GAYA HIDUP Empat Prinsip Bruce Lee untuk Memperkuat Jiwa 11 Nov 2016 06:59
Bruce Lee menyadari bahwa kekuatan tekad adalah pengadilan tertinggi atas semua bagian lainnya dalam pikirannya.
BRUCE Lee, legenda bela diri dan aktor yang namanya tak pernah lekang dimakan waktu. Di balik kehebatan dan kisah kematiannya yang misterius, Bruce Lee ternyata lahir sebagai anak yang rapuh dan susah makan. Dia lahir dengan satu kaki lebih pendek. Karena keterbatan fisiknya tersebut, Bruce Lee hampir selalu mengalami kekalahan bila terlibat perkelahian jalanan.
Setelah berdiskusi dengan ibunya, pada umur 14 tahun Bruce Lee memutuskan belajar seni bela diri jenis Wing Chun pada seorang guru bernama Sifu Yip Man. Ia juga berguru pada master kungfu Siu Hon Sung. Biasanya dibutuhkan tiga minggu untuk menguasai 30 jurus Siu Hon Sung, tapi Bruce Lee hanya memerlukan tiga malam saja.
Di samping itu, Bruce Lee juga mendapat keterampilan anggar dari ayahnya. Tidak hanya mahir beladiri, Bruce Lee juga ternyata pintar menari cha-cha bahkan pada tahun 1958 ia berhasil meraih trophy Hongkong Cha-Cha Championship.
Lebih dari itu semua, Bruce Lee kemudian dikenal sebagai seorang "seniman beladiri" dan 'filosof kungfu" yang mewariskan pandangan hidup yang menginspirasi banyak orang di seluruh dunia sampai saat ini.
Diceritakan, sang master selalu membawa sebuah buku catatan ke mana-mana, di mana ia menuangkan semua pemikiran penting yang terpikirkan olehnya dalam kesehariannya. Belakangan ini semua catatan pribadinya itu dimunculkan kembali dan dirilis di internet.
Berikut ini sedikit dari pemikiran Bruce Lee yang digunakannya untuk mengolah dan memperkuat tubuh dan jiwanya.
Tentang Tekad dan Emosi
Tekad
Menyadari bahwa kekuatan tekad adalah pengadilan tertinggi atas semua bagian lainnya dalam pikiranku, aku akan melatihnya setiap hari, setiap saat aku membutuhkan dorongan untuk bertindak dengan tujuan apapun juga, dan aku akan membentuk kebiasaan yang dirancang untuk mewujudkan tekadku menjadi tindakan nyata paling tidak satu kali dalam sehari.
Emosi
Menyadari bahwa aku memiliki emosi positif dan negatif, aku akan membentuk kebiasaan sehari-hari yang akan mendorong perkembangan emosi positifku dan membantuku untuk mengubah emosi negatif menjadi suatu bentuk tindakan yang berguna.
Tentang Akal, Imajinasi, dan Ingatan
Akal
Menyadari bahwa emosi positif dan negatifku bisa berbahaya jika tak dituntun ke akhir yang diinginkan, aku akan menyerahkan semua keinginan, target, dan tujuanku ke penalaranku, dan aku akan dituntun olehnya dalam mengungkapkan emosiku.
Imajinasi
Menyadari kebutuhan akan rencana dan ide yang masuk akal untuk mencapai keinginanku, aku akan mengembangkan imajinasiku dengan menggunakannya dalam keseharianku untuk membantuku membentuk rencana-rencanaku. Intuisi kreatif membuka mata air dalam diri manusia, menyalakan cahaya batin, bebas dan tak terbatas.
Ingatan
Menyadari berharganya pikiran yang waspada, ingatan yang tajam, aku akan mendorong pikiran dan ingatanku untuk selalu waspada dengan berhati-hati untuk mencamkan semua pikiran yang ingin kuingat, dan dengan menghubungkan pikiran-pikiran itu dengan subjek yang berhubungan dan mungkin akan sering kuingat.
Tentang Alam Bawah Sadar dan Hati Nurani
Alam Bawah Sadar
Mengatur ulang pengaruh alam bawah sadarku terhadap kekuatan tekadku. Aku akan berhati-hati untuk menyerahkan kepadanya (alam bawah sadar) suatu gambaran yang jelas dari tujuan utamaku dalam hidup dan semua tujuan minor yang mengarah ke tujuan utamaku itu, dan aku akan mengingat gambaran ini di atas alam bawah sadarku dengan mengulangnya terus menerus setiap hari.
Hati Nurani
Menyadari bahwa emosiku sering bergelora dan menjadi keliru, dan penalaranku seringkali tak disertai kehangatan perasaan yang penting untuk membuatku mampu menyatukan keadilan dan belas kasih dalam pandanganku, aku akan mendorong hati nuraniku untuk membimbingku mengetahui mana yang benar dan salah. Tapi aku tak akan pernah mengesampingkan putusan yang dibuatnya, tak peduli harga yang harus dibayar.
Tentang Memahami Hidup
Kamu tidak akan pernah mendapatkan lebih dari yang kamu harapkan dari hidup. Fokuskan pikiranmu pada apa yang kamu inginkan dan apa yang tidak kamu inginkan. Amati apa yang sedang terjadi dalam dirimu dengan tenang. Tidak ada yang bisa melukaimu, kecuali kamu yang memperbolehkannya terjadi. Di dalam dirimu, pada level psikologis, jangan jadi siapa-siapa.
--- Valens Daki-Soo
Komentar