Breaking News

SELEBRITI Insinyur Google Ditangkap Usai Raup Rp19 Miliar dari Taruhan Kasus Pembunuhan Penyanyi D4vd 28 May 2026 21:23

Article image
Memanfaatkan akses data rahasia internal perusahaan, pelaku memasang taruhan di platform Polymarket untuk menebak lonjakan pencarian publik terhadap d4vd

JAKARTA IndonesiaSatu.co – Seorang insinyur perangkat lunak (software engineer) raksasa teknologi Google resmi ditangkap oleh otoritas federal Amerika Serikat atas tuduhan penipuan besar-besaran. Pelaku terbukti menggunakan informasi rahasia internal perusahaan untuk memenangkan taruhan bernilai fantastis di platform prediksi berbasis kripto, Polymarket.

Berdasarkan dokumen dakwaan kriminal federal yang dibuka di pengadilan New York pada Rabu, 27 Mei 2026 waktu setempat, pelaku diidentifikasi bernama Michele Spagnuolo, seorang warga negara Italia yang bekerja sebagai pemrogram di Google. Spagnuolo dituduh menyalahgunakan wewenang akses datanya untuk mengeruk keuntungan pribadi secara ilegal.

Membaca Pergeseran Data Rahasia Google "Year in Search"

Modus operandi yang dilakukan Spagnuolo memanfaatkan posisinya yang memiliki akses langsung ke data konfidensial pelacakan pencarian pengguna (user search data tracking) secara real-time.

Ia menggunakan informasi tersebut untuk memasang taruhan pada tren pencarian tahunan Google (Google’s Year in Search) untuk akhir tahun 2025 lalu, yang melibatkan nama penyanyi kontroversial, D4vd.

  • Akun Samaran: Spagnuolo beroperasi di platform Polymarket menggunakan akun anonim bernama "AlphaRaccoon".
  • Taruhan Spesifik: Ia memilih opsi "Ya" pada jajak pendapat "Apakah D4vd akan masuk dalam Top 5 Orang Paling Banyak Dicari di Google Tahun 2025" serta poling ekstrem "Apakah D4vd akan menjadi orang nomor 1 yang paling banyak dicari di Google tahun ini".

Dari Modal Rp16 Juta Menjadi Rp19 Miliar

Pada awalnya, mekanisme algoritma prediksi di platform Polymarket memberikan peluang mendekati angka nol persen (hampir mustahil) bagi D4vd untuk menggeser dominasi musisi papan atas seperti Kendrick Lamar di peringkat pencarian tertinggi. Akibat peluang yang sangat kecil tersebut, nilai imbalan (payout) bagi siapa pun yang menebak "Ya" menjadi sangat berlipat ganda.

Namun, sebagai orang dalam Google, Spagnuolo sudah melihat tren data internal yang menunjukkan bahwa volume pencarian publik terhadap D4vd melonjak drastis dan telah resmi menggeser Kendrick Lamar sebagai orang yang paling banyak dicari sepanjang tahun 2025.

Keuntungan Eksponensial: Hanya dengan memasang modal taruhan awal kurang dari $1.000 (sekitar Rp16 juta), Spagnuolo berhasil mencairkan kemenangan mutlak sebesar $1,2 juta atau setara dengan Rp19,3 miliar.

Pihak kejaksaan federal menyatakan bahwa setelah memenangkan taruhan tersebut, Spagnuolo melakukan langkah-langkah terstruktur untuk mengaburkan asal-usul kepemilikan dana tunai hasil kejahatan tersebut (money laundering).

Konteks Kasus Pembunuhan oleh D4vd

Lonjakan pencarian masif masyarakat dunia terhadap nama penyanyi D4vd sepanjang tahun 2025 sendiri dipicu oleh keterlibatan sang musisi dalam kasus kriminal yang sangat mengerikan.

Sampai saat ini, D4vd masih mendekam di balik jeruji besi tanpa jaminan atas tuduhan pembunuhan berencana terhadap seorang anak perempuan berusia 14 tahun bernama Celeste Rivas Hernandez pada bulan April 2025 lalu. Dalam persidangan, D4vd telah mengajukan pembelaan mengaku tidak bersalah (pleaded not guilty).

Dakwaan Hukum dan Status Penahanan Pelaku

Pasca-penangkapannya oleh agen federal pada hari Rabu, Michele Spagnuolo langsung dihadapkan pada hakim magister federal dengan tiga dakwaan berat berlapis:

  • Pencucian Uang (Money Laundering)
  • Penipuan Komoditas (Commodities Fraud)
  • Penipuan Komunikasi Elektronik (Wire Fraud)

Dalam persidangan perdana tersebut, Spagnuolo memilih untuk tidak mengajukan pembelaan (no plea). Hakim akhirnya mengabulkan permohonan penangguhan penahanan sementara, di mana Spagnuolo dibebaskan dengan jaminan obligasi sebesar $2,25 juta (sekitar Rp36 miliar) sembari menunggu persidangan pembuktian formal berikutnya. Pihak Google sendiri dilaporkan langsung membekukan akses kerja pelaku pasca-insiden ini mencuat.

--- Stella Josephine

Komentar