energi internasional.

--- Aprilia G.