INTERNASIONAL Presiden Trump Klaim Kesepakatan dan “Kendali Permanen” Atas Greenland 19 Sep 2026 18:07
Pemimpin Denmark dan Greenland disebut menyambut baik kesepakatan tersebut dan menyatakan akan menandatanganinya di sela-sela Sidang Umum PBB di New York pekan depan.
WASHINGTON DC, IndonesiaSatu.co -- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan telah mencapai kesepakatan dengan Denmark yang memberikan AS "kendali permanen" atas keamanan Greenland.
Dilansir DPA, klaim atas kesepakatan tersebut diutarakan Trump melalui media sosial miliknya, “Truth Social”, Jumat (18/9/2026).
"Saya dengan senang hati mengumumkan bahwa Amerika Serikat telah menjalin kesepakatan dengan Kerajaan Denmark dan Greenland, yang memberikan kendali permanen kepada Amerika Serikat atas keamanan serta segala kebutuhan lainnya di Greenland," ujar Trump.
Ia juga mengatakan, kesepakatan tersebut melarang Rusia dan China mendirikan pangkalan di wilayah Greenland.
"Mulai sekarang, tidak ada satu pun pihak lawan AS yang boleh memiliki pangkalan, kehadiran militer, ataupun melakukan investasi sensitif di Greenland tanpa persetujuan tertulis yang tegas dari kami," imbuhnya.
Ia menambahkan, kesepakatan tersebut menetapkan masa berlaku tak terbatas atau tidak ada akhirnya. Disebutkan pula, Washington akan segera mulai membangun kehadiran militer yang besar di wilayah yang sebelumnya ditengarai menjadi incaran Rusia dan China itu.
Sepanjang tahun ini Trump berulang kali memperingatkan tentang upaya Rusia dan China untuk menancapkan pengaruh di Greenland di tengah perebutan supremasi strategis di wilayah Arktik.
Departemen Luar Negeri AS pun menegaskan kedua negara tersebut tidak akan diizinkan melakukan hal itu.
"Kesepakatan ini menjamin bahwa China dan Rusia tidak dapat memiliki pangkalan di Greenland, tidak dapat mengirim pasukan ke Greenland, serta menetapkan mekanisme yang diperlukan untuk mencegah investasi di sektor-sektor sensitif," ujar seorang pejabat Departemen Luar Negeri AS seperti dikutip dari DPA, Sabtu (19/9/2026).
Sementara itu, pemimpin Denmark dan Greenland disebut menyambut baik kesepakatan tersebut dan menyatakan akan menandatanganinya di sela-sela Sidang Umum PBB di New York pekan depan.
Pada 14 September lalu, Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen mengatakan ia "optimistis" bahwa diskusi yang berlangsung sejak Januari dengan Amerika Serikat dan Greenland akan menyelesaikan sengketa terkait wilayah tersebut.
Frederiksen kembali menyatakan pada Jumat (18/9/2026) bahwa ia senang atas “prospek kesepakatan yang baik bagi Greenland, Kerajaan Denmark, dan Amerika Serikat," dan menegaskan bahwa kesepakatan tersebut "baik bagi NATO dan Eropa".
Sedangkan Perdana Menteri Greenland, Jens-Frederik Nielsen, mengatakan bahwa kesepakatan dengan AS tersebut akan memperkuat keamanan wilayah Greenland.
--- Aprilio G.