Breaking News

KEUANGAN Marak Modus APK dan Link Palsu, Bank Artha Graha Imbau Nasabah Waspadai Penipuan 21 Jul 2026 12:39

Article image
Ilustrasi pembobolan rekening. (Foto: ist)
Waspada penipuan APK dan link palsu perbankan! Bank Artha Graha Internasional bagikan tips cegah kebocoran data dan pembobolan rekening.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co - Seiring dengan pesatnya perkembangan transaksi keuangan di ruang digital, modus penipuan perbankan kini kian beragam. Salah satu modus yang masih marak diincar para pelaku kejahatan siber adalah penyebaran tautan (link) palsu serta file aplikasi berformat APK berbahaya melalui WhatsApp, SMS, email, hingga media sosial.

Para pelaku biasanya menyamarkan pesan dengan pola manipulasi psikologis (social engineering). Mereka mengemas pesan seolah-olah bersifat resmi dan mendesak, seperti berpura-pura menjadi resi pengiriman paket, undangan pernikahan digital, tagihan, hingga pembaruan data nasabah.

Pelaku kerap mencatut nama institusi resmi, termasuk korporasi e-commerce, penyedia layanan digital, maupun petugas layanan pelanggan (customer service) perbankan untuk memicu kepanikan atau rasa penasaran calon korban.

Apabila penerima terpesona lalu membuka tautan atau mengunduh file APK tersebut, aplikasi jahat dapat terpasang di perangkat korban. Hal ini membuka celah keamanan bagi pelaku untuk mengambil alih data pribadi, mengakses aplikasi layanan finansial, hingga meretas kontak serta data identitas yang terhubung di perangkat.

Langkah Pencegahan dan Verifikasi

Menanggapi fenomena tersebut, PT Bank Artha Graha Internasional Tbk mengimbau masyarakat dan para nasabahnya untuk senantiasa ekstra waspada serta tidak gegabah menanggapi pesan dari nomor yang tak dikenal.

Bank Artha Graha Internasional menegaskan bahwa pihak bank tidak pernah meminta informasi rahasia nasabah melalui saluran pesan singkat maupun telepon.

"Customer Service Bank Artha Graha Internasional tidak akan pernah meminta PIN, password, maupun kode OTP (One-Time Password) melalui pesan singkat, telepon, atau media sosial," tulis manajemen dalam imbauan resminya, Selasa (21/7).

Guna mengantisipasi risiko kejahatan siber tersebut, nasabah diimbau menjalankan beberapa langkah mitigasi:

  • Jangan Sembarang Klik: Hindari mengklik tautan atau mengunduh lampiran file dari pengirim yang tidak terverifikasi.
  • Verifikasi Kanal Resmi: Selalu lakukan pengecekan ulang pesan yang mengatasnamakan bank melalui pusat layanan pelanggan (call center) atau kantor cabang terdekat.
  • Tetap Tenang: Saat menerima pesan yang mencurigakan atau berisi nada ancaman/urgensi, berhenti sejenak dan hindari langsung mengikuti instruksi pengirim.

Apabila nasabah menemukan indikasi pesan mencurigakan atau ingin menyampaikan pengaduan, Bank Artha Graha Internasional menyarankan untuk segera menghubungi kanal komunikasi resmi bank guna memastikan keamanan transaksi digital tetap terjaga. ***

--- Sandy Javia

Komentar