MUSIK PJ Morton Rilis Double LP Ambisius ‘Saturday Night, Sunday Morning’ 18 Jun 2026 20:16
Musisi pemenang Grammy, PJ Morton, menjembatani musik sekuler dan sakral lewat album ganda terbarunya yang dirilis bertepatan dengan perayaan Juneteenth
JAKARTA IndonesiaSatu.co – Ketika PJ Morton menerbitkan buku memoarnya pada tahun 2024 yang berjudul Saturday Night, Sunday Morning: Staying True to Myself from the Pews to the Stage, ia sama sekali tidak berniat untuk menulis sebuah album ganda (double album) dengan judul yang sama.
"Saya sempat mencari alasan mengapa saya ingin membuat musik lagi kali ini," jelasnya kepada Billboard menjelang perilisan album tersebut yang bertepatan dengan hari libur nasional Juneteenth (19 Juni). "Membuat album R&B baru yang biasa terasa tidak terlalu menarik atau menginspirasi bagi saya. Sementara di sisi musik gospel, saya sempat mundur sejenak dari musik saya sendiri. Lalu, konsep album ganda ini datang kepada saya, dan itulah yang membuat saya terinspirasi dan bangkit dari tempat tidur."
Sedikit banyak dipengaruhi oleh struktur album kolosal seperti Songs in the Key of Life milik Stevie Wonder dan Mr. Morale & the Big Steppers karya Kendrick Lamar—namun utamanya terinspirasi oleh perjalanan kariernya yang terus berayun di antara ruang sekuler dan sakral—Saturday Night, Sunday Morning menjembatani setiap kepingan seni seorang PJ Morton. Setelah sempat menjauh dari musik solonya tahun lalu, ia menuju ke studio pedesaannya di Bogalusa, Louisiana, pada Januari lalu untuk menghidupkan LP terbarunya ini.
Sisi 'Saturday Night': Eksplorasi R&B dan Reggae
Pada sisi Saturday Night yang membuka rangkaian album, pemenang enam piala Grammy ini menyalurkan kegemarannya pada ritme reggae lewat lagu “Don’t Give Up on Us”. Ia juga menyentil para peragu masa lalu lewat lagu “Listened to You” yang bernuansa sindiran halus, serta menyelami ruang rentan dari masa awal pendekatan romantis lewat pembuka album berakar R&B, “Mutual”.
Pemain trompet jazz peraih nominasi Grammy, Keyon Harrold (“Mess”), dan penyanyi-penulis lagu asal London Barat, Rukhsana Merrise (“Autopsy”), turut hadir sebagai satu-satunya artis tamu yang mengisi masing-masing sisi dari album ganda ini.
Sisi 'Sunday Morning': Album Gospel Murni Pertama
Untuk sisi Sunday Morning, Morton menyuguhkan apa yang ia anggap sebagai album gospel murni pertamanya, karena "ini adalah album pertama di mana saya menyanyikan lagu-lagunya sendirian tanpa bantuan."
Mulai dari mengambil inspirasi kitab suci tentang kisah seorang wanita yang mengalami pendarahan (“Close Enough”) hingga harmoni rimbun yang membangkitkan ingatan akan aransemen rumit grup gospel kontemporer Commissioned, Morton secara mulus menggeser haluan dari R&B ke musik gospel di paruh belakang album. Ini merupakan sebuah tradisi musik yang bergema kuat dalam sejarah dan pengalaman budaya masyarakat kulit hitam (Black experience).
"Saya mendekati proyek ini bukan sebagai satu album ganda, melainkan sebagai dua album yang terpisah," kata Morton. "Awalnya saya mengira akan menulis lagu R&B dan gospel secara bergantian, tetapi setiap kali saya mencoba menulis, yang keluar selalu musik gospel murni. Jadi saya mengunci diri dan menyelesaikan seluruh sisi proyek tersebut. Satu hal gila dan tidak terduga yang terjadi adalah kedua sisi album ini memiliki durasi waktu yang sama persis, yaitu 29 menit dan 14 detik."
Penyelarasan Ilahi di Tahun 2026
Keselarasan yang terasa magis tersebut mendefinisikan seluruh rangkaian peluncuran Saturday Night, Sunday Morning. Begitu Morton menyadari seberapa cepat album ini rampung, ia langsung bergerak untuk mengamankan 19 Juni (Juneteenth) sebagai tanggal rilis resmi.
Satu hari sebelum album ini menghantam berbagai platform streaming (18 Juni), ia menggelar acara listening party di National Museum of African-American Music di Nashville. Museum tersebut bahkan secara resmi menobatkan PJ Morton sebagai 2026 Grand Marshal of Black Music Month, lengkap dengan pameran kilas balik karier yang merunut evolusi luar biasa dan dedikasinya terhadap sejarah musik kulit hitam.
Selain tugasnya sebagai Grand Marshal, ia juga berhasil menyabet sejumlah nominasi di ajang penghargaan bergengsi BET Awards dan Stellar Awards mendatang—menjadikan tahun 2026 sebagai tahun yang sangat besar dan masif bagi perjalanan karier Morton.
"Saya selalu menjadi yang paling muda di lingkaran pertemanan saya, jadi memiliki pameran kilas balik seperti ini rasanya agak aneh, tetapi sangat memuaskan," refleksnya. "Terkadang hal-hal selaras begitu saja, dan Anda bahkan tidak bisa mengontrol betapa hebatnya semua itu cocok satu sama lain."
--- Stella Josephine
Komentar