REGIONAL Apresiasi Baksos Kementerian ESDM, Bupati Nagekeo: Ini Wujud Negara Hadir Bersama Rakyat 01 Oct 2026 20:23
"Karena itu, kami di Nagekeo punya slogan: 'bangkit lebih cepat, tumbuh lebih kuat'. Semangat ini harus lahir dari pemahaman bahwa kita harus 'berdamai dengan alam dan bersahabat dengan bencana'," ajak Bupati Simplisius.
MBAY-NAGEKEO, IndonesiaSatu.co-- Bupati Nagekeo, Simplisius Donatus, SH mengapresiasi perhatian pemerintah pusat melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) lewat kegiatan bakti sosial kepada warga terdampak gempa di wilayah Kabupaten Nagekeo, Flores, NTT.
Apresiasi itu diutarakan Bupati Simplisius di hadapan Ketua Tim ESDM Siaga Bencana Kementerian ESDM Komjen Pol (Purn) Drs Rudy Sufahriadi bersama rombongan Kementerian ESDM dalam lanjutan kegiatan baksos di posko utama pengungsian BPBD, halaman kantor Bupati Nagekeo, Kamis (1/10/2026).
Bupati Simplisius mengatakan, aneka kegiatan baksos oleh Kementerian ESDM seperti pelayanan kesehatan gratis, "trauma healing", bantuan paket sembako, bantuan kebutuhan pendidikan dan kebutuhan terkait bencana, merupakan bentuk kepedulian, perhatian dan dukungan nyata pemerintah pusat bagi warga terdampak bencana.
"Ketika kita mengalami bencana dan musibah, inilah wujud kepedulian nyata. Ketika negara sungguh hadir, maka meski dilanda bencana kita tidak merasa sendirian, kita selalu dikuatkan," ungkap Bupati Simplisius.
"Atas nama pemerintah dan masyarakat Nagekeo, saya menyampaikan terima kasih kepada keluarga besar Kementerian ESDM yang telah hadir di bumi Nagekeo ini," lanjutnya.
Berdamai dengan Alam, Bersahabat dengan Bencana
Bupati Simplisius menyebut, dalam dua tahun terakhir wilayah Kabupaten Nagekeo dilanda dua bencana berturut-turut, yakni bencana banjir bandang tahun 2025 lalu dan bencana gempa pada 15 Agustus 2026 lalu.
Bupati Simplisius menjelaskan, berbeda dari bencana banjir bandang yang penanganannya secara terpusat, sebaliknya bencana gempa tersebar hampir di seluruh wilayah Nagekeo, bahkan beberapa Kabupaten di pulau Flores.
Berangkat dari pengalaman sulit pada saat-saat awal bencana gempa, Bupati Nagekeo lantas meminta perhatian pemerintah pusat.
Bupati Simplisius menyebut, Nagekeo tercatat 10 dari 14 kategori bencana menurut Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB).
Artinya, kata Bupati, Nagekeo berpotensi mengalami bencana, baik gempa, tanah longsor, maupun banjir.
"Karena itu kami berharap agar pemerintah pusat bisa membuat skema agar Kabupaten Nagekeo ini ada persediaan awal untuk penanganan bencana, termasuk fasilitas untuk penanganan darurat bencana seperti misalnya mobil, tandon air, terpal atau tenda pengungsi siap pakai," ujar Bupati.
Kepada ribuan masyarakat yang hadir, Bupati Simplisius mengingatkan bahwa untuk menjadi kuat, untuk menjadi hebat tidak lahir dari kemudahan tetapi lahir dari kesulitan yang datang beruntun.
"Karena itu, kami di Nagekeo punya slogan: 'bangkit lebih cepat, tumbuh lebih kuat'. Semangat ini harus lahir dari pemahaman bahwa kita harus 'berdamai dengan alam dan bersahabat dengan bencana'," ajak Bupati.
Guna mendukung keberlangsungan birokrasi di daerahnya akibat beberapa gedung dan fasilitas yang rusak, Bupati Nagekeo meminta perhatian pemerintah pusat membantu modular office sebagai sarana kerja sementara bagi perangkat daerah.
"Tentu tahal perbaikan fasilitas pelayanan umum tidak hanya satu atau dua bulan. Karena itu, kebutuhan modular office menjadi tuntutan bagi kami saat ini demi memastikan pelayanan umum kepada masyarakat. Berapapun yang berkenan dibantu akan menjadi dukungan yang berarti bagi kami," pinta Bypati Simplisius.
"Sekali lagi, terima kasih atas segala bentuk kepedulian, dukungan dan kolaborasi ini. Semoga terus berlanjut demi percepatan pemulihan bencana di kabupaten Nagekeo ini," pungkas Bupati.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala dan Tim Balai Pemantuan Gunung Api dan Mitigasi Bencana Geologi NTT, Plh Asisten Perekonomian dan Perdagangan Kepala Balai Pemantuan Gunung Api dan Mitigasi Gerakan Tanah Sulawesi dan Maluku, jajaran pejabat di lingkungan Dirjen Minerba, DPH Migas, dan Dirjen EBTKE, para pimpinan OPD lingkup Pemda Nagekeo, Camat Aesesa, Direktur Rumah Sakit Aeramo dan jajaran, Kepala Desa Tunggu Rambang, Kepala Desa Marapokot, Kepala Desa Nangan Erok bersama segenap warga penerima manfaat, serta awak media cetak dan elektronik.
--- Guche Montero
Komentar