PENDIDIKAN Komite dan Orang Tua Siswa SDK Wololele B Gotong Royong Secara Swadaya Benahi Infrastruktur Penunjang 12 Jun 2026 21:46
Kami semua merasa memiliki dan bertanggung jawab terhadap keberlangsungan lembaga pendidikan ini. Kami semua ikut terlibat dalam pekerjaan ini dan mau meninggalkan segala urusan kami. Ini untuk pendidikan dan masa depan anak-anak kami," ungkap Bapak Tonc
ENDE, IndonesiaSatu.co-- Segenap pemangku kepentingan di lembaga pendidikan Sekolah Dasar Katolik (SDK) Wololele B, Desa Liselowobora, Kecamatan Wolowaru, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), menunjukkan kepedulian, semangat gotong royong, rasa memiliki dan kecintaan terhadap pendidikan anak-anak mereka.
Semangat gotong royong dan kontribusi dana secara swadaya dibuktikan oleh Komite sekolah dan para orang tua/wali murid dengan memperbaiki tangga sekolah, pengerjaan tembok penyokong dan saluran air.
Hal itu merupakan program Komite Sekolah yang mendukung Visi Sekolah yaitu Cinta Lingkungan guna menciptakan atmosfer pendidikan yang nyaman, aman dan kondusif di lingkungan sekolah.
Sebagai salah satu Sekolah Dasar dengan torehan Rapor Pendidikan Hijau berturut-turut dalam dua tahun terakhir, segenap pemangku kepentingan di lembaga tersebut terus berkomitmen menjaga marwah sekolah sejak didirikan tahun 1963 ini.
Selain potret pendidikan formal dan informal yang tertata secara sistematis dan terpercaya setiap tahun ajaran berjalan, infrastruktur dan fasilitas penunjang menjadi kebutuhan vital yang tidak bisa dianggap remeh.
Setelah kebutuhan akan akses internet di lingkungan sekolah terpenuhi melalui bantuan BAKTI Kominfo, kini akses infrastruktur jalan menuju sekolah menjadi pekerjaan bersama dalam semangat gotong-royong dan swadaya. Komite Sekolah, para Guru, Orang Tua/Wali murid, serta para murid, dengan penuh antusias bahu-membahu mengerjakan rabat jalan sejauh 70 meter tersebut.
Jaga Spirit "Sa Ate Tau Mbale"
Ketua Komite SDK Wololele B, Bapak Antonius Sapa, kepada media ini, Jumat (12/6/2026), menerangkan bahwa tiga titik pekerjaan ini dikerjakan oleh para orang tua murid berdasarkan domisili siswa.
Ketua Komite yang akrab disapa Bapak Tonce itu mengapresiasi antusiasme dan keterlibatan para orang tua murid dalam pekerjaan tersebut.
"Ini wujud semangat 'sa ate tau mbale' (bersatu hati untuk kebaikan dan keberhasilan). Ini bentuk dukungan nyata Komite dan para orang tua/wali untuk mendukung pendidikan dan masa depan anak-anak," ungkap Bapak Tonce.
Bapak Tonce mengaku, partisipasi Komite dan para orang tua/wali, merupakan bentuk tanggung jawab dan komitmen bersama sehingga lembaga pendidikan SDK Wololele B terus eksis dan berkembang lebih baik.
"Kami semua merasa memiliki dan bertanggung jawab terhadap keberlangsungan lembaga pendidikan ini. Kami semua ikut terlibat dalam pekerjaan ini dan mau meninggalkan segala urusan kami. Ini untuk pendidikan dan masa depan anak-anak kami," ungkap Bapak Tonce sembari menyampaikan terima kasih kepada pihak sekolah yang telah berkoordinasi dan berkomunikasi.
Tanggung Jawab Bersama
Pengawas Pembina Pendidikan Dasar (Dikdas), Maria Magdalena Tea, S.Pd,SD memberikan apresiasi untuk Kepala Sekolah, para guru, Komite, dan para orang tua/wali murid yang telah membangun fondasi pendidikan berlandaskan semangat gotong-royong dan kolaborasi.
"Dengan atmosfer pendidikan yang kondusif, maka aspek literasi, numerasi, dan karakter anak akan dapat terwujud, terutama menciptakan kemandirian di bidang pendidikan terhadap urusan khusus seperti ini," kata Ibu Len.
Menurutnya, pola komunikasi, koordinasi dan kolaborasi merupakan kunci utama dalam mewujudkan apa yang menjadi project bersama.
Ia mengapresiasi semangat kerjasama dalam memajukan lembaga pendidikan SDK Wololele B melalui hal-hal biasa dan sederhana namun punya makna dan dampak yang luar biasa.
"Kontribusi yang ditunjukan luar biasa; bersama bergerak dan bergerak bersama untuk pendidikan yang unggul dan inovatif di SDK Wololele B. Teruslah berkolaborasi dan bersinergi untuk mengembangkan karakter dan budaya positif menuju pendidikan abad 21," harap Ibu Len.
Kesan bangga juga diutarakan Kepala Sekolah SDK Wololele B, Drs. Aurelius G. V. Dorelagu.
Kepsek Aurelius mengaku sangat bangga dengan semangat dan atusiasme Komite dan para orang tua/wali murid, serta para guru yang sangat memahami kondisi dan kebutuhan sekolah.
"Pengerjaan secara swadaya ini sudah dimulai sejak 2019 lalu, dan pada 2020 sempat berhenti karena pandemi Covid. Tahun 2025 dan tahun 2026 ini kembali dilanjutkan," ungkap Kepsek Aurelius.
"Terima kasih untuk komite dan para orang tua/wali murid yang sudah menunjukkan semangat 'sa ate tau mbale' demi kemajuan dan kebaikan lembaga pendidikan yang kita cintai ini," tutup Kepsek Aurelius.
--- Guche Montero
Komentar