Breaking News

MUSIK Pihak Danielle Tantang ADOR: “Siapa yang Mau Mengontrak Artis yang Menghadapi Denda Hampir 100 Miliar KRW?” 12 Jun 2026 19:09

Article image
Pihak Danielle NewJeans menyebut tuntutan ganti rugi dari ADOR menjadi bentuk "pemblokiran de facto" terhadap kelangsungan kariernya di industri hiburan

JAKARTA IndonesiaSatu.co – Konflik hukum antara agensi ADOR dan mantan anggota NewJeans, Danielle, kian intensif. Kedua belah pihak saling melempar argumen tajam mengenai apakah sang artis secara efektif masih dapat melanjutkan aktivitasnya di dunia hiburan di tengah pusaran gugatan ganti rugi yang masif.

Pada tanggal 11 Juni, sidang kedua untuk kasus perdata ini digelar di Divisi Perdata 31 Pengadilan Distrik Pusat Seoul, yang dipimpin oleh Hakim Ketua Nam In Soo.

Seperti diketahui, ADOR telah mengajukan gugatan ganti rugi terhadap Danielle, keluarganya, serta mantan CEO Min Hee Jin atas dugaan pelanggaran kontrak eksklusif. Pihak agensi awalnya menuntut 43,1 miliar KRW, sebelum akhirnya merevisi nilai tuntutan tersebut turun menjadi 33,09 miliar KRW (sekitar Rp 375 miliar).

Argumen ADOR: Tidak Ada Larangan Bekerja

Dalam persidangan tersebut, ADOR menegaskan kembali posisinya bahwa tidak ada batasan hukum yang menghalangi Danielle untuk melanjutkan karier hiburannya. Pihak perusahaan berargumen bahwa pengajuan gugatan ini sama sekali tidak melarang sang artis untuk mengambil pekerjaan baru.

ADOR menyatakan bahwa mereka tidak memiliki niat maupun dasar hukum untuk memblokir aktivitas Danielle, dan mempertanyakan mengapa klaim semacam itu dimunculkan oleh pihak lawan. ADOR bersikeras bahwa fokus mereka murni untuk mencari kompensasi atas kerugian yang timbul dari pelanggaran kewajiban perjanjian eksklusif.

Tanggapan Pihak Danielle: Tekanan Finansial Adalah Blokade Nyata

Merespons hal tersebut, perwakilan hukum Danielle berargumen bahwa meskipun ADOR mengklaim kliennya bebas bekerja, realitas di lapangan jauh berbeda. Mereka menunjuk pada skala perselisihan yang terjadi, di mana klausul penalti yang menjadi pusat dari kasus ini sebenarnya mendekati angka fantastis 100 miliar KRW (sekitar Rp 1,1 triliun).

Pihak Danielle menegaskan bahwa sangat tidak realistis bagi agensi hiburan mana pun untuk berani merekrut atau mendukung artis yang tengah menghadapi liabilitas (tanggung jawab) keuangan sebesar itu. Kondisi ini dinilai secara efektif menutup peluang karier eksternal bagi Danielle.

“Ini sama saja dengan pemblokiran de facto terhadap aktivitas hiburan apa pun,” ujar pihak Danielle. Mereka menambahkan bahwa pernyataan ADOR yang menyebut Danielle bebas bekerja adalah tindakan yang “sangat tidak bertanggung jawab” mengingat tekanan hukum dan finansial luar biasa yang tengah dialami sang artis.

Selain itu, mereka juga menuduh ADOR sengaja memperpanjang perselisihan melalui berbagai permintaan prosedural dan taktik litigasi, termasuk pengajuan bukti-bukti yang sengaja memperlambat jalannya persidangan. Menurut pihak Danielle, durasi gugatan yang berkepanjangan ini telah merusak rasa saling percaya dan semakin mengikis hubungan kontraktual di antara kedua belah pihak.

Pengadilan diperkirakan akan terus meninjau argumen dari kedua belah pihak seiring berjalannya persidangan taruhan tinggi yang mencakup validitas kontrak, nilai ganti rugi, hingga pembatasan karier ini.

--- Stella Josephine

Komentar