Breaking News

KEUANGAN Jelang Mudik Lebaran, Maybank Indonesia Minta Nasabah Waspadai Jebakan 'Phishing' 05 Mar 2026 17:35

Article image

JAKARTA, IndonesiaSatu.co — PT Bank Maybank Indonesia Tbk. (BNII) meminta masyarakat untuk memperketat kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan digital menjelang libur Lebaran 2026. Peningkatan aktivitas transaksi selama periode mudik dan libur panjang dinilai menjadi celah bagi pelaku kejahatan siber untuk melancarkan aksinya.

Direktur Kepatuhan Maybank Indonesia, Yessika Effendi, menjelaskan bahwa pelaku penipuan kini semakin mahir menggunakan teknik social engineering (manipulasi psikologis) dan phishing untuk menguras rekening korban. Pelaku biasanya memanfaatkan momentum kesibukan Lebaran saat masyarakat cenderung kurang waspada.

"Pelaku memanipulasi kepanikan korban agar secara sadar memberikan informasi sensitif seperti OTP, PIN, hingga password. Perlu dipahami bahwa pelaku tidak meretas sistem bank, melainkan memanipulasi nasabah agar menyerahkan akses mereka sendiri," ujar Yessika dalam keterangan tertulis, Kamis (5/3/2026).

Dalam operasinya, pelaku seringkali menyamar sebagai pegawai bank, petugas pajak, hingga aparat penegak hukum. Modus yang paling marak saat ini adalah mengirimkan file format APK berisi malware atau meminta korban melakukan share screen melalui aplikasi pesan instan seperti WhatsApp.

Jika korban menuruti instruksi tersebut, pelaku dapat mengambil alih kendali ponsel secara remote. Dampaknya fatal, mulai dari mengakses aplikasi mobile banking tanpa izin, membaca notifikasi OTP, hingga mengubah kata sandi email dan e-wallet milik korban.

"Kewaspadaan nasabah adalah benteng utama. Kami mengimbau agar jangan pernah mengklik tautan mencurigakan atau mengunduh file dari sumber yang tidak dikenal," tegas Yessika.

Panduan Transaksi Aman

Guna menjamin keamanan dana, Maybank Indonesia menekankan beberapa langkah preventif bagi nasabah:

  1. Gunakan Kanal Resmi: Selalu bertransaksi melalui aplikasi resmi seperti M2U ID App atau web resmi yang sah.

  2. Jaga Kerahasiaan Data: Jangan pernah membagikan OTP, PIN, TAC, passcode Secure2u, serta kode CVV/CVC kepada siapa pun.

  3. Verifikasi Mandiri: Bank tidak pernah meminta data rahasia melalui telepon atau tautan. Jika ada transaksi mencurigakan, segera hubungi Customer Care resmi di nomor 1500611.

  4. Update Berkala: Rutin memeriksa notifikasi transaksi, mengecek saldo, serta mengganti PIN dan password secara berkala.

Maybank Indonesia berharap dengan meningkatnya literasi keamanan digital, masyarakat dapat menjalani momen Lebaran 2026 dengan aman dan nyaman tanpa gangguan kejahatan siber yang merugikan secara finansial. ***

--- Sandy Javia

Komentar