Breaking News

REGIONAL Temui PKL Ndao Pasca Penggusuran, Senator AWK: Saya Hadir untuk Menjembatani Komunikasi dengan Pemda Ende 07 May 2026 21:31

Article image
Anggota DPR RI, Angelo Wake Kako (AWK) berfoto bersama para pedagang di kawasan Ndao, Ende, NTT. (Foto: Ist)
Senator AWK mengatakan bahwa dirinya hadir untuk menjadi penghubung antara masyarakat dengan Pemerintah Kabupaten Ende.

ENDE, IndonesiaSatu.co-- Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Dapil Nusa Tenggara Timur (NTT), Angelius Wake Kako (AWK), pada Rabu (6/5/2026) menemui dan mendengar langsung keluhan, kebutuhan,serta aspirasi para Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Ndao, Kabupaten Ende, pasca-penertiban dan penggusuran bangunan tempat usaha mereka beberapa waktu lalu.

Senator AWK menyimak dengan seksama setiap keluhan dan aspirasi para pedagang terdampak yang mengaku mengalami penurunan pendapatan sejak dipindahkan dari lokasi usaha sebelumnya.

Salah satu keluhan utama yang disampaikan para pedagang yakni terkait rencana pemerintah menyediakan gerobak dorong bagi para pedagang.

Menurut mereka, kebijakan tersebut belum sepenuhnya menjawabi kebutuhan mereka di lapangan.

Ada beberapa pedagang yang mengaku tinggal di daerah pegunungan dengan barang dagangan yang berat, bahkan sebagian ada yang perempuan sehingga sangat sulit mendorong gerobak setiap hari.

Keluhan lain juga diutarakan oleh pelaku usaha tambal ban yang mempertanyakan keberlanjutan usaha mereka jika harus berpindah menggunakan konsep gerobak dorong.

Selain persoalan teknis menyangkut kebutuhan usaha mereka, para pedagang juga menyampaikan kekecewaan mereka, sebab setelah penertiban dan penggusuran, hingga saat ini belum ada kunjungan langsung dari Bupati Ende untuk berdialog dengan mereka yang terdampak.

Menjembatani Komunikasi dengan Pemda

Menanggapi berbagai keluhan dan aspirasi para pedagang, Senator AWK mengatakan bahwa dirinya hadir untuk menjadi penghubung antara masyarakat dengan Pemerintah Kabupaten Ende.

“Saya akan berkomunikasi dengan Bupati Ende (Yosef Benediktus Badeoda), agar ada solusi terbaik bagi semua pihak. Semua keputusan tetap ada di tangan Bupati, tetapi saya hadir untuk menjembatani komunikasi ini,” ujar AWK.

Senator AWK juga menyarankan agar persoalan tersebut diselesaikan dengan kepala dingin dan melalui dialog yang konstruktif.

Menurut AWK, ruang usaha yang saat ini kosong harus segera ditata dengan baik agar tidak dimanfaatkan oleh pihak lain.

“Kalau ini dibiarkan berkepanjangan, ruang tersebut bisa saja diisi oleh orang lain. Maka perlu ada keputusan cepat dan solusi konkret,” katanya. 

Wakil Ketua I Komite 2 DPD RI itu mendorong adanya komunikasi lebih lanjut dengan koperasi milik pemerintah, terkait kemungkinan dukungan bagi para pedagang, termasuk perancangan model gerobak yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi para pedagang.

“Harus dirancang seperti apa gerobak yang benar-benar membantu pedagang, bukan justru menyulitkan mereka,” sarannya.

Selain mendengar keluhan warga terdampak, Senator AWK juga menyerahkan bantuan sembako kepada mereka. 

Bantuan Sembako tersebut merupakan bantuan aspirasi kerjasama dengan Bulog.

--- Guche Montero

Komentar