Breaking News

EKONOMI Indonesia Pacu Langkah Jadi Pusat Ekonomi Syariah Dunia pada 2029 14 Aug 2025 17:42

Article image

JAKARTA, IndonesiaSatu.co – Pemerintah bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI), Bank Indonesia (BI), dan sejumlah kementerian/lembaga mempertegas komitmen menjadikan Indonesia sebagai pusat ekonomi syariah (eksyar) dunia pada 2029. Target ambisius ini didorong oleh kolaborasi lintas sektor yang fokus pada penguatan rantai nilai halal, pembiayaan syariah yang inklusif, serta peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah yang berakar pada nilai-nilai luhur Islam.

Komitmen tersebut mengemuka dalam Sarasehan Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah: Refleksi Kemerdekaan RI 2025 bertema “Menjadikan Indonesia Pusat Ekonomi Syariah Dunia” yang digelar di Jakarta, Rabu (13/8). Kegiatan ini dihadiri tokoh-tokoh kunci, antara lain Wakil Presiden RI ke-13 sekaligus tokoh eksyar nasional, K.H. Ma’ruf Amin, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati, Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, dan Wakil Ketua Umum MUI Anwar Abbas.

Enam Inisiatif Strategis Nasional BI

Dalam sesi Leaders Insight, Gubernur BI Perry Warjiyo memaparkan enam inisiatif strategis yang menjadi tonggak percepatan transformasi eksyar:

  1. Gerbang Santri (Gerakan Pengembangan Pesantren dan Rantai Nilai Halal) – Menguatkan kemandirian ekonomi pesantren agar menjadi bagian aktif dari ekosistem halal nasional.
  2. JAWARA Ekspor (Jaringan Wirausaha Syariah Mendorong Ekspor) – Mengembangkan integrasi sistem informasi, akses pasar, dan kerja sama internasional untuk mendorong ekspor produk halal.
  3. GEMA Halal (Gerakan Berjamaah Akselerasi Halal) – Mengakselerasi sertifikasi halal dan memperluas rantai nilai industri halal.
  4. SAPA Syariah (Sinergi Perdagangan dan Pembiayaan Syariah) – Menghubungkan perdagangan syariah dengan akses pembiayaan yang kompetitif.
  5. KANAL ZISWAF (Kolaborasi Nasional Pengembangan Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf) – Mengoptimalkan pemanfaatan dana sosial syariah untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.
  6. LENTERA EMAS (Literasi dan Inklusi Ekonomi Syariah Menuju Indonesia Emas) – Meningkatkan pemahaman masyarakat melalui program literasi eksyar yang masif dan berkelanjutan.

Perry menegaskan, “Keenam inisiatif ini adalah motor penggerak untuk memastikan ekosistem ekonomi syariah tumbuh secara menyeluruh, dari hulu hingga hilir.”

Penguatan Instrumen Keuangan Syariah

Menteri Keuangan Sri Mulyani menyoroti bahwa sektor keuangan syariah telah mencatat pangsa aset sebesar 51,42% dari total aset keuangan nasional. Meski capaian ini signifikan, masih diperlukan penguatan, terutama pada instrumen yang inklusif dan berkelanjutan seperti sukuk hijau dan cash waqf-linked sukuk (CWLS).

“Kita harus memanfaatkan potensi keuangan syariah untuk membiayai pembangunan berkelanjutan, sekaligus memperluas akses bagi masyarakat,” ujarnya.

Wakil Ketua Umum MUI Anwar Abbas menegaskan bahwa ekonomi syariah adalah perwujudan nilai keadilan, kemaslahatan, dan keberkahan. MUI, kata dia, berkomitmen meningkatkan daya saing UMKM halal, mendorong ekspor produk halal berdaya saing global, mempercepat sertifikasi halal, dan mengoptimalkan ZISWAF untuk kesejahteraan umat.

Sementara itu, K.H. Ma’ruf Amin memaparkan tiga langkah strategis untuk memperkuat posisi Indonesia. Pertama, Pembentukan UU Eksyar sebagai payung hukum pengembangan ekonomi syariah. Kedua, Peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah agar manfaatnya dirasakan masyarakat luas. Ketiga, Penguatan kelembagaan, termasuk transformasi KNEKS menjadi Badan Eksyar.

Target PDB Syariah 2029

Indonesia telah meraih pengakuan internasional di sektor modest fashion, makanan halal, dan pariwisata ramah muslim. Laporan State of the Global Islamic Economy (SGIE) 2024/2025 menempatkan Indonesia di peringkat ketiga ekosistem eksyar global.

Dengan berbagai langkah strategis tersebut, kontribusi Produk Domestik Bruto (PDB) syariah ditargetkan mencapai 56,11% pada 2029. Target ini selaras dengan arah kebijakan pembangunan nasional, termasuk RPJMN 2025–2029, RPJPN 2025–2045, dan visi besar AstaCita Indonesia Maju.

Sarasehan Nasional Eksyar diinisiasi oleh MUI bersama BI, Kementerian/Lembaga di bawah KNEKS, dan mitra strategis eksyar. Forum ini menjadi ajang sinergi pandangan, inisiatif, dan strategi antar pemangku kepentingan, dengan tujuan memastikan gerakan nasional eksyar menjadi bagian integral dari strategi transformasi ekonomi berkelanjutan.

“Forum ini adalah momentum untuk memperkuat barisan. Kita ingin ekonomi syariah tidak hanya tumbuh, tetapi juga menjadi tulang punggung ekonomi nasional,” tegas Perry.

Dengan langkah yang terukur, dukungan lintas sektor, dan fondasi regulasi yang kuat, Indonesia optimistis dapat merealisasikan cita-cita besar menjadi pusat ekonomi syariah dunia pada 2029 — bukan sekadar sebagai simbol, tetapi sebagai pusat inovasi, perdagangan, dan pembiayaan syariah global. ***

--- Sandy Javia

Komentar