Breaking News

REGIONAL Tim PHC Gerak Cepat Selamatkan 20 Penumpang saat Kapal Bermasalah di Perairan Batu Tiga-Komodo 13 May 2026 22:09

Article image
Tim PHC saat mengevakuasi para penumpang kapal yang bermasalah di perairan Batu Tiga, Komodo. (Foto: Dok. PHC)
Yoanna menegaskan bahwa PHC yang berada di bawah naungan Yayasan Artha Graha Peduli, selalu berkomitmen untuk terus hadir dan mendukung keselamatan masyarakat kepulauan, khususnya di kawasan sekitar Taman Nasional Komodo.

LABUAN BAJO, IndonesiaSatu.co-- Tim Padar Heritage Conservation (PHC) bergerak cepat membantu proses evakuasi warga Pulau Komodo yang mengalami kondisi darurat di perairan sekitar kawasan Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (13/5/2026) siang.

Insiden bermula ketika sekitar pukul 13.20 WITA, Tim PHC menerima laporan dari warga terkait sebuah kapal yang mengalami gangguan mesin dan terombang-ambing di wilayah perairan Batu Tiga.

“Kondisi cuaca tidak baik dan gelombang laut saat itu cukup kuat. Berdasarkan informasi yang kami terima, para penumpang panik karena kapal tidak dapat melanjutkan perjalanan,” ujar Yoanna Daely selaku Humas PHC, Rabu (13/5/26).

“Sejumlah anggota tim internal PHC juga dihubungi langsung oleh warga yang meminta bantuan evakuasi secepatnya,” lanjut Yoanna.

Menanggapi kondisi tersebut, Tim PHC segera menurunkan seorang kapten kapal dan dua kru menggunakan kapal Seariders guna membantu proses penyelamatan dan evakuasi di lokasi kejadian.

Yoanna menerangkan, proses evakuasi dilakukan dalam dua kali perjalanan. 

Pada perjalanan pertama, tim berhasil mengevakuasi enam orang dewasa dan seorang bayi di sekitar perairan Pulau Mauwang.

Selanjutnya, pada perjalanan kedua, sebanyak sepuluh orang dewasa dan tiga anak-anak kembali berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat.

"Secara keseluruhan, sebanyak dua puluh penumpang beserta kapal berhasil dievakuasi dan tiba kembali dengan aman di Pulau Komodo sekitar pukul 15.30 WITA," terang Yoanna.

Yoanna mengatakan bahwa kelancaran proses penyelamatan tersebut turut didukung oleh sinergi berbagai pihak, di antaranya Basarnas, Polair, KSOP, serta sejumlah kapal wisata yang berada di sekitar lokasi kejadian yang ikut membantu proses evakuasi.

Yoanna menegaskan bahwa PHC yang berada di bawah naungan Yayasan Artha Graha Peduli, selalu berkomitmen untuk terus hadir dan mendukung keselamatan masyarakat kepulauan, khususnya di kawasan sekitar Taman Nasional Komodo.

"Melalui respons cepat terhadap kondisi darurat di wilayah pesisir dan pulau-pulau penyangga, PHC berharap dapat terus memberikan kontribusi nyata dalam upaya kemanusiaan, keselamatan pelayaran, serta pengabdian sosial bagi masyarakat setempat," pungkasnya.

--- Guche Montero

Komentar