KESEHATAN Lari Bukan Sekadar Bakar Kalori, Ini Manfaatnya Menurut Peneliti! 16 Oct 2026 11:08
Olahraga lari menjadi pilihan murah meriah untuk menjaga kesehatan tubuh dan jiwa. Dikutip dari Alodoc dan studi British Journal of Sports Medicine, lari rutin terbukti mendukung kesehatan jantung, mengelola berat badan, hingga menurunkan risiko kematian
PEDULISEHAT, IndonesiaSatu.co-- Menjaga tubuh agar tetap sehat dan energik adalah harapan semua insan. Namun kadang kita terbentur oleh rasa malas sehingga urung melakukan hal-hal baik untuk mewujudkan hal tersebut. Ada sebuah adagium yang sering kita dengar tentang kesehatan yakni "Mens sana in corpore sano" atau "Di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat" .
Bagaimana menjadi sehat dan kuat?
Ada banyak kiat yang berseliweran di medsos mengenai cara menjaga pola hidup agar tubuh kita sehat dan kuat, dari rutin berolahraga, makan makanan yang bergisi hingga manajemen stres atau mengelola emosi secara baik.
Dalam hal olahraga, banyak jenis olahraga seperti renang, tenis, sepeda, dan aerobik seperti lari, jalan cepat, senam yang bisa memperkuat otot jantung sehingga kita sehat dan juga memperpanjang umur.
Olahraga yang murah dan tentu tidak butuh keluar duit adalah lari dan jalan cepat. Hari ini kita akan pelajari pentingnya salah satu jenis olahraga aerobik yang murah meriah tersebut yaitu lari.
Lari merupakan salah satu olahraga aerobik yang mudah dilakukan dan tidak membutuhkan banyak peralatan. Aktivitas ini dapat dilakukan di luar ruangan maupun menggunakan treadmill, dengan intensitas yang disesuaikan dengan kemampuan tubuh.
Dikutip dari Alodoc, berikut beberapa manfaat lari yang dapat diperoleh bila dilakukan secara teratur dan aman.
1. Mendukung kesehatan jantung.
Lari dapat membantu melatih kerja jantung dan meningkatkan kebugaran kardiorespirasi.
2. Membantu mengelola berat badan.
Lari membakar energi sehingga dapat mendukung tercapainya keseimbangan kalori bila disertai pola makan yang sesuai.
3. Meningkatkan suasana hati.
Aktivitas fisik dapat merangsang pelepasan senyawa kimia otak yang membantu memperbaiki mood dan mengurangi stres.
4. Menguatkan otot dan tulang.
Lari secara rutin membantu melatih otot kaki dan memberi rangsangan pada tulang.
5. Membantu tidur lebih baik.
Olahraga teratur dapat mendukung kualitas tidur, terutama bila tidak dilakukan terlalu dekat dengan waktu tidur.
Lari Mengurangi Resiko Kematian
Sebuah penelitian Penelitian yang terbit di British Journal of Sports Medicine, menunjukkan bahwa lari dapat secara signifikan meningkatkan kesehatan dan mengurangi resiko kematian setiap saat.
Riset sebelumnya telah menemukan bahwa lari mengurangi risiko obesitas, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, difabilitas, diabetes tipe 2, penyakit jantung, dan kanker.
Sebuah kajian meringkas hasil 14 studi individual pada hubungan antara lari atau jogging dengan risiko kematian akibat berbagai sebab, penyakit jantung, dan kanker.
Dari data yang terkumpul lebih dari 230.000 peserta penelitian, 10% di antaranya pelari.
Penelitian-penelitian ini melacak kesehatan para peserta selama 5,5 hingga 35 tahun. Selama periode penelitian ada 29.951 peserta meninggal dan menemukan fakta bahwa peserta yang kategori pelari memiliki risiko 27% lebih rendah terhadap kematian yang disebabkan oleh apa pun selama periode penelitian dibanding non-pelari.
Dari semua peserta yang meninggal, secara spesifik dapat disimpulkan berlari bisa menurunkan risiko kematian akibat penyakit jantung sebesar 30% dan akibat kanker sebesar 23%.
Anjuran minimal dan tips dalam berlari
Penelitian menemukan bahwa berlari sekali seminggu, atau 50 menit dalam seminggu, sudah dapat mengurangi risiko kematian kapan saja. Manfaat ini sepertinya tidak bertambah atau berkurang dengan seiring peningkatan porsi lari.
Berdasarkan penelitian berlari dengan kecepatan antara 8 dan 13 kilometer per jam manfaatnya sama. karena itu disarankan berlari dengan kecepatan yang paling nyaman untuk kita.
Agar lari kita aman ini 3 tips yang bisa kita ikuti:
1. Minum air secukupnya sebelum dan sesudah berolahraga.
2. Hentikan latihan jika muncul nyeri dada, sesak berat, pusing, atau lemas.
3. Jangan memaksakan diri mengejar jarak atau kecepatan tertentu.
Ayo, Sahabat Sehat! Sisihkan waktu untuk berolahraga, pilih aktivitas yang sesuai dengan kemampuan, dan jadikan lari sebagai salah satu kebiasaan untuk menjaga kesehatan.
Sebab, hidup sehat tidak selalu harus mahal. Langkah kecil yang dilakukan secara konsisten dapat menjadi awal menuju tubuh yang lebih bugar dan kualitas hidup yang lebih baik.*
--- Hendrik Penu
Komentar