Breaking News

INTERNASIONAL Korut Tembakkan Rudal Balistik ke Laut Jepang, Korsel Gelar Rapat Darurat 20 Sep 2026 18:38

Article image
Salah satu uji coba rudal balistik Korea Utara. (Foto: DPA)
Otoritas di Tokyo melayangkan protes keras kepada Korut atas peluncuran tersebut dan mengecamnya sebagai ancaman terhadap perdamaian dan keamanan regional.

SEOUL, IndonesiaSatu.co -- Kementerian Pertahanan Korea Selatan (Korsel) menyatakan, Korea Utara (Korut) menembakkan sedikitnya dua rudal balistik ke Laut Jepang atau Laut Timur pada Minggu (20/9/2026).

Dilansir DPA, aksi Korut tersebut dilakukan hanya beberapa hari setelah otoritas Pyongyang kembali menegaskan statusnya sebagai negara bersenjata nuklir dan menolak resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang mendesak negara itu menghentikan aktivitas nuklirnya.

Menanggapi aksi Korut, Dewan Keamanan Nasional Korsel yang berada di bawah kendali Kantor Kepresidenan Korsel segera menggelar rapat darurat setelah peluncuran pertama untuk menilai dampaknya terhadap keamanan nasional.

Disebutkan, pemerintah Korsel mendesak Pyongyang untuk segera menghentikan peluncuran rudal balistik dan menegaskan bahwa aksi terbaru Korut sebagai tindakan serius yang melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB.

Militer Korsel mengatakan peluncuran pertama terjadi sekitar pukul 15.00 waktu setempat. Rudal balistik tersebut diluncurkan dari sekitar Kota Wonsan dan melesat sekitar 450 kilometer ke arah Laut Timur yang juga dikenal sebagai Laut Jepang.

Kementerian Pertahanan Korsel juga menyatakan, peluncuran kedua terjadi setelah pukul 18.00 waktu setempat.

"Militer kami mendeteksi sebuah rudal balistik yang diluncurkan dari wilayah Wonsan, Korea Utara, menuju Laut Timur," ungkap Kepala Staf Gabungan Korea Selatan setelah peluncuran pertama sepeti dikutip dari DPA.

Ia menambahkan, militer Korea Selatan dan Amerika Serikat sedang melakukan analisis terperinci untuk menentukan spesifikasi rudal balistik tersebut.

Sementara itu, Kantor Perdana Menteri Jepang mengatakan melalui platform X bahwa kedua proyektil tersebut diduga merupakan rudal balistik.

Otoritas di Tokyo melayangkan protes keras kepada Korea Utara atas peluncuran tersebut dan mengecamnya sebagai ancaman terhadap perdamaian dan keamanan kawasan.

Delapan hari lalu Korut juga diketahui menembakkan sejumlah rudal balistik jarak pendek ke arah Laut Timur.

Kubu Pyongyang menyatakan aksi tersebut sebagai latihan tembak gabungan yang melibatkan artileri jarak jauh dan rudal serta melaporkan bahwa senjata-senjata tersebut mengenai sasaran dengan akurasi 100 persen.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebutkan pada bulan lalu bahwa Korut memiliki sekitar 57 senjata nuklir yang 'sangat kuat'.

Sementara itu, Korea Selatan memperkirakan jumlah senjata nuklir Korut sedikitnya 80 hingga 120 unit.

--- Aprilio G.