KESEHATAN Fakta Menarik Tentang Telur Omega-3 dan Telur Biasa: Ternyata Dari Jenis Ayam yang Sama 08 Jun 2026 11:56
Setelah ditelusuri, ternyata telur ayam omega-3 dan telur ayam biasa ditelurkan dari jenis ayam yang sama. Mungkin selama ini kita mengira bahwa mereka berasal dari jenis ayam yang berbeda.
Jakarta, IndonesiaSatu.co-- Hay sobat sehat, kali ini kita akan membahas tentang salah satu makanan khas yang sangat kaya protein dan mudah ditemukan di pasar bahkan di dapur bapak-ibu sekalian.
Bagi ibu-ibu atau para suami yang sering ke pasar, tentu mengetahui bahwa telur ayam ada beberapa jenis seperti, Telur ayam omega- 3, Telur Organic, Telur Free Range, dan Telur Pasteurisasi, namun bagi kita yang jarang ke pasar tentu agak asing mendengar nama jenis- jenis telur tersebut.
Pentingnya kita mengetahui beberapa jenis telur ayam karena telur ayam menjadi konsumsi harian yang harganya terjangkau dan tinggi akan protein. Pada dasarnya telur merupakan produk hewani bernutrisi lengkap yang kaya akan protein, asam amino esensial, vitamin, dan mineral.
Kali ini kita membahas tentang telur Omega-3 yang di pasar atau pusat perbelanjaan lainnya yang dijual dengan harga sedikit lebih mahal dari telur ayam biasa.
Telur omega-3 merupakan telur ayam yang diyakini mempunyai kandungan nutrisi jauh lebih tinggi dari telur ayam biasa.
Ciri khas pada telur omega-3 adalah pada warna kuning telurnya. Pada kuning telur Omega-3, kelihatannya lebih oranye dan pekat, berbeda telur ayam biasa yang kuning telurnya kelihatan kadang pucat.
Setelah ditelusuri, ternyata telur ayam omega-3 dan telur ayam biasa ditelurkan dari jenis ayam yang sama, yang mungkin selama ini kita mengira bahwa mereka berasal dari jenis ayam yang berbeda.
Perbedaan Dijenis Pakan
Telur Omega-3 dan telur biasa merupakan telur dari jenis ayam yang sama hanya berbeda pada pemberian pakan.
Dikutip dari detik Health, Warna kuning telur dapat dipengaruhi oleh jenis pakan yang dikonsumsi ayam. Salah satu senyawa yang berperan dalam memberikan warna lebih pekat pada kuning telur adalah astaxanthin.
Dalam artikel ilmiah berjudul Astaxanthin for the Food Industry yang diterbitkan di jurnal Molecules pada 2021, dijelaskan bahwa astaxanthin banyak dimanfaatkan dalam industri pangan dan pakan karena sifat pewarna alaminya serta potensinya sebagai antioksidan.
Astaxanthin merupakan pigmen alami dari kelompok karotenoid yang ditemukan pada berbagai organisme laut, seperti mikroalga, udang, krill, lobster, dan salmon. Senyawa ini dikenal memiliki warna merah-oranye yang khas sekaligus aktivitas antioksidan yang kuat.
Pada peternakan ayam petelur, astaxanthin dapat ditambahkan ke dalam pakan. Setelah dikonsumsi ayam, sebagian pigmen tersebut akan diserap tubuh dan terakumulasi pada kuning telur. Proses inilah yang membuat warna kuning telur dapat berubah menjadi lebih pekat, dari kuning cerah hingga cenderung oranye.
Warna Tidak Menjadi Ukuran Gizi
Meski kuning telur yang lebih oranye kerap dianggap lebih sehat, anggapan ini tidak sepenuhnya tepat. Kandungan gizi telur dipengaruhi banyak faktor, mulai dari genetik, usia ayam, hingga komposisi pakan secara keseluruhan.
Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Oleo Science pada 2024 menunjukkan bahwa pemberian astaxanthin pada ayam petelur dapat meningkatkan warna kuning telur sekaligus kadar astaxanthin di dalamnya. Namun, perubahan tersebut tidak otomatis membuat seluruh nilai gizi telur menjadi lebih tinggi.
Dengan kata lain, warna kuning telur dapat menjadi petunjuk mengenai jenis pakan yang dikonsumsi ayam, tetapi bukan indikator mutlak kualitas gizinya. Jadi, kuning telur yang lebih pucat tidak berarti lebih buruk, sementara kuning telur yang lebih oranye juga tidak selalu lebih sehat.*
--- Hendrik Penu
Komentar