Breaking News

NASIONAL Investigasi Singapura soal Perusahaan Penyebab Karhutla, Berikut Respon Menlu RI 28 Oct 2026 18:33

Article image
Menlu RI Arrmanatha Nasir dan Menlu Singapura Vivian Balakrishnan membahas karhutla di Indonesia. (Foto: ANTARA)
Tata mengungkapkan bahwa Indonesia telah melakukan investigasi nasional yang terkoordinasi dan menyeluruh.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co-- Menteri Luar Negeri Indonesia, Arrmanatha Nasir (Tata) menanggapi investigasi Singapura terkait daftar perusahaan yang diduga menyebabkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga kabut asap di negara tetangga.

Tata menyampaikan pernyataan itu saat konferensi pers bersama usai bertemu Menlu Singapura, Vivian Balakrishnan di Gedung Pancasila, Kemlu, Jakarta, Selasa (27/10/2026).

"Singapura baru-baru ini mengumumkan langkah-langkah pencegahan, termasuk pemberitahuan preventif terkait 10 perusahaan yang mungkin memiliki keterkaitan dengan kebakaran hutan," kata Tata.

Pekan lalu, Singapura juga merilis hasil investigasi yang menyebut 10 perusahaan di Indonesia diduga menjadi penyebab Karhutla.

Singapura juga sudah mengirim surat serta menghubungi lembaga terkait di Indonesia untuk menyampaikan kesiapan Singapura dalam mendukung upaya mengatasi karhutla.

Dalam kesempatan itu, Tata juga mengungkapkan bahwa Indonesia telah melakukan investigasi nasional yang terkoordinasi dan menyeluruh. 

Ia mengatakan bahwa ratusan individu serta lebih dari 50 korporasi telah dan sedang diselidiki hingga dituntut secara hukum.

"Beberapa di antaranya bahkan telah dinyatakan bersalah menurut hukum Indonesia," ungkap Tata.

Lebih lanjut, Tata menegaskan bahwa Indonesia akan mengerahkan seluruh kekuatan hukum untuk memastikan pihak-pihak yang meraup keuntungan dari kebakaran tersebut untuk "dimintai pertanggungjawaban."

Selain itu, Tata juga mengatakan Indonesia berkomitmen untuk bekerja sama dengan Singapura dan pihak lainnya guna membawa mereka yang bertanggung jawab ke pengadilan.

Sementara itu, Menlu Singapura Vivian Balakrishnan memuji tim pemadam dalam mengatasi karhutla RI.

"Asap dapat melintasi batas negara, begitu pula dengan aliran dana. Oleh karena itu, kita harus menelusuri jejak keuangan yang ditinggalkan oleh perusahaan-perusahaan tersebut," kata Vivian.

Ia mengatakan, Singapura telah menawarkan untuk berbagi data mengenai perusahaan-perusahaan yang terkait dengan karhutla, tawaran yang disambut baik Indonesia.

"Dalam konteks ini, kami mendiskusikan pembentukan gugus tugas bersama untuk memperkuat tanggung jawab dunia usaha," katanya.

Gugus tugas ini, kata dia, akan mengintegrasikan pertukaran informasi, intelijen keuangan, dan pengumpulan bukti lintas negara, serta-jika memungkinkan-upaya pemulihan aset.

--- Guche Montero

Komentar