INTERNASIONAL Serangan Rudal Houthi ke Istana Presiden Yaman, Lima Orang Tewas dan 16 Terluka 16 Oct 2026 16:02
PM Shaya Mohsen al-Zindani mengecam milisi Houthi dan menyebut serangan tersebut sebagai "serangan teroris" yang bertujuan mengganggu lembaga negara.
ADEN, IndonesiaSatu.co -- Kelompok milisi Houthi melakukan serangan rudal ke istana presiden Yaman di kota pelabuhan Aden yang menjadi pusat pemerintahan sementara negara Yaman. Serangan pada Kamis (15/10/2026) tersebut menewaskan dua pengawal Perdana Menteri (PM) Shaya Mohsen al-Zindani.
Dilansir DPA, Jumat (16/10/2026), PM Shaya Mohsen al-Zindani dan sejumlah pejabat pemerintah lainnya selamat dari serangan tersebut.
Otoritas resmi Yaman mengecam serangan tersebut sebagai upaya pembunuhan terhadap pejabat negara.
Asap terlihat mengepul di dekat Istana al-Maashiq yang menjadi markas pemerintah Yaman yang diakui secara internasional.
Kelompok Houthi telah mengeluarkan pernyataan bertanggung jawab atas serangan terhadap markas pemerintah di Aden.
Juru bicara militer Houthi Yahya Saree mengatakan, bangunan tersebut digunakan otoritas Yaman sebagai "ruang operasi perang Saudi".
Ia juga menyatakan kehadiran militer atau ekonomi Arab Saudi di wilayah Yaman akan menjadi target sah angkatan bersenjata kelompok tersebut.
Melalui media sosial, PM Shaya Mohsen al-Zindani mengecam milisi Houthi dan menyebut serangan tersebut sebagai "serangan teroris" yang bertujuan mengganggu lembaga negara.
Al-Zindani menegaskan, operasi militer Yaman akan terus berlanjut hingga setiap “inci persegi Yaman" dibebaskan dari kendali milisi-teroris Houthi.
Pernyataan al-Zindani itu berkaitan dengan operasi militer yang terus berlangsung untuk merebut kembali ibu kota Yaman, Sana’a, yang jatuh ke tangan Houthi pada 2014.
--- Aprilio G.