Breaking News

INTERNASIONAL Bom Mobil Meledak di Masjid Pakistan, Sedikitnya 31 Orang Tewas 19 Sep 2026 13:04

Article image
Lokasi ledakan bom mobil di sebuah masjid di Kota Kohat, Pakistan. (Foto: BBC)
Presiden Pakistan Asif Ali Zardari dan Sekjen PBB António Guterres mengutuk keras serangan yang menargetkan warga sipil dan tempat ibadah.

KOHAT, IndonesiaSatu.co Ledakan bom mobil di sebuah masjid yang terletak di kompleks kepolisian di Kota Kohat, Provinsi Khyber Pakhtunkhwa, Pakistan, menewaskan sedikitnya 31 orang dan melukai lebih dari 100 lainnya, Jumat (18/9/2026).

Disitir dari DPA, Sabtu (19/9/2026), serangan bom mobil tersebut terjadi pada saat jamaah tengah melaksanakan shalat Jumat.

Sebuah kendaraan yang diduga membawa bahan peledak menabrak bagian masuk kompleks masjid sekitar pukul 13.15 waktu setempat.

Otoritas keamanan Kota Kohat menyatakan, ledakan tersebut kemudian diikuti serangan bersenjata terhadap fasilitas kepolisian.

Aparat kepolisian mengatakan, sejumlah penyerang melepaskan tembakan setelah ledakan terjadi.

Pejabat kesehatan setempat memastikan, 15 anggota kepolisian dan seorang anak berusia empat tahun termasuk di antara korban tewas.

Kepala Kepolisian Khyber Pakhtunkhwa, Zulfiqar Hameed, menyebutkan tujuh penyerang terlibat dalam aksi tersebut. Enam di antaranya dilaporkan tewas dalam ledakan dan baku tembak dengan aparat.

Presiden Pakistan Asif Ali Zardari mengutuk serangan tersebut, dan menyampaikan belasungkawa atas korban meninggal dan harapan agar para korban luka segera pulih.

Sekretaris Jenderal PBB António Guterres juga mengecam keras serangan yang menargetkan warga sipil dan tempat ibadah.

Kelompok yang bertanggung jawab atas serangan tersebut masih dalam penyelidikan. Laporan terbaru dari media Pakistan menyebut kelompok Ittehadul Mujahideen Pakistan mengklaim bertanggung jawab atas serangan.

Serangan itu terjadi di tengah meningkatnya aksi kekerasan kelompok bersenjata di wilayah perbatasan Pakistan-Afghanistan. Kelompok militan dalam beberapa bulan terakhir semakin sering menargetkan aparat keamanan, khususnya polisi dan militer.

--- Aprilio G.