Breaking News

FILM Pesan Teks Pacar Mackenzie Shirilla Terungkap Beberapa Minggu Sebelum Tabrakan Maut 160 Km/Jam 27 May 2026 19:22

Article image
Dokumenter Netflix 'The Crash' memicu penyelidikan mandiri oleh netizen, membongkar 31.000 halaman pesan teks beracun hingga sanksi sosial yang menimpa keluarga pelaku

JAKARTA IndonesiaSatu.co – Kasus hukum Mackenzie Shirilla, remaja wanita yang dijuluki "Hell on Wheels" (Iblis di Atas Roda) oleh hakim pengadilan, kembali menjadi sorotan global. Perilisan film dokumenter orisinal Netflix berjudul 'The Crash' pada 15 Mei 2026 lalu telah memicu gelombang penyelidikan mandiri oleh para detektif internet (internet sleuths).

Netizen kini berhasil menggali dokumen pengadilan yang berisi 31.000 halaman pesan teks antara Mackenzie (saat ini 22 tahun) dan kekasihnya, Dominic Russo, sebelum tabrakan sengaja berkecapatan 100 mph (sekitar 160 km/jam) pada tahun 2022 yang menewaskan Dominic (20) dan temannya, Davion Flanagan (19).

Firasat Mengerikan Dominic Russo dalam Pesan Teks

Rangkaian pesan teks yang dikirimkan antara tahun 2020 hingga 2022 tersebut digunakan oleh jaksa penuntut umum sebagai bukti utama untuk menggambarkan hubungan yang sangat beracun (toxic relationship) sekaligus motif pembunuhan berencana oleh Mackenzie.

Pesan teks memperlihatkan pola hubungan yang putus-nyambung secara ekstrem. Mackenzie diketahui kerap membombardir Dominic dengan puluhan pesan berturut-turut jika panggilannya diabaikan—bahkan pernah mengirimkan 35 pesan teks sekaligus saat Dominic mengaktifkan fitur Do-Not-Disturb.

Satu bulan sebelum kecelakaan maut terjadi, Dominic mengirimkan sebuah pesan yang kini terasa sangat mengerikan seolah sebuah firasat:

"Kenzie, kamu tahu aku mencintaimu tapi aku pikir kita tidak seharusnya bersama lagi saat ini. Waktu kita di bumi ini tidak banyak, tahu. Aku tidak ingin kamu berpikir aku mencampakkanmu, aku berharap ini bisa berhasil tapi aku rasa tidak akan bisa, terutama dengan adanya ancaman-ancaman itu. Kita harus putus agar kita berdua bisa menemukan kebahagiaan di tempat lain."

Perang Narasi di Instagram: Klaim "Salah Vonis" dari Keluarga

Meskipun Mackenzie saat ini mendekam di penjara Ohio Reformatory for Women untuk menjalani hukuman seumur hidup, akun Instagram miliknya terpantau tetap aktif di bawah pengelolaan keluarganya. Mereka mengunggah sorotan pembelaan yang mengklaim bahwa Mackenzie telah salah divonis (wrongfully convicted).

Keluarga membagikan potongan dokumen banding yang gagal, menampilkan kesaksian dari Dr. Kamal Chemali, seorang Profesor Neurologi dari Cleveland. Berdasarkan catatan medis, Dr. Chemali menyatakan secara ilmiah bahwa ada kemungkinan besar Mackenzie mengalami serangan kejang mendadak hingga kehilangan kesadaran (seizure episode) saat menyetir, yang diperkuat oleh data tingginya kadar laktat dan rendahnya oksigen darah tanpa adanya trauma gegar otak.

--- Stella Josephine

Komentar