PENDIDIKAN Mendiktisaintek: 122 Program Studi Kampus Ditutup Tahun Ini 02 Jun 2026 23:51
Brian menegaskan bahwa penutupan prodi dilakukan dengan merujuk dua ketentuan, yakni berdasar usulan maupun berdasar sanksi pelanggaran berat.
JAKARTA, IndonesiaSatu.co-- Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) RI, Brian Yuliarto mengatakan bahwa sebanyak 122 program studi (prodi) ditutup sepanjang tahun 2016 ini.
Brian menjelaskan bahwa penutupan prodi dilakukan atas permintaan badan penyelenggara, baik Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Perguruan Tinggi Swasta (PTS).
"Kami perlu sampaikan di halaman berikutnya, bahwa sepanjang tahun 2026 itu memang telah dilakukan penutupan 122 program studi, tetapi seluruh penutupan itu adalah berdasarkan usulan dari badan penyelenggara baik PTN maupun PTS," kata Brian dalam rapat dengan Komisi X DPR RI, Selasa (2/6/2026).
Brian menerangkan, usulan kampus untuk menutup prodi berdasar sejumlah alasan, di antaranya jumlah mahasiswa yang terus menurun atau karena ingin mengubah prodi menjadi bidang yang dinilai lebih relevan dengan kebutuhan industri.
"Seperti sebelumnya matematika menjadi aktuaria, karena ketika lulusan aktuaria mereka fokus pelajarannya lebih banyak yang nantinya dibutuhkan oleh industri," katanya.
Brian kemudian membantah informasi yang menyebut Kemendiktisaintek akan menutup sejumlah program studi untuk menyesuaikan dengan kebutuhan industri masa depan.
Ia menegaskan bahwa kebijakan pemerintah justru berfokus pada pembinaan dan pengembangan program studi.
"Jadi yang ada adalah program untuk pembinaan dan pengembangan program studi. Karena sesungguhnya program studi itu tidak ditutup, tetapi lebih kepada substansinya. Misalnya, yang sebelumnya jurusan teknik elektro, kemudian sekarang berkembang menjadi AI atau machine learning atau robotics," terangnya.
Brian menegaskan bahwa penutupan prodi dilakukan dengan merujuk dua ketentuan, yakni berdasar usulan maupun berdasar sanksi pelanggaran berat.
"Kami sampaikan alih alih kita menutup, tetapi kita mengembangkan program studi untuk bisa sesuai, matching dengan kebutuhan industri. Ini lebih kepada mengembangkan dan menyesuaikan dengan substansi yang diajarkan," pungkasnya.
--- Guche Montero
Komentar