INTERNASIONAL Diserang Milisi Houthi, Arab Saudi Perpanjang Penutupan Bandara Riyadh 13 Oct 2026 11:47
Rentetan serangan Houthi terhadap Bandara Internasional King Khalid di Riyadh merupakan ancaman paling serius terhadap penerbangan Arab Saudi dalam beberapa tahun terakhir.
RIYADH, IndonesiaSatu.co -- Pemerintah Arab Saudi memperpanjang penutupan operasional Bandara Internasional King Khalid di Riyadh hingga Sabtu (17/10) pukul 21.00 waktu setempat akibat serangan rudal milisi Houthi pada akhir pekan lalu.
Disitir dari DPA, Selasa (13/10/2026), pejabat penerbangan sipil Arab Saudi) menyatakan operasional bandara tersibuk kedua di Saudi itu dihentikan sementara untuk menyelesaikan prosedur demi keselamatan pengunjung dan staf.
Penutupan tersebut juga untuk memperbaiki kembali sejumlah bandara yang rusak dalam serangan Houthi.
Seperti diberitakan, Bandara Internasional King Khalid dihantam serangan rudal Houthi yang mengakibatkan 13 orang meninggal dunia, Sabtu (10/10/2026).
Ratusan orang lainnya terluka akibat reruntuhan bangunan di bandara akibat serangan yang dianggap paling mematikan di Saudi dalam 10 tahun terakhir.
Dalam serangan Houthi berikutnya di bandara yang sama, Minggu (11/10/2026), satu orang dilaporkan tewas dan belasan lainnya terluka.
Otoritas Saudi menyatakan, sistem pertahanan negaranya berhasil menangkis serangan rudal Houthi yang kembali menargetkan bandara di Riyadh pada Senin malam (12/10/2026) waktu setempat.
Rentetan serangan Houthi ke bandara Riyadh merupakan ancaman paling serius terhadap penerbangan Saudi dalam beberapa tahun terakhir.
Flightradar24, situs pelacak lalu lintas udara, menunjukkan bahwa sejumlah pesawat menghindari Riyadh akibat serangan Houthi sejak Sabtu lalu.
Selain itu, serangan-serangan milisi Houthi juga mengganggu persiapan sejumlah acara besar yang akan digelar Riyadh, di antaranya konferensi investasi unggulan kerajaan dan Kongres Energi Dunia (World Petroleum Council/WPC).
--- Aprilio G.