Breaking News

PENDIDIKAN Gelar Seminar Nasional Peringati Dies Natalis ke-30, Kewaka Fisip Untan Hadirkan Pemateri Tunggal Dr. Lidya Natalia Sartono 13 Oct 2024 00:01

Article image
Dr. Lidya Natalia Sartono, S.Pd.,M.Pd hadir sebagai Pemateri Tunggal pada Seminar Nasional yang digagas Kewaka Fisip Untan, Pontianak. (Foto: Ist)
Lidya menempatkan mahasiswa sebagai Agen Intelektual, Agen Sosial dan Agen Perubahan.

PONTIANAK, IndonesiaSatu.co-- Dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-30 tahun, Kerabat Mahasiswa Katolik (Kewaka) Fisip Universitas Tanjungpura, Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu (12/10/2024) menggelar Seminar Nasional bertajuk "Pengaruh Media Sosial dalam Meningkatkan Karir Politik bagi Mahasiswa untuk Membangun Dialog Publik."

Kegiatan Seminar yang dimoderatori oleh Sutaranol Lamera tersebut menghadirkan Pemateri tunggal, Dr. Lidya Natalia Sartono, S.Pd., M.Pd.

Dalam presntase materinya, Lidya menjelaskan bahwa politik merupakan cara seseorang membuat suatu keputusan pada kehidupan berkelompok.

Lidya mengutip Roger F. Soltau yang menjelaskan politik sebagai suatu ilmu yang mempelajari tentang negara, tujuan suatu negara, lembaga yang akan melaksanakan tujuan tersebut serta hubungan antara negara dengan negara lain dan negara dengan masyarakat yang ada di dalamnya.

Dengan kata lain, Filsafat Politik merupakan cara mengubah dunia.

Tanggung Jawab Mahasiswa

Sementara itu, Lidya menjelaskan bahwa Mahasiswa adalah kelompok individu yang berada dalam tahap pendidikan tinggi, yang sedang mengejar pendidikan formal di Perguruan Tinggi atau universitas.

"Mahasiswa adalah elemen penting dalam sistem pendidikan dan memiliki peran yang signifikan dalam pembangunan bangsa dan negara. Sebagai kelompok yang memiliki potensi besar, mahasiswa adalah warga negara yang bertanggung jawab," kata Anggota DPRD Provinsi Kalbar 2024-2029 itu sembari menempatkan mahasiswa sebagai Agen Intelektual, Agen Sosial dan Agen Perubahan.

Terkait Karir, Lidya mengutip Gibson, dkk (1995) yang mendefinisikan karir sebagai persepsi orang mengenai urutan sikap dan perilaku yang berhubungan dengan pengalaman dan kegiatan yang berkaitan dengan pekerjaan sepanjang hidup orang tersebut.

"Karir tidak mengandung arti keberhasilan atau kegagalan, kecuali dalam penilaian orang yang bersangkutan; juga dimaknai sebagai sikap dan perilaku yang berjalan terus-menerus dari kegiatan yang berhubungan dengan pekerjaan," jelas Lidya.

"Karir disadari secara individual, dan dibatasi secara sosial, manusia tidak hanya meniti atau mencetak karir dari pengalaman-pengalaman khusus mereka, tetapi kesempatan yang diberikan juga akan mempengaruhinya," lanjut Politisi Nasdem Kalbar itu.

Media Sosial dan Dampaknya

Dalam presentasinya, Lidya juga menjelaskan media sosial sebagai suatu sarana komunikasi secara online, cetak maupun audio-visual dengan melibatkan pengguna untuk dengan mudah berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan isi; meliputi blog, jejaring sosial, wiki, forum dan dunia virtual.

Ketua Pengurus Pusat PMKRI 2013-2015 itu menerangkan, adanya media sosial telah mempengaruhi kehidupan sosial dalam masyarakat.

"Perubahan-perubahan dalam hubungan sosial (social relationships) atau sebagai perubahan terhadap keseimbangan (equilibrium) hubungan sosial dan segala bentuk perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat, yang mempengaruhi sistem sosialnya, termasuk di dalamnya nilai-nilai, sikap dan pola perilaku individu maupun kelompok dalam masyarakat," jelasnya.

Kepada para peserta Seminar, Lidya menekankan pentingnya eksistensi diri sebagai mahasiswa sebagai Agen Intelektual (belajar, dialog akal sehat); Agen Sosial (berorganisasi, beramal, partisipasi aktif); dan sebagai Agen Perubahan (menentukan arah kebijakan, turut serta dalam profesi).

Sebagai penutup materinya, Lidya yang konsen terhadap persoalan pendidikan itu memberi nasehat dan wejangan konstruktif.

"Orang tua sudah memberimu tiket lewat pendidikan, tetapi masa depanmu ada di tanganmu sendiri. Apa yang dikerjakan (ditanamkan) hari ini, menggambarkan apa (hasil) yang akan dituai 10 tahun ke depan. Jangan pernah berhenti untuk sekolah, sebab sekolah adalah jendela kehidupan yang menyiapkan masa depan. Ambillah filosofi padi yang selalu bersedia untuk diisi dengan ilmu. Selama Dies Natalis ke-30 Kewaka Fisip Untan," simpul politisi perempuan Kalbar yang juga peduli terhadap kaum muda dan kaum perempuan itu.

--- Guche Montero

Komentar