Breaking News

AGAMA Hari OMK Sedunia 2027 diadakan di Korea, Uskup Agung Seoul Mgr. Peter Chung: Ini Menjadi Kesempatan dan Harapan Bagi Kaum Muda 02 Aug 2024 07:36

Article image
Mgr. Peter Chung bersama Orang Muda Katolik bergembira ketika ditunjuk sebagai tuan rumah WYD 2027. (Foto: Istimewa)
Sangat penting bagi kita untuk menyatukan hati, berdoa bersama, dan memahami bimbingan Roh Kudus saat kita dengan sungguh-sungguh mempersiapkan perjalanan ini.

SEOUL, IndonesiaSatu.co-- Hari Orang Muda Katolik (OMK) Sedunia 2027 akan diadakan di Korea Selatan. Uskup Agung Seoul Mgr. Peter Chung Soon-taick mengatakan kegiatan tersebut akan menawarkan platform bagi kaum muda untuk muncul sebagai protagonis dari narasi mereka sendiri, panggung Hari OMK Sedunia akan menjadi kesempatan dan ruang harapan bagi kaum muda

Hal tersebut diungkapkan Uskup Agung Chung kepada para tamu dan lebih dari 1.000 orang muda yang berkumpul untuk acara peluncuran yang bertema “Hope Ignites in Seoul. Success for WYD Seoul 2027” yang dilaksanakan di Katedral Myeongdong pada 28 Juli dan disampaikan secara langsung dalam siaran persnya pada 29 Juli.

Pada kesempatan tersebut Uskup Agung Chung menekankan pentingnya peristiwa tersebut, hingga meminta doa dan bimbingan rohkudus dalam persiapannya.

“Sangat penting bagi kita untuk menyatukan hati, berdoa bersama, dan memahami bimbingan Roh Kudus saat kita dengan sungguh-sungguh mempersiapkan perjalanan ini,” tandas Uskup Agung Chung.

Didepan Kardinal, Uskup, Para Pejabat, dan semua umat yang hadir, Uskup Chung mengajak semua pihak untuk bersama-sama menyukseskan acara tersebut, sebagai bentuk dukungan bagi Kaum Muda untuk merenungkan dan terlibat dalam tugas-tugas yang menantang.

“Bersama-sama, saya ingin memupuk harapan bersama ini melalui Hari OMK Sedunia, Hari OMK Sedunia mewakili “kesempatan yang sangat berharga bagi generasi muda dari seluruh dunia, termasuk generasi muda Korea, untuk merenungkan dan terlibat dalam tugas-tugas yang menantang ini.”” kata Uskup Agung Chung.

Selain itu, Uskup Agung Giovanni Gaspari, Duta Besar Vatikan untuk Korea, dalam pesan ucapan selamat setelah misa kudus tersebut mengungkapkan soal hubungan mendalam antara Paus Fransiskus dan kaum muda.

“Kaum muda menginspirasi harapan dan simpati di hati Paus. Ini membangkitkan simpati dan semangat yang luar biasa saat dia berbicara tentang generasi muda,” ungkap Uskup Agung Gaspari.

Uskup Agung Gaspari menambahkan, Paus memandang generasi muda Korea, “dengan penuh keyakinan dan kasih sayang,” mengakui kontribusi penting yang dapat mereka berikan untuk Hari OMK Sedunia, dan “menemani mereka dengan doa-doanya.”

Sementara itu, Souza yang merupakan sekretaris Dikasteri Awam, Keluarga dan Kehidupan Vatikan mengungkapkan semoga agar perjalanan Hari OMK Sedunia  menjadi “sebuah perjumpaan, pertumbuhan, dan kegembiraan,” bagi kaum muda yang berpartisipasi dan mereka yang tidak dapat mengikuti acara tersebut.

“Semoga Anda kembali ke rumah Anda dengan inspirasi dan motivasi untuk melakukan perubahan dalam komunitas Anda dan dunia yang lebih luas,” ungkap Souza.

Misa peresmian itu terdiri dari parade bendera yang menampilkan pemuda Korea bersama pemuda internasional yang membawa 193 bendera saat mereka memasuki Katedral Myeongdong.

Bendera-bendera tersebut melambangkan “tanggapan afirmatif di seluruh dunia terhadap undangan Paus Fransiskus agar Seoul menjadi tuan rumah Hari OMK Sedunia tahun 2027,” kata pernyataan pers tersebut.

Deklarasi Kick-off dibacakan oleh Uskup Agung Chung yang juga merupakan ketua panitia penyelenggara Hari OMK Sedunia Seoul 2027, bersama dua delegasi pemuda Korea.

Motto dan logo Hari OMK Sedunia 2027 dijadwalkan dirilis pada September tahun ini oleh Vatikan dan akan diserahkan secara seremonial kepada Keuskupan Agung Seoul pada November, kata pernyataan pers tersebut.

Turut hadir dalam acara peresmian tersebut adalah Kardinal Andrew Soo-jung Yeom, Uskup Job Yo-bi Koo, Uskup Paul Kyung-sang Lee (koordinator umum Panitia Penyelenggara Hari OMK Sedunia Seoul 2027), dan Uskup Titus Sang-Bum Seo dari Ordinariat Militer Korea, Gleison De Paula Souza (sekretaris Dikasteri Awam, Keluarga dan Kehidupan), Yong Ho-sung (wakil menteri Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata) serta perwakilan diplomatik dari delapan negara.

Pada kesempatan tersebut Hadir pula 19 anggota Majelis  Nasional, sembilan anggota Dewan Kota Seoul, orang muda termasuk pembelot Korea Utara, penyandang disabilitas, serta prajurit TNI Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara, yang melambangkan persatuan dan inklusivitas.*

--- Hendrik Penu

Komentar