NASIONAL Peserta Komcad Meninggal Dunia Saat Latihan, Komisi I DPR Desak Kemhan Lakukan Evaluasi 27 Sep 2026 19:09
TB Hasanuddin: Kemhan harus mengevaluasi prosedur pemeriksaan kesehatan, standar keselamatan, serta mekanisme penanganan keadaan darurat selama pendidikan Komcad.
JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Komisi I DPR RI mendesak TNI, khususnya Kementerian Pertahanan (Kemhan), agar melakukan evaluasi terhadap latihan dasar militer (latsarmil) komponen cadangan (Komcad) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).
Hal itu dikemukakan oleh anggota Komisi I DPR, TB Hasanuddin, Minggu (27/9/2026), menyikapi insiden kematian ASN Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf), Vanreko Varkas Bagaskara, pada Sabtu (26/9/2026).
Vanreko dilaporkan meninggal dunia saat menjadi peserta Latihan Dasar Militer Komponen Cadangan (Latsarmil Komcad) di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, karena terkena serangan penat panas atau heatstroke.
Hasanuddin menegaskan, Kemhan harus memberikan perhatian serius dalam kasus tersebut dan melakukan pemeriksaan secara transparan dan menyeluruh.
"Kejadian meninggalnya peserta dalam pelaksanaan latihan militer perlu mendapatkan perhatian serius dari pemerintah, khususnya Kementerian Pertahanan," kata Hasanuddin seperti dikutip dari CNN-Indonesia, Minggu (27/9/2026).
Ia menambahkan, Kemhan harus mengevaluasi prosedur pemeriksaan kesehatan, standar keselamatan, serta mekanisme penanganan keadaan darurat selama pendidikan Komcad berlangsung.
Menurutnya, pemeriksaan kesehatan tidak boleh hanya bersifat formalitas untuk memastikan kondisi kesehatan para peserta. Untuk calon peserta yang tidak siap tidak boleh dipaksa mengikuti latihan.
"Kondisi fisik setiap peserta harus benar-benar dipastikan mampu mengikuti latihan. Apabila dinyatakan tidak siap, peserta tidak perlu dipaksakan," imbuhnya.
Hal yang sama disampaikan juga oleh Wakil Ketua Komisi I DPR, Dave Laksono. Ia menilai, Latsarmil Komcad memerlukan kesiapan fisik dan mental yang menjadi hal penting untuk pelaksanaan program Komcad.
Ia juga menghargai upaya penanganan medis bagi korban setelah mengalami gangguan kesehatan hingga mendapat perawatan intensif.
"Kita perlu menghormati proses penanganan dan evaluasi yang dilakukan oleh pihak terkait agar kondisi yang sebenarnya dapat diketahui secara utuh," kata Dave seperti dikutip dari CNN-Indonesia, Minggu (27/9/2026).
Kepala RSAU dr. Esnawan Antariksa Kolonel Kes dr. Iman Fathurrohman menjelaskan peristiwa berawal pada Jumat (25/9/2026) pukul 09.30 WIB.
Saat itu Vanreko disebutkan telah menyelesaikan sesi pertama penutupan Latsarmil. Ketika akan memasuki sesi latihan kedua, almarhum mengeluhkan pandangan gelap serta pusing, lalu kehilangan kesadaran.
Disebutkan pula, Tim Kesehatan Pusdikkes yang bersiaga di lokasi latihan di bawah pimpinan dr. Iriane Dewi segera melakukan tindakan pertolongan pertama di tempat sebelum dibawa ke Unit IGD RSAU Halim.
--- Aprilio G.