Breaking News

SOSOK Christina Harapan: Menenun Digital, Merangkul yang Terpinggirkan 07 May 2026 19:46

Article image
Wakil Direktur Utama Bank Artha Graha Internasional, Christina Harapan saat menerima penghargaan kategori Business and Industry pada ajang CNN Indonesia Leading Women Awards 2026.
Gelar sebagai "Outstanding Leader in Digital Banking & Inclusive Growth" yang disematkan kepadanya bukan sekadar apresiasi rutin. Penghargaan ini menjadi potret nyata bagaimana teknologi di tangan yang tepat dapat menjadi jembatan, bukan pemisah.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co — Di balik gemerlap lampu Auditorium Menara Bank Mega, Selasa (5/5/2026), sebuah narasi tentang kepemimpinan perempuan di sektor finansial kembali ditegaskan. Wakil Direktur Utama Bank Artha Graha Internasional, Christina Harapan, melangkah menuju podium untuk menerima penghargaan kategori Business and Industry pada ajang CNN Indonesia Leading Women Awards 2026.

Gelar sebagai "Outstanding Leader in Digital Banking & Inclusive Growth" yang disematkan kepadanya bukan sekadar apresiasi rutin. Penghargaan ini menjadi potret nyata bagaimana teknologi di tangan yang tepat dapat menjadi jembatan, bukan pemisah.

Teknologi dengan Sentuhan Kemanusiaan

Bagi Christina, transformasi digital yang ia nakhodai di Bank Artha Graha Internasional tidak berhenti pada urusan efisiensi operasional atau modernisasi aplikasi. Ia memandang teknologi sebagai instrumen vital untuk merangkul kelompok masyarakat yang selama ini masih berada di luar jangkauan layanan keuangan formal (unbanked dan underserved).

"Teknologi bukan sekadar alat, melainkan jembatan untuk merangkul sektor-sektor yang belum terjangkau," ungkapnya.

Visi ini sejalan dengan tema besar penghargaan tahun ini, "Empowered Women, Empowering The Nation". Christina berhasil membuktikan bahwa kepemimpinan perempuan di industri perbankan yang kaku mampu menghadirkan sentuhan perubahan yang humanis. Ia tidak hanya fokus pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga memastikan sektor keuangan memiliki dampak sosial nyata melalui sinergi dengan Artha Graha Peduli.

Kehadirannya dalam daftar penerima penghargaan ini bersanding dengan nama-nama besar seperti Grace Tahir (Mayapada Hospital), Vera Eve Lim (BCA), dan Nurhayati Subakat (Paragon). Ini menegaskan bahwa posisi perempuan di level eksekutif kini semakin strategis dalam menentukan arah penguatan ekonomi nasional.

Jejak untuk Bangsa

Founder sekaligus Ketua Yayasan CT Arsa Foundation, Anita Ratnasari Tanjung, dalam pidato pembukaannya menekankan bahwa apresiasi ini adalah tentang warisan.

"Ini bukan sekadar pemberian trofi, tetapi ini tentang jejak yang telah ditinggalkan oleh perempuan-perempuan hebat bagi bangsa kita, Indonesia tercinta," ujar Anita.

Jejak yang ditinggalkan Christina Harapan adalah sebuah model kepemimpinan yang inklusif—di mana kemajuan teknologi finansial berjalan beriringan dengan peningkatan literasi keuangan. Keberhasilannya menjadi pengingat bagi para profesional di industri perbankan bahwa inovasi terbaik adalah inovasi yang mampu memberikan dampak positif yang luas bagi pembangunan bangsa.

Melalui tangannya, Bank Artha Graha Internasional kini tak hanya dikenal sebagai institusi yang adaptif, tetapi juga sebagai lembaga yang tetap memegang teguh komitmen sosial di tengah kencangnya arus digitalisasi.

Profil Profesional

Lahir sebagai Warga Negara Indonesia, perempuan berusia 45 tahun yang berdomisili di Jakarta ini memiliki rekam jejak akademik dan karier yang kokoh. Christina merupakan alumnus Amerika Serikat, meraih gelar Sarjana Bisnis dari Universitas San Diego pada 1999 dan Master of Business Administration dari San Diego State University pada tahun 2000.

Perjalanan kariernya di Bank Artha Graha Internasional dimulai pada 2008 sebagai Pemimpin Tim Pengawasan Bisnis di Internal Audit. Dedikasinya membawa Christina menduduki berbagai posisi strategis, mulai dari Kepala Divisi Pengendalian Internal (2012-2014) yang mengelola risiko kredit serta operasional, hingga menjabat sebagai Komisaris Independen PT Bank ICBC Indonesia (2016-2018).

Resmi menjabat sebagai Wakil Direktur Utama sejak Juli 2018 setelah lulus uji kemampuan dan kepatutan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), ia terus memperbarui kompetensinya. Di tengah kesibukannya, ia tercatat rutin mengikuti pelatihan penyegaran sertifikasi Treasury Dealer serta Manajemen Risiko pada tahun 2023. Konsistensi dalam pengembangan diri dan kepemimpinan inilah yang akhirnya menempatkan Christina sebagai salah satu tokoh perempuan berpengaruh di industri perbankan nasional saat ini.

--- Sandy Javia

Komentar