Breaking News

INTERNASIONAL Italia Akan Batasi Siswa Asing per Kelas dan Larang Penggunaan Cadar di Sekolah 21 Sep 2026 11:24

Article image
Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni saat berbicara kepada pendukungnya. (Foto: Reuters)
Kebijakan itu juga akan mewajibkan orang tua siswa asing, khususnya yang menghadapi kesulitan serius dalam berintegrasi, untuk belajar bahasa Italia.

ROMA, IndonesiaSatu.co -- Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni menyatakan, pemerintahnya tengah menyiapkan aturan untuk membatasi jumlah siswa asing dalam satu kelas dan melarang penggunaan penutup wajah atau cadar di sekolah. 

Disitir dari Reuters, Senin (21/9/2026), hal tersebut disampaikan Meloni dalam sebuah acara kepemudaan saat ia menegaskan kembali citra politik sayap kanannya, Brothers of Italy.

"Segera akan diajukan sebuah kebijakan dalam rapat kabinet untuk menetapkan secara hukum jumlah maksimum siswa asing dalam satu kelas," ungkap Meloni seperti dikutip dari Reuters, Senin (21/9/2026).

Ia menambahkan, jika hanya ada satu anak dalam satu kelas yang tidak memahami bahasa Italia, maka anak tersebut kemungkinan besar dapat mempelajari bahasa itu dan berintegrasi dengan cepat dengan bantuan teman sekelas dan guru.

"Namun, jika jumlah anak yang tidak memahami bahasa tersebut menjadi banyak atau bahkan mayoritas, itu bukan lagi integrasi, melainkan pengabaian," tegasnya.

Meski demikian, ia tidak menyebutkan berapa jumlah maksimum siswa asing yang nantinya diperbolehkan dalam satu kelas.

Meloni menyatakan, kebijakan itu juga mewajibkan orang tua siswa asing yang menghadapi kesulitan serius dalam berintegrasi dengan sistem pendidikan untuk belajar bahasa Italia.

Selain itu, aturan yang tengah digodok juga memuat larangan menggunakan penutup wajah seperti niqob maupun burqa di sekolah.

"Kalian harus bersekolah dengan wajah terbuka dan di Italia tidak seorang pun atas nama tradisi yang nyata maupun yang dianggap sebagai tradisi, boleh memutuskan bahwa seorang perempuan muda harus menutupi dirinya," tambahnya.

Italia termasuk negara Eropa yang paling banyak menghadapi kedatangan migran karena lokasinya di kawasan Mediterania tengah.

Kondisi tersebut menjadikan isu migrasi sebagai persoalan sensitif, sekaligus tantangan besar bagi pemerintahan yang silih berganti.

Integrasi para migran, terutama mereka yang berasal dari negara-negara mayoritas Muslim, masih menjadi isu kontroversial dalam politik dan masyarakat Italia.

Perdebatan mengenai simbol keagamaan, integrasi budaya, aturan kewarganegaraan, dan kebijakan imigrasi sering kali memicu perpecahan opini publik.

--- Aprilio G.