GAYA HIDUP Menyikapi Rekan Kerja yang Bergaya "Bossy" 07 Jan 2016 23:17
Seyogianya Anda tidak menyia-nyiakan energi menghadapi rekan kerja seperti itu. Anda harus tetap fokus mengerjakan tugas dan tanggung jawab Anda secara maksimal.
Karakter manusia sangat beraneka dengan segala sisi positif maupun negatifnya. Salah satu tantangan di lingkungan kerja adalah berhadapan dengan rekan kerja yang memiliki sifat egois dan ingin menonjolkan diri dalam segala hal, bila perlu dengan mengorbankan sesama rekannya setim. Jika sifat egois muncul begitu kuat pada rekan kerja Anda, mereka tampak selalu mementingkan diri sendiri dan tidak peduli terhadap orang lain.
Demikian juga sikap bossy, atau memperlakukan diri sebagai bos yang harus selalu dipatuhi dan dihormati. Istilah ini diperuntukkan bagi orang yang suka menyuruh atau memerintah orang lain sesuai dengan kemauannya dan kurang memiliki tenggang rasa. Biasanya orang yang bossy kurang peka, egoistis (mengutamakan kepentingan sendir) dan egosentris (menempatkan diri sebagai pusat perhatian). Sikap seperti ini bisa dimiliki siapa saja, tanpa melihat status, strata dan dari kalangan manapun.
Memang tidak mudah menghadapi rekan kerja yang bossy. Dapat dipahami jika Anda merasa kesal atau memendam kecewa terhadap rekan kerja yang hobinya memerintah. Terkadang Anda disuruh mengerjakan sebagian besar tugasnya, sementara dia sendiri malah 'sibuk' mencari pekerjaan di luar tugas pokoknya. Padahal, Anda dan dia bekerja sebagai satu tim.
Semakin bikin kesal, jika jika rekan kerja Anda yang bossy itu hanya bisa mengandalkan Anda untuk menyelesaikan tugasnya, bahkan cenderung manipulatif.
Seyogianya Anda tidak perlu menyia-nyiakan energi untuk mengutuk, apabila menghadapi rekan kerja seperti itu. Yang terpenting, Anda harus tetap fokus mengerjakan tugas dan tanggung jawab Anda secara maksimal. Cepat atau lambat, pada akhirnya atasan Anda bisa menilai kesejatian diri, kemampuan, kesungguhan, loyalitas dan dedikasi setiap karyawannya.
Menghadapi rekan kerja yang suka bergaya bossy, sebuah sumber menganjurkan kiat-kiat sebagai berikut.
1. Buatlah Daftar Pekerjaan/list Tertulis
Anda bisa membuat dan memajang print out tugas kerja Anda di atas meja kerja. Selain untuk mengingatkan akan kewajiban Anda, juga secara tidak langsung, mengingatkan dan membuat enggan rekan kerja Anda jika ingin memerintah Anda menyelesaikan tugasnya.
Jika memaksa, Anda bisa menolak dengan halus dan tidak marah. Misalnya, Anda bisa bilang, "Maaf itu di luar tugas saya dan saat ini saya sedang sibuk."
2. Tegas
Tegas tidak sama dengan galak. Tegas berarti memosisikan diri Anda pada tingkat terhormat dan prinsipil. Dengan begitu, Anda tidak selalu dianggap lemah, diremehkan dan bisa disuruh-suruh. Tegas namun sopan, agar rekan kerja yang bersikap nge-bossy bisa segera menyadari kesalahannya.
3. Profesional
Jika Anda mampu bersikap profesional, maka secara otomatis rekan kerja akan menghargai dan menghormati Anda. Tunjukkan sikap profesional Anda dalam melakukan dan menyelesaikan pekerjaan, pada rekan kerja dan pimpinan Anda. Caranya antara lain, menggunakan waktu sebaik mungkin, saat serius pada jam kerja ataupun bersantai pada jam istirahat.
4. Komunikasi dengan Rekan Kerja yang Lain
Jika Anda sulit melakukannya sendiri, maka Anda bisa berkomunikasi dengan rekan kerja yang lain untuk bisa menghadapi rekan kerja bossy tersebut. Bukan memusuhinya bersama, tetapi meminta pengertiannya dan memberi masukan yang baik agar ia segera menyadari kesalahannya.
5. Stay Calm
Teman bossy itu suka melontarkan apapun yang ada di pikirannya secara langsung. Mereka tidak berpikir apakah perkataannya itu benar, salah, ataupun menyakiti hati orang lain. Apabila sudah terjadi seperti ini, sebaiknya Anda diam aja. Anda harus stay calm, tetap tenang, jangan ikut terpancing emosinya untuk menghindari terjadinya percekcokan.
6. Bicara dengan Pimpinan
Jika sudah membuat suasana kerja tidak kondusif dan menggangu kinerja Anda, tidak ada salahnya Anda berkomunikasi dengan pimpinan. Dengan demikian, pimpinan bisa memberi arahan dan penegasan kepada staf-stafnya agar dapat menyelesaikan pekerjaan sesuai tugas dan tanggung jawab mereka.
Nah, jika Anda merasa tidak sanggup lagi menghadapi rekan kerja bossy yang kelewatan, meski segala cara sudah Anda tempuh, barulah Anda bisa mulai memikirkan untuk pindah ke desk berbeda atau gabung dengan tim lain. Hal itu tentu harus dibicarakan dahulu dengan atasan. Seandainya ada peluang yang lebih menjanjikan di luar sana, baiklah Anda mencaritahu dan mulai mempelajari institusi baru yang lebih bonafid dan membuat Anda bekerja dengan nyaman.
--- Eliane