TEKNOLOGI Komdigi Targetkan Internet Murah Jangkau 10,8 Juta Rumah Tangga hingga 2030 27 Jan 2026 14:14
JAKARTA, IndonesiaSatu.co — Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menargetkan layanan internet murah berbasis pita frekuensi 1,4 GHz dapat menjangkau 10,8 juta rumah tangga pada 2030. Layanan tersebut akan dioperasikan secara bertahap dengan teknologi broadband wireless access (BWA).
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengatakan, untuk 2026, Komdigi menargetkan 1,99 juta rumah tangga sudah dapat mengakses layanan internet murah tersebut.
“Ini dengan komitmen melayani 10,8 juta rumah tangga di tahun 2030,” ujar Meutya dalam rapat kerja bersama Komisi I DPR RI, Senin (26/1/2026).
Sejalan dengan itu, Meutya menyampaikan cakupan jaringan 4G pada 2025 telah menjangkau 98,95% populasi penduduk Indonesia dan akan ditingkatkan menjadi 99,05% pada 2026, melampaui target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).
Selain 4G, Komdigi juga mendorong percepatan pengembangan jaringan 5G. Pada 2025, cakupan 5G telah mencapai 6,33% luas permukiman, melampaui target RPJMN sebesar 4,4%. Untuk 2026, pemerintah menargetkan cakupan 5G meningkat menjadi 8,5%, seiring rencana lelang frekuensi baru.
“Target tersebut optimistis tercapai melalui penataan spektrum dan pelaksanaan lelang frekuensi untuk mendukung layanan 5G, sekaligus menopang kebutuhan 4G,” kata Meutya.
Hasil Lelang Frekuensi 1,4 GHz
Sebelumnya, Komdigi telah menyelesaikan lelang pita frekuensi 1,4 GHz untuk optimalisasi layanan akses nirkabel pita lebar. Dari hasil seleksi tersebut, PT Telemedia Komunikasi Pratama, anak usaha PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) milik Hashim Djojohadikusumo, ditetapkan sebagai pemenang Regional I yang mencakup Pulau Jawa, Maluku, dan Papua, dengan nilai penawaran Rp403,7 miliar.
Sementara itu, PT Eka Mas Republik memenangkan Regional II yang meliputi Sumatra, Bali, dan Nusa Tenggara dengan penawaran Rp300,8 miliar, serta Regional III yang mencakup Kalimantan dan Sulawesi dengan nilai Rp100 miliar.
Ke depan, pemerintah juga berencana menggelar lelang pita frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz. Pita 700 MHz yang tergolong low band dinilai memiliki jangkauan luas dan strategis untuk memperluas akses jaringan di wilayah terpencil dan pelosok. ***
--- Sandy Javia
Komentar