KESEHATAN Bukan Flu, Namun Batuk Karena GERD? Ini Gejala dan Cara Mengatasinya 09 Dec 2024 17:30
GERD (gastroesophageal reflux disease) merupakan kondisi saat asam lambung naik ke kerongkongan. Lantas, bagaimana GERD bisa memicu terjadinya batuk?
JAKARTA, IndonesiaSatu.co - Batuk karena GERD adalah salah satu kondisi yang jarang disadari. GERD (gastroesophageal reflux disease) merupakan kondisi saat asam lambung naik ke kerongkongan. Lantas, bagaimana GERD bisa memicu terjadinya batuk? Dan apa saja perbedaan batuk karena asam lambung naik dengan batuk yang disebabkan oleh masalah kesehatan lainnya?
Mari simak penjelasan tentang batuk karena GERD selengkapnya melalui artikel di bawah ini.
Mengapa GERD Memicu Batuk?
Belum diketahui secara pasti mengapa GERD dapat menyebabkan batuk. Namun, naiknya asam lambung ke kerongkongan diketahui bisa menjadi pemicunya. Pasalnya, naiknya asam lambung dapat memicu iritasi pada kerongkongan dan menyebabkan peradangan.
Oleh karena itu, tubuh akan mengeluarkan respons berupa batuk untuk melindungi saluran pernapasan akibat refluks asam lambung. Adapun beberapa faktor yang dapat menyebabkan GERD kemudian memicu batuk adalah sebagai berikut:
- Mengonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan.
- Merokok.
- Mengonsumsi makanan pemicu naiknya asam lambung, seperti makanan pedas dan gorengan.
Gejala Batuk karena GERD
Sejumlah gejala lainnya yang menyertai gejala batuk karena GERD, sehingga dapat dibedakan dengan gejala batuk karena masalah kesehatan lainnya adalah sebagai berikut:
- Heartburn (sensasi panas atau terbakar pada dada), mual, dan perut kembung.
- Batuk-batuk saat berbaring.
- Sulit menelan makanan.
- Nyeri dada.
- Bau tidak sedap saat bernapas.
- Suara serak.
- Tidak disertai gejala asma atau reaksi alergi, seperti mengi, berdahak, hidung tersumbat, mata berair, dan gatal-gatal pada kulit.
Diagnosis Batuk karena GERD
Seperti yang telah disebutkan di atas, batuk yang berlangsung secara terus-menerus bisa saja dipicu oleh GERD. Namun, perlu dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu untuk mengetahui kemungkinan-kemungkinan penyebab batuk lainnya, seperti infeksi dan alergi.
Apabila batuk tak kunjung membaik dalam kurun waktu tiga minggu meski sudah diberikan pengobatan, penderita disarankan untuk melakukan pemeriksaan rontgen dada.
Jika hasil pemeriksaan rontgen dada tidak menunjukkan adanya infeksi atau penyakit saluran pernapasan lainnya namun batuk masih terus berlangsung, kemungkinan besar batuk tersebut disebabkan oleh GERD.
Guna menegakkan diagnosis batuk karena GERD, pemeriksaan yang akan dilakukan pun berbeda dengan pemeriksaan batuk pada umumnya. Dalam mengonfirmasi kondisi ini, dokter akan melakukan pemeriksaan endoskopi.
Perlu diketahui, Endoskopi adalah prosedur medis yang dilakukan untuk melihat dan mendeteksi gangguan atau masalah di sepanjang saluran cerna dengan menggunakan selang kecil berkamera yang dimasukkan ke dalam tubuh.
Cara Mengatasi Batuk karena GERD
Ciri-ciri dari batuk karena GERD umumnya berupa batuk kering, yang sering kali muncul saat penderitanya akan tidur atau memerlukan fokus saat beraktivitas. Kondisi ini bisa sangat mengganggu apabila tidak segera diatasi.
Adapun beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi gejala batuk karena asam lambung naik (GERD) adalah sebagai berikut:
1. Memperbanyak Minum Air Putih
Jika mengalami batuk karena GERD, penderita dapat memperbanyak konsumsi air putih hangat. Upaya ini dapat membantu menjaga tubuh agar tetap terhidrasi dan meredakan iritasi pada kerongkongan. Dengan begitu, gejala batuk pun juga dapat berkurang.
2. Minum Air Jahe
Salah satu manfaat jahe untuk kesehatan adalah mengatasi masalah asam lambung. Pasalnya, jahe mempunyai kandungan yang bersifat antiradang, sehingga dapat membantu meredakan peradangan di lambung serta mengurangi produksi asam lambung.
Dengan begitu, batuk karena GERD pun juga dapat berkurang. Namun, pastikan untuk mengonsumsi air jahe secukupnya saja. Hal ini dikarenakan mengonsumsi air jahe secara berlebihan justru dapat menyebabkan perut kembung hingga nyeri ulu hati pada penderita GERD.
3. Memasang Alat Pelembap Udara
Menjaga kelembapan udara di dalam ruangan diketahui dapat membantu meredakan gejala batuk kering, termasuk batuk yang disebabkan oleh GERD. Namun, pastikan alat pelembap udara (humidifier) yang digunakan terjaga kebersihannya.
Dengan melakukan hal tersebut, manfaat yang diperoleh dapat lebih maksimal. Pasalnya, alat pelembap udara yang kotor justru dapat menyebabkan udara di dalam ruangan ikut kotor dan memperburuk gejala batuk.
4. Mengonsumsi Obat Asam Lambung
Selain itu, penderita GERD mungkin membutuhkan obat-obatan untuk mengatasi GERD. Jika penyakit GERD dapat teratasi dengan baik, gejala batuk karena GERD pun juga dapat teratasi dengan cepat.
Adapun obat-obatan yang digunakan untuk mengatasi GERD mencakup:
- Obat golongan H2 blockers, seperti cimetidine dan ranitidine, untuk menghambat produksi asam lambung secara berlebih.
- Obat golongan prokinetik, seperti metoclopramide dan domperidone, untuk memperbaiki kerja lambung sehingga proses pengosongan asam lambung bisa menjadi lebih cepat dan dapat mencegah naiknya asam lambung ke kerongkongan.
- Obat golongan mukoprotektor, seperti sukralfat, untuk melapisi dan menguatkan dinding lambung sehingga terlindung dari asam lambung iritatif.
- Obat golongan proton pump inhibitor, seperti lansoprazole dan omeprazole, untuk mengurangi produksi asam lambung.
- Obat golongan antasida, seperti aluminium hydroxide dan magnesium hydroxide, untuk menetralkan asam lambung.
- Namun, penting untuk mengonsultasikan lebih lanjut dengan dokter terlebih dahulu mengenai obat-obatan yang perlu dikonsumsi.
Cara Mencegah Batuk karena GERD
Apakah ada cara yang bisa dilakukan untuk mencegah batuk karena GERD? Tentu saja ada, pencegahan ini perlu dimulai dari diri sendiri, yakni dengan menjalani gaya hidup sehat. Adapun beberapa gaya hidup sehat yang perlu diterapkan oleh penderita GERD adalah:
- Mengurangi konsumsi makanan atau minuman yang dapat memicu asam lambung naik seperti makanan pedas, alkohol, teh, kopi, minuman bersoda, gorengan, makanan berlemak tinggi, dan lain-lain.
- Menghindari kebiasaan merokok.
- Memperbaiki dan menerapkan pola makan sehat dengan gizi seimbang.
- Menjaga berat badan ideal.
- Mengelola stres dengan baik.
- Menghindari langsung berbaring atau tidur setelah makan.
- Menghindari makan dalam porsi besar dan berat pada malam hari sebelum tidur.
- Makan dengan perlahan.
Penting bagi penderita GERD untuk menerapkan pola makan yang sehat sehari-hari. Oleh karenanya, selalu sediakan makanan sehat sehari-hari.
*Artikel ini dibuat dan diterbitkan oleh Siloam Hospitals, baca selengkapnya di: *https://www.siloamhospitals.com/informasi-siloam/artikel/batuk-karena-gerd-jangan-anggap-sepele*
--- Maria Aurelia
Komentar