SELEBRITI Taylor Frankie Paul Unggah Foto Memar dan Curhat Pilu Pasca-Skandal The Bachelorette 28 May 2026 21:32
Bintang The Secret Lives of Mormon Wives berusia 32 tahun ini memulai terapi EMDR untuk memulihkan PTSD akibat hubungan beracun di masa lalunya
JAKARTA IndonesiaSatu.co – Selebriti internet dan bintang reality show, Taylor Frankie Paul, kembali mengejutkan publik lewat pengakuan yang sangat emosional mengenai kondisi kesehatan mentalnya. Melalui unggahan terbarunya, Taylor membagikan sisa-sisa trauma mendalam yang dialaminya pasca-pembatalan penayangan musim acaranya di The Bachelorette awal tahun ini.
Pada Rabu, 27 Mei 2026 waktu setempat, Taylor mengunggah sebuah foto di Instagram Story yang memperlihatkan memar berukuran besar di bagian lengan atasnya yang terbuka. Foto tersebut tampaknya diambil di dalam kamar mandi sesaat setelah dirinya selesai mandi.
Siksaan Psikologis Jauh Lebih Merusak daripada Fisik
Melalui keterangan teks yang ditulis di atas foto memar tersebut, Taylor merefleksikan bagaimana dampak kekerasan emosional telah merusak esensi kemanusiaannya secara perlahan:
"Siksaan psikologis (psychological torture) merusak saya jauh lebih parah dibandingkan kekerasan fisik," tulis Taylor Frankie Paul. "Pada akhirnya, kamu hanya akan menjadi cangkang kosong dari seorang manusia. Ini sangat sulit untuk dibagikan karena sangat sulit untuk bisa berdamai dengan kenyataan ini."
Di hari yang sama, Taylor juga membagikan langkah medis yang kini ia tempuh untuk menyembuhkan luka batinnya. Ia mengonfirmasi telah memulai terapi EMDR (Eye Movement Desensitization and Reprocessing) secara intensif. Terapi ini dikenal sangat efektif dalam dunia psikiatri untuk membantu pasien memulihkan diri dari gangguan stres pascatrauma (PTSD) dan trauma emosional akut.
Refleksi Hubungan Beracun dan Penyesalan terhadap Anak
Meskipun tidak menyebutkan nama mantan kekasihnya secara eksplisit, rangkaian curahan hati Taylor sepanjang bulan Mei ini diyakini kuat merujuk pada dinamika hubungannya yang penuh kekerasan dengan Dakota Mortensen (33).
"Saya membenci kenyataan bahwa saya bukan lagi diri saya yang dulu. Saya membenci diri saya karena bertahan begitu lama. Saya tidak menyalahkan siapa pun selain diri saya sendiri, karena bagaimana bisa saya membiarkan hal ini terjadi pada anak-anak saya dan diri saya sendiri begitu lama? Saya meminta maaf kepada MEREKA," tulis Taylor dalam unggahan refleksinya pada 14 Mei lalu.
Taylor juga menanggapi sinisme publik yang kerap mempertanyakan mengapa dirinya tidak langsung pergi meninggalkan hubungan beracun tersebut sejak awal. Ia mengklaim bahwa dirinya sempat terjebak dalam fase manipulasi psikologis:
- Love Bombing & Manipulasi: Ia dibombardir dengan kasih sayang berlebih di awal (love bombed), yang kemudian berubah menjadi ancaman, manipulasi, hingga kekerasan fisik.
- Kriminalisasi Saat Memilih Pergi: Taylor mengklaim bahwa ketika ia akhirnya berani berkata "cukup" dan mencoba pergi, ia justru dilaporkan ke polisi dan dipermalukan secara publik.
- Pengakuan di Pengadilan: Ia juga menegaskan tidak mencoba mencari pembelaan palsu. "Sama sekali tidak ada yang benar dari semua ini, titik. Saya sudah mengakui di pengadilan bahwa saya sepenuhnya TIDAK INOSEN," tegasnya.
Garis Waktu Krisis Hukum Taylor Frankie Paul & Dakota Mortensen
Rentetan skandal ini berdampak sangat fatal pada karier televisi Taylor di industri hiburan Amerika Serikat sepanjang paruh pertama tahun 2026:
|
Waktu / Tanggal |
Peristiwa dan Dampak Hukum |
|
Maret 2026 |
Jaringan televisi ABC resmi membatalkan penayangan seluruh musim The Bachelorette yang dipimpin Taylor. Keputusan darurat ini diambil setelah rekaman video insiden kekerasan domestik tahun 2023 antara Taylor dan Dakota kembali viral. (Dalam kasus 2023, Taylor telah mengaku bersalah atas dakwaan penyerangan berat tingkat tiga sebagai bagian dari kesepakatan hukum). |
|
April 2026 |
Pengadilan resmi mengabulkan permohonan perintah perlindungan (protective orders) yang diajukan oleh Taylor dan Dakota terhadap satu sama lain karena dinilai saling membahayakan. |
|
Mei 2026 |
Kepolisian Utah sempat melakukan penyelidikan atas kasus kekerasan domestik baru yang melibatkan keduanya di awal tahun, namun pihak kejaksaan akhirnya menolak untuk mengajukan tuntutan pidana baru. |
|
1 Juni 2026 (Mendatang) |
Keduanya dijadwalkan akan kembali berhadapan di ruang sidang pengadilan untuk memperebutkan hak asuh anak laki-laki mereka yang berusia 2 tahun, Ever. Saat ini, hak asuh sementara dipegang oleh Dakota. |
Sebagai informasi tambahan, selain Ever, Taylor juga merupakan ibu dari dua anak lainnya, Indy (8) dan Ocean (5), dari hasil pernikahan masa lalunya dengan mantan suaminya, Tate Paul.
--- Stella Josephine
Komentar