Breaking News

MEGAPOLITAN Debat "Rosi dan Kandidat Pemimpin Jakarta", Para Calon Dinilai Lemah dalam Data 16 Dec 2016 09:12

Article image
Debat Pilkada Jakarta bertajuk “Rosi dan Kandidat Pemimpin Jakarta” yang digelar Kompas TV, di Jakarta, Kamis (15/12/2016) malam. (Foto: Antara.com)
Gun Gun menyayangkan pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni yang tidak hadir. Meskipun tidak diharuskan oleh undang-undang , debat bisa menjadi panggung yang bagus untuk pendidikan politik warga.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Pengamat politik UIN Jakarta Gun Gun Heryanto menilai pasangan calon gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno lemah melakukan verifikasi data yang muncul dalam debat. Kedua pasang calon tidak menjelaskan sumber data yang mereka kutip dalam debat tersebut.

"Saat debat, kita bisa melihat banyak data diadu. Namun, beberapa data menjadi sumir terutama soal verifikasi dan sumber data karena tidak disebutkan oleh kedua pasangan calon," kata Gun Gun menanggapi acara debat bertajuk “Rosi dan Kandidat Pemimpin Jakarta” yang digelar Kompas TV, di Jakarta, Kamis (15/12/2016) malam.

Gun Gun menyebutkan salah satu contoh ketika Anies mengkritik Ahok dengan menyebutkan data  kemiskinan dan anak putus sekolah. Ketika Ahok dan Djarot mempertanyakan keabsahan data itu, Anies tidak menjawabnya secara eksplisit.

Begitu pula ketika Ahok dan Djarot menyampaikan argumentasi dengan menyebutkan data, mereka juga tidak menyebutkan asal atau sumber data tersebut.

Padahal, Gun Gun menilai, debat akan lebih menarik bila saat membuka data kandidat bisa menyebutkan sumbernya. Adu data akan lebih menarik, karena memang perbedaan sumber atau basis data akan memberikan hasil berbeda.

"Sebenarnya saat membuka data, disebutkan datanya apakah dari BPS atau mungkin Bank Dunia. Ini perlu menjadi catatan bagi kandidat, mungkin untuk debat berikutnya," kata Gun Gun seperti dikutip Antara.

Walau demikian, Gun Gun mengapresiasi kehadiran kedua pasang calon dalam debat tersebut.

"Itu menunjukkan Anies-Sandi dan Ahok-Djarot memiliki goodwill dan political-will yang berorientasi ke depan untuk menyelesaikan permasalahan," kata Gun Gun.

Di sisi lain, Gun Gun menyayangkan pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni yang tidak hadir. Meskipun tidak diharuskan oleh undang-undang karena bukan debat resmi, kehadiran seluruh calon dalam debat bisa menjadi panggung yang bagus untuk pendidikan politik bagi masyarakat.

"Masyarakat Jakarta masih harus belajar mengenai politik. Mereka sedang beralih untuk menjalankan praktik politik yang lebih baik. Untuk itu diperlukan diskusi dan dialektika," kata Gun Gun.

Gun Gun menilai debat tersebut cukup menarik dan menunjukkan kelebihan dan kekurangan masing-masing pasangan calon.

"Tentu kita berharap itu bisa menjadi tontonan yang cerdas bagi masyarakat," ujar dia.

Pasangan Ahok-Djarot dan Anies-Sandi menghadiri debat yang disiarkan langsung Kompas TV, sedangkan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni tidak hadir. Agus beralasan, dia lebih memilih untuk dekat dengan rakyat.

---

Komentar