Breaking News

KESEHATAN Perkuat Edukasi Kesehatan Lewat ASK ME DAGUSIBU, TP PKK NTT Gandeng IAI dan UGM 19 Jul 2026 15:05

Article image
Penandatanganan MoU Program ASK ME DAGUSIBU antara TP PKK Provinsi NTT dengan IAI NTT. (Foto: Tutur/Gusti Tetiro)
"Kolaborasi ini bukan hanya menjadi program pengabdian masyarakat, tetapi juga investasi jangka panjang dalam membangun masyarakat NTT yang lebih sehat, cerdas, dan berdaya," pungkasnya.

KUPANG, IndonesiaSatu.co-- Dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (Pelprov NTT) terus memperkuat kolaborasi dan sinergi lintas sektor.

Salah satu upaya nyata yakni penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) Program Apoteker Sahabat Keluarga; Mengedukasi Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang Obat yang Baik dan Benar (ASK ME DAGUSIBU antara Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi NTT dan Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Provinsi NTT.

Program ASK ME DAGUSIBU sendiri disiapkan sebagai bagian dari dukungan terhadap pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Gadjah Mada (UGM) di berbagai wilayah NTT.

Edukasi Kesehatan Berbasis Keluarga

Ketua TP PKK Provinsi NTT, Mindriyati Astiningsih Laka Lena, mengatakan bahwa kolaborasi tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun edukasi kesehatan masyarakat berbasis keluarga melalui sinergi antara kader PKK, tenaga kesehatan, dan perguruan tinggi.

“Melalui sinergi segitiga emas antara penggerak masyarakat (PKK), profesional kesehatan (IAI), dan akademisi (UGM), kita berkomitmen menghadirkan program pengabdian masyarakat yang terarah, aplikatif, dan berdampak langsung pada peningkatan kualitas hidup serta edukasi kesehatan keluarga di bumi Flobamora,” ujar Asti, sapaan akrab Mindriyati Astiningsih Laka Lena, di Kupang, Jumat (17/7/2026) melansir tutur.co.id

Menurut Asti, kehadiran mahasiswa KKN Tematik UGM akan menjadi energi baru dalam mendukung berbagai program kesehatan di tingkat desa.

"Para mahasiswa akan didampingi oleh Apoteker yang tergabung dalam IAI NTT, sementara kader PKK akan menjadi ujung tombak penyebarluasan edukasi kepada masyarakat," terangnya.

Asti optimis kolaborasi tersebut dapat mempercepat penanganan berbagai persoalan kesehatan, terutama peningkatan literasi masyarakat mengenai penggunaan obat yang benar, aman, dan rasional.

“Kami percaya kolaborasi lintas sektor inilah yang akan mempercepat penanganan berbagai isu kesehatan strategis di daerah. Terima kasih kepada IAI NTT dan UGM atas komitmen serta kepedulian yang luar biasa ini,” ungkapnya.

Melalui Program Kampung ASK ME DAGUSIBU, masyarakat diharapkan semakin memahami cara memperoleh, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat secara tepat sehingga dapat mengurangi risiko kesalahan penggunaan obat serta meningkatkan kualitas kesehatan keluarga.

Asti juga mengajak seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah daerah, tenaga kesehatan, perguruan tinggi, dan masyarakat untuk bersama-sama menyukseskan pelaksanaan KKN Tematik UGM di NTT.

"Kolaborasi ini bukan hanya menjadi program pengabdian masyarakat, tetapi juga investasi jangka panjang dalam membangun masyarakat NTT yang lebih sehat, cerdas, dan berdaya," pungkasnya.

--- Guche Montero

Komentar